
Pukul dua belas siang sesuai janjinya semalam.
''Sayang ayo''.kini Abra sudah berdiri didepan meja Jasmin,membuat wanita itu menatapnya heran.
''Kita mau kemana Pak''?.melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya.''Bukannya ini jam makan siang ya''?.
Abra berdecak.''Ck''.kamu lupa hari ini kita akan kerumah untuk bertemu Mama''.
Mata Jasmin membulat.''Bapak serus''.pekiknya tampa sadar.
''Apa wajah saya terlihat becanda''?.menunjuk wajahnya sendiri dengan telunjuk.
Jasmin mendesah,semalam dirinya pikir Abra hanya becanda ingin mengajaknya menemui Mamanya,namun sekarang''?.
Ck,laki-laki ini sepertinya sudah gila.
''Ayo,kasian Mama udah nunguin dari tadi''.
Yup,Abra memang sudah mengatakan sejak tadi pagi,bahwa dirinya akan membawa seseorang untuk makan siang dirumah mereka,dan Mamanya yang baik hati dan tidak sombong itu dengan senang hati menuruti apa yang diinginkan putra satu-satunya asalkan Abra cepat-cepat menikah dan memberikan dirinya cucu.
''Tapi Pak''?.Jasmin masih tetap berdiri ditempatnya tampa mau beranjak sedikitpun,dirinya masih tak habis pikir, kenapa Abra begitu cepat memutuskan sesuatu''?.padahal mereka baru saja kenal beberapa bulan ini dan baru saja jadian beberapa hari yang lalu,itu pun karna paksaat dari Abra,lalu sekarang''?.
Oh ayolah,ini semua tidak semudah itu bisa iya percaya
''Pak''?.Abra tetap menarik jemari Jasmin hingga mau tak mau wanita itu mengikuti langkahnya yang membawanya memasuki Life menuju lantai bawah.
''Pak''?.mencoba protes.
''Pangil aku sayang,Mas,atau kekasihku,tapi jangan pangil Pak,atau kau kukurung kau nanti dirumahku''.
Jasmin begidik.''Kalau begitu saya ngak jadi pergi Pak''.sudah memcoba untuk lari.namun Abra dengan cepat menarik lengannya mengangkat wanita itu bak sekarung beras dan memesukkan Jasmin kedalam. mobil.
''Pak buka Pak''?.menepum-nepuk kaca mobil disampingnya.
''Sudahlah,kenapa kau ketakutan begitu''?.aku tidak akan menyakitimu percayalah''?.ucapnya sambil mesuk kedalam mobil dan melajukan mobil miliknya menuju rumah kedua orang tuanya.
''Ck,tapi saya tidak ingin kerumah Bapak''?.metanya melirik Abra tajam namum yang dilirik sama sekali tidak menoleh apa lagi bersuara.
''Isss''.kesalnya,karna apa yang dirinya katakan tidak mendapatkan respon apa pun dari Abra.
Jasmin yang benar-benar tidak siap merasa begitu gugup sejak tadi wanita itu duduk dengan gelisah,kedua tangannya saling meremas.
''Tenanglah''.Abra meraih jemari wanitanya dan membawanya dipangkuan.''Kau akan bertemu Mamaku bukan ingin bertemu Mafia atau seorang fisikopat''?.celetuknya,sambil mengecup pungung tangannya Jasmin lembut.''Aku mencintaimu,sungguh''.
Jasmin melirik Abra sekilas,detik berikutnya wanita itu memalingkan wajahnya kearah jendela.''Aku tidak pantas untukmu''.lirihnya dengan nada sendu.
__ADS_1
''Kenapa''?.kepalamya melirik Jasmin sekilas detik berikutnya kembali pokus menyetir mobil.
''Karna aku bukan wanita baik-baik''.wajahnya tetap datar,tampa senyum apa lagi tawa.
''Maksudmu kau sudah tidak virjin''?.
Jasmin menoleh,tatapan matanya tampak redup,Abra bisa melihat dimata itu sudah tidak ada lagi harapan untuk meraih impian, apa lagi untuk bahagian.
"Maafkan aku Jasmin"?.batin Abra.tatapan matanya kembali pokus menatap jalanan yang ada didepan,sungguh melihat mata Jasmin yang mengisyartkan luka yang begitu dalam,membuatnya tidak mampu berkutik.
Abra mencengkram stir mobilnya kuat.dadanya begitu sesak,tapi sungguh dirinya tidak menyesal atas apa yang dirinya lakukan dulu,karna jika dirinya tidak melakukan itu bisa dipastikan sampai sekarang jasmin dan Rian masih tetap bersama,dan Abra tidak mau itu.dirinya akan hancur jika wanita yang iya cintai dalam diam itu dimiliki laki-laki lain.
"Aku akan menerimamu apa adanya,percayalah"?.mengusap puncak kepala Jasmin lembut.
Mata Jasmin berkaca-kaca mendengar apa yang laki-laki disampingnya katakan,detik berikutnya wanita itu langsung memalingkan wajahnya kearah lain,dirinya tidak mau dianggap lemah.dirinya wanita kuat.
"Ya tuhan,kenapa hati ini sulit sekali untuk percaya apa yang laki-laki ini katakan"?.hatinya pernah hancur,bahkan sehancur-hancurnya membuat hati seorang Jasmin mati rasa.
''sudah sampai,ayo turun''.lamunan Jasmin buyar saat mendengar suara Abra,kepalanya mendongak menatap lelaki yang kini sudah berdiri didepan dirinya sambil menarik pintu mobil.
''Ayo''?.mengulurkan tangannya.
''Saya bisa sendiri Pak''.Jasmin menjawab sambil keluar dari mobil.
''Trus saya harus mangil apa Pak''?.tanya Jasmin dengan nada putus nada asa,kenapa laki-laki didepannya ini selalu memaksa dan berbuat semuanya''?.
''Pangil Mas''.
''Iya''.jawab Jasmin pasarah.
''Ya sudah ayo''.seperti biasa Abra langsung meraih jemari wanita cantik itu dan mengengamnya lembut.
''Mama,Abra datang''???.
Suara Abra yang menjerit membuat Sopia dan juga Adlan suaminya segara melangkah menuju pintu utama.
''Mama''??.Abra langsung membawa Jasmin masuk.detil berikutnya laki-laki itu langsung memeluk Sopia karna memang itu kebiasaan Abra saat pulang kerja,itu pun jika laki-laki itu tidak mabuk.
Kaki Jasmin maju satu langkah,hatinya bertanya-tanya bolehkah dirinya memeluk mama Abra''?.sungguh dirinya rindu pelukan seorang ibu.
"Tidak,kau harus sadar Jasmin.mereka orang asing bagimu"?.kakinya melangkah mundur kembali.
hingga akhirnya tangan wanita itu terulur dan meraih jemari Sopia''Tente''.Jasmin menyalami Sopia dan mencium tangan wanita itu dengan takzin.
''Wah,pacar kamu cantik ya sayang''?.ucap Sopia dengan nada antusiasi
__ADS_1
"Iya dong, Abra gitu lo"?.bangga.laki-laki itu bahkan menepuk-nepuk dadanya.
Sopia dan Adlan yang melihat kelakuan putranya hanya terkekeh.
"Sudah ayo masuk,Mama sudah siapkan makan siang,ayo kita makan sama-sama"?.Sopia menarik lengan Jasmin agar mengikuti langkahnya,mengindahkan teriakan Abra yang melarang Mamanya untuk membawa Jasmin menjauh dari dirinya.
"Ayo duduk sayang"?.Sopia menarik kursi dan meminta Calon menantunya itu duduk.
Entah kenapa melihat kelembutan Sopia membuat hati Jasmin sedikit tersentuh.
Apakah dirinya boleh membuka hatinya untuk Abra"?.apa lagi tadi laki-laki itu tadi mengatakan akan menerima dirinya dalam keadaan apa pun"?.bukankah Abra akan menerima dirinya meskipun sudah tidak suci lagi"?.ya tuhan mengingat itu semua membuat dadanya sesak.
"Nak kamu kenapa melamun"?.Sopia menepuk-nepuk lengan Jasmin lembut."Apa kamu sakit"?.sambungnya lagi.
Jasmin mengelang."Ngak kok tante,saya hanya merasa bahagia,dan"?.menarik nafasnya panjang agar air matanya tidak sampai jatuh.
"Katakan saja tante siap mendengarkan apa pun yang akan kamu katakan".Sopia menatap wajah Jasmin lembut.
"Saya"?.suaranya sudah mulai tersendak,sungguh kali ini dadanya begitu sesak,hingga sulit menahan air matanya agar tidak keluar.
Alasan kenapa dirinya tidak pernah mau naik kerumah Wulan,bahkan saat kesana dirinya lebih memilih berdiam diri disawah hingga sore menjelang,bahkan Wulan sampai rela mwbawakan makanan untuk dirinya setiap mereka menghabiskan akhir pekan disana.itu semua karna Jasmin bemar-benar tidak bisa melihat sebuah keluarga yang dilengkapi ayah Ibu dan Anak makan dan bercengkraman dalam satu ruangan,karna itu semua akan mengingatkan dirinya pada kedua orang tuanya.
"Iya kamu kenapa"?.Sopia mengusap pundak Jasmin yang mulai bergetar.
"Saya merindukan kedua orang tua saya tente"?.tangisannya pecah tampa bisa ditahan,membuat Sopia spontan menarik wanita ringkih itu kedalam dekapan.
"kalau rindu kenapa tidak pulang saja"?.apa kau tidak punya biaya"?.Sopia berbicara sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Jasmin,menatap wanita itu lekat.
Jasmin mengelang
"Trus kenapa"?.tanya Sopia lagi karna Jasmin masih engan bersuara.
"Karna kedua orang tua saya sudah tiada Tante"?.wanita itu tergugu dengan wajah menunduk,membuat Sopia lagi-lagi menarik Jasmin dalam dekapan.
"Ya sabar nak"?.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
......................
__ADS_1