Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 35


__ADS_3

Jasmin Pov


Setelah memastikan tak ada orang disekitaran ruangan Pak Abra,dengan cepat aku masuk didalam ruangannya.''Hufh,untung dia belum datang''.mataku mengedar kesana kemari.''CCTV''.gumamku detik berikutnya aku langsung melangkah mendekati meja,detik berikutnya langsung memanjat dan menutup kamera kecil yang ada disana,tak lupa aku menutup wajahku dengan Masker dan juga topi yang selalu diriku pakai untuk lari pagi agar tak ada yang mengenaliku,setelah memastikan kamera CCTV tertutup,dengan cepat aku melangkah menuju meja kerja pak Abra,menbuka laci dan juga lemari-lemari yang tidak dikunci.''Tidak ada''.gumamku dengan wajah pias karna takut.ya..aku ketakutan sekarang.benar-benar takut.namun aku tidak bisa diam terus.''Aku harus tau semuanya''.entah kenapa hati kecilku mengatkan ada sesuatu tentang Abra yang tidak diriku ketahui.


''Dimana aku harus mendapatkan diary itu''?.kuusap wajahku frustari.detik berikutnya diriku dengan cepat keluar dari ruangan tak lupa membuka penutup CCTV itu kembali.aku takut Pak Abra datang tiba-tiba,kakiku dengan cepat melangkah keluar dan duduk dikursi kerjaku yang ada didepan ruangan Abra.


''Tak''.


''Tak''.


''Tak''.


Terdengar suara sepatu yang mengema menuju kearah tepatku duduk.


Aku berusaha menghilangkan rasa gugupku,kepalaku mendunduk dan pura-pura pokus pada laptop yang ada didepan diri ini.


''Kenapa tidak menungguku''?.kepalaku mendongak,Abra berdiri didepan diriku dengan wajah kesalnya.


Ah,entahlah.aku merasa begitu ngeri dan semakin ingin tau rahasia apa yang laki-laki ini sembunyikan dariku,aku beharap rahasia yang Abra simpan dariku,bukan tentang pemerkosaan itu, jika benar pirasatku selama ini,aku pastikan dia akan mendapatkan balasannya,itu janjiku.


''Maaf Pak''?.Aku mendongak menatap ajahnya,detik berikutnya kembali menunduk dan pokus pada laptopku.


"Ikut saya"?.


Ku anggukkan kepala ini,sebagai tanda mengiyakan ajakannya,kupikir saat ini aku harus baik-baik padanya,agar dirinya tidak curiga."Kita mau kemana Pak"?.mengikuti Abra masuk dalam Life kusus petinggi perusahaan.


"Temani Mas sarapan".


Kepalaku mendongak heran,menengar pangilannya yang iya sematkan,bukankah dirinya sudah berjanji untuk bersikap biasa saja saat dikantor"?.


"Disini hanya ada kita berdua"!.


Dia seperti mengerti apa yang aku pikirkan


''Tapi''?.ucapanku terhenti karna Abra memotongnya duluan.


''Ssuuutt..ayo keluar''.Abra melanglah duluan setelah pintu Life terbuka.


Sedangkan aku hanya mengekorinya dari belakang,namun bibirku terus mengumpat tampa suara,terkadang aku kesal padanya karna laki-laki ini terlalu otoriter.

__ADS_1


Namun ada rasa nyaman dihatiku bila adiriku berada didekatnya,rasa aneh yang membuatku binggung.Abra baik dan juga pengertian padaku.kadang-kadang aku merasa begitu dicintai olehnya.namun karna kata-katanya yang kasar dan juga pemaksa membuatku begitu kesal dan sering mengunpatinya diam-diam.


Entahlah aku tidak terlalu ambil pusing, karna orang kaya seperti Abra kurasa mempunyai sifat seperti ini itu hal yang biasa.itu semua karna mereka selalu dituruti apa yang mereka mau sejak dari orok,berbeda dengan diriku yang hanya anak yatim piatu,aku hidup sebatang kara sejak umurku tujuh belas tahun,sehingga aku dituntut mandiri dan berjuang hidup sendiri diumurku yang masih remaja.


Ya Alla,ternyata sudah sangat lama aku hidup sebatang kara begini.


''Kau pesan apa''?.Lamunanku buyar saat mendengar suara Abra.ternyata sejak tadi aku hanya duduk saja dikursi tampa suara,hanya diam dengan pikiranku yang melayang entah kemana.


''Apa saja Pak''.hanya itu jawabanku,aku butuh tenaga sekarang,entahlah,mencari sesuatu kebenaran tampa sumber terpercaya seperti ini,aku merasa seperti detektif yang sibuk mencari informasi dan kejahatan seseorang.


''Kau ada masalah apa''?.kulirik wajah Pak Abra yang kini juga sedang menatapku.


Kepalaku mengeleng.''Tidak ada Pak''.tangannku meraih makanan yang diantarkan pelayan.''Makasih Mbak''.ucapku diiringi senyum khas milikku.


''Sama-sama Mbak''.


''Ini Pak''.kosodorkan burger miliknya.hem seperti bule saja makan roti pagi hari.mataku melirik sarapanku yang dipesankan Abra,nasi goreng seafood kesukaanku,hem..ternyata dia tau banyak tentang makanan dan apa saja yang kusukai dan tidak kusukai.entahlah,aku merasa seperti itu,entah itu pikiranku sendiri.


''Terimakasih''.meraih sarapan miliknya dan akhirnya kami makan dalam diam.


''Eg-apa yang Alin bicarakan denganmu tadi malam''?.aku menoleh pada Pak Abra yang memulai pembicaraan,setelah beberapa saat hening,kurasa sejak tadi dia menyimpan pertanyaan ini.


''Benarkah''?.kata yang iya keluarkan sebagai bukti bahwa dirinya tidak terlalu percaya dengan apa yang aku katakan.


''Iya banar,memangnya kenapa Pak''?.aku menatap wajahnya lekat,membuat dirinya gelagapan dan mengalihkan pembicaraan.


''Ayo''.Sudah bangkit berdiri.''Sebentar lagi ada rapat''.sambungnya lagi detik berikutnya langsung melangkah duluan.


Aku hanya bisa melongok melihat tingkahnya yang berubah-ubah,namun itu semua membuatku semakin curiga,entahlah sejak pertama mengenal Abra aku merasa aneh dengan laki-laki ini.suaranya''?.iya suaranya membuatku djavu.


''Ah''.kugelengkan kepala ini,aku tak boleh berpikir yang tidak-tidak,atau akan menjadi fitnah nanti.


''Mana berkas yang saya minta siapkan semalam''?.belum sempat aku duduk Pak Abra sudah berdiri didepan mejaku.


''Ini Pak''?.kusodorkan berkas yang dirinya pinta.


Kulihat dia membolak balik dan membaca berkas yang kusiapkan semalam.''Ayo keruangan rapat''.pintanya.


''Baik Pak''.aku kembali mengekorinya dengan setumpuk map yang akan diperlukan saat rapat nanti.

__ADS_1


Sepanjang rapat pikiranku melayang entah kemana''?.aku bahkan berapa kali dibentak Abra,pada saat rapat berlangsung.itu semua karna diriku tidak menyimak dengan benar apa yang dirinya dan dewan direksi sampaikan.


''Jasmin,apa yang kau pikirkan sejak tadi"?. kenapa tidak pernah mencatat poin-poin penting yang disampaikan dalam rapat ini''?.kembali suara bentakan itu kudapatkan, hingga membuat aku gelagapan.


''Maaf Pak''?.kepalaku menunduk malu,sungguh aku bener-benar malu sekarang .bagai mana tidak,diruangan ini begitu banyak orang-orang penting dan kaya-kaya.


Ya tuhan aku menjadi tontonan sekarang,bahkan banyak yang berkasak kusuk membicarakan diriku.


Aku biasa dimaki dan dimarah,namun entah kenapa kali ini hatiku rasanya begitu sedih. apa memang begini nasip anak yatim piatu sepertiku''?.dadaku rasanya sesak,air mataku bahkan mendesak ingin keluar,namun dengan susah payah aku menahannya,aku tak ingin terlihat lemah.


"Kau kuat Jasmin,ayo semangat.hidupmu masih panjang,jangan bergantung pada manusia,bergantunglah pada Allah yang maha kuasa dan maha menentukan segala-galanya"?.batinku menyemangati diri sendiri.


"Rapat selesai,semuanya boleh bubar"?.tampa menjawab permohonan maaf dariku Abra langsung membubarkan rapat.


"Jasmin tunggu"?.kaki yang sudah mulai melangkah kembali terhenti,kepalaku perlahan menoleh."Ada apa Pak"?.tanyaku dengan nada yang tetap sopan,karna walau bagai mana pun Abra tetap bosku.


"Maafkan aku"?.kakinya melangkah mendekatiku dan tampa ku duga.


"Bruk"?.


Dia memeluk tubuhku dengan erat."Maafkan aku"?.pintanya lagi bahkan kurasakan pudaknya bergetar.


Dia menangis,ada apa dengan laki-laki ini"?.


"Maafkan aku"?.tangisannya semakin pecah, hingga membuatku semakin binggung.


"Maaf Pak,ada apa ini"?.kucoba melepaskan pelukannya,namun begitu sulit.karna dirinya memelukku begitu erat.


"Ku mohon,tetaplah bersamaku apa pun yang terjadi.aku tidak bisa hidup tampamu"?.masih disertai isak tangisnya yang membuatku semakin binggung.


Ada apa dengan dirinya"?.


🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2