Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 46


__ADS_3

''Tok..tok..tok''.


Pintu rumah diketuk.


Jasmin yang sejak tadi sibuk dengan spatula yang ada ditangannya seketika menoleh.


''Tok..tok..tok''.


Kembali terdengar suara ketukan dipintu, membuat wanita itu seketika meletakkan spatula ditangannya dan mematikan kompor. detik berikutnya wanita cantik itu langsung melangkah menuju pintu.


''Siapa yang datang pagi-pagi''?.gumamnya pelan, jemari tangannya memutar hensel pintu.


Keningnya berkerut melihat siapa yang berdiri didepan pintu.''Maaf Pak,mau cari siapa ya''?.tanya wanita itu saat melihat beberapa orang yang ada didepan rumah.


''Oh,ini Nona,kami ngantar pesanan ini,kata Nyonya Sopia disuruh antar kesini dan ini ada beberapa Art yang diminta untuk membantu Nona Jasmin''.


''Tapi,untuk apa ya Pak''?.Jasmin terlihat kebingungan untuk apa pula Sopia meminta para Art dan juga membeli barang-barang ini''?.


''Lho,bukannya besok acara pertunangan Nona dengan Tuan Abra ya''?.


Oh Jasmin ingat sekarang,apakah ini harus iya lakukan''?.


Ah entahlah,bagi Jasmin sekali melangkah pantang mundur.


''Oh,iya Maaf Pak saya lupa''.membuka pintu rumah lebar-lebar.''Silahkan masuk Pak''.ucapnya mempersilahkan semua yang ada diluar masuk ada tiga orang wanita paruh baya dan juga satu orang laki-laki.


Setelahnya semua yang ada dibawah masuk kerumah,begitu juga dengan ikan,sayur dan banyak lagi entah apa hanya mereka yang tau.


Jasmin dengan cepat berlari memanggil Wulan yang baru saja mandi dan mengenakan pakaian kantor.


''Wulan,ini gawat''.wajah Jasmin terlihat begitu panik,bagai mana tidak,dirinya tidak menyangka Abra akan menepati janjinya, kalau sudah begini dirinya harus bagai mana''?.


''Lu kenapa sih,kayak diburu rentengir''.Wulan menatap sahabatnya heran.


''Gue''?.Jasmin menoleh kekiri dan kekanan.''Lu janji jangan kasi tadi semua ini dengan orang lain''!.


Wulan menganguk,wajahnya terlihat begitu penasaran dengan apa yang akan disampaikan Jasmin.''Lu percaya sama gue,lagian apa pernah selama ini gue ngebocorin masalah lu,sama orang lain''?.


Jasmin mengenguk,benar apa yang Wulan katakan,selama ini sahabatnya itu memeng selalu memegang janjinya,Wulan tak pernah sekalipun menceritakan masalalunya pada orang lain,bahkan keceplosan pun sahabatnya itu tak pernah.


Beribu-ribu sukur Jasmin ucapkan,karna mempunyai sahabat sebaik Wulan.bahkan disaat kedua orang taunya telah tiada Wulan tetap setia disisinya.


''Makasih Lan''?.Jasmin menghambur memeluk sahanatnya itu,air matanya luruh tanpa bisa iya tahan.sungguh sesak sekali dadanya saat mengingat bagian terendah dalam hidupnya,disaat itu hanya ada Wulan disisinya,namun saat kuliah mereka berpisah karna Wulan memilih kuliah dikampus lain,entah karna apa''?.


''Lu cerita sama gue sekarang''.Wulan menatap sahabatnya lekat.setelah pelukan keduanya terlepas.


''Gue''??.akhirnya Jasmin menceritakan semua rencananya,tak lupa wanita itu menutup pintu kamar dan menguncinya,agar Art yang dikirim Sopia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.

__ADS_1


''Ya Allah''.Wulan mengusap dadanya.''Apa lu yakin Jas''?.gue kok ngak ngeri dengan langkah yang lu ambil''.


''Entahlah Lan,yang jelas gue pikir hanya ini jalan satu-satunya,kalau ngak mungkin seumur hidup gue ngak akan tau siapa pelakunya''.


Wulan menerik tangan sahabatnya.''Lu yakin''?.entah kenapa dirinya merasa takut dengan apa yang Jasmin lakukan.''Lu sama saja masuk kedalam kandang singga''.sambungnya lagi.


''Tapi mereka semuanya baik Lan''.ucap Jasmin mencoba menenangkan Wulan,meskipun hatinya sendiri juga was-was.


Wulan menarik nafasnya panjang.''Semua tidak seindah yang dibayangkan Jas,bisa saja mereka baik didepan lu, tapi dibelakang lu''!. siapa yang tau''.terlihat sekali jika wanita itu benar-benar cemas memikirkan nasip sahabatnya.


''Lu tenang aja,gue bakal baik-baik aja kok''.Jesmin terkekeh,itu semua iya lakukan agar Wulan menjadi lebih baik.


''Jangan pura-pura kuat jika nyatanya lu lemah''.


Mendengar apa yang Wulan katakan Tangis Jasmin pecah,apa yang Wulan katakan benar, selama ini dirinya hanya pura-pura kuat. namun nyatanya dirinya tidak sekuat itu,dirinya lemah,rapuh dan sama sekali tidak berdaya menghadapi kenyataan.


''Tok..tok...tok''.


Suara pintu yang diketuk membuat tangisan kedua wanita itu reda.''Udah jangan nangis, jika memang ini menurut yang terbaik,gue akan dukung lu.seratus persen''.mengangkat kedua tangannya membuat Jasmin akhirnya mengangguk disertai kekehan.


''Maaf Nona??.terdengar suara dari luar kamar


''Bentar gue buka pintu dulu''.Jasmin bengkit berdiri,jemari tangannya mengusap air matanya dengan kasar.


''Gue aja,lu tetap didalam''.Wulan menarik pundak sahabatnya.


''Maaf ada apa ya Bu''?.tanya Wulan setelah pintu kamar terbuka.


''Eh,Nona Jasmin mana''?.wanita paruh baya itu sedikit mengintip.


''Ya Bu,ada apa''?.melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar.


''Itu Nona,bahan-bahan makanannya mau disimpan dimana,sebagian sudah bibik bersihkan''.


''Oh sebentar Bik''.Jasmin kembali menoleh pada Wulan.''Lan bilang sama Ibumu gih,gue minta tolong buat ngasi tau warga agar bisa bantu-bantu masak''.


''Lu serius''?.


Jasmin mengangukkan kepalanya.


Wulan menarik nafasnya panjang.''Ya sudah,gue pergi sekarang''.Jasmin memang dari dulu selalu keras kepala,susah dibantah jika sudah mengiginkan sesuatu.


Akhirnya dengan berat hati Wulan pergi kerumah kedua orang tuanya,tak lupa wanita manis itu menghubungi Bayu untuk meminta Izin, bahwa hari ini dirinya tidak bisa masuk bekerja,karna ada urusan mendadak.


Setelah memastikan Bayu menyangupi permintaannya,Wulan kembali melanjutkan langkah kakinya menuju rumah kedua orang tuanya.masih mengenakan pakaian kantor.


''Dio,Ibuk mana''?.tanya wanita itu saat melihat Dio bermain kelereng duhalaman rumah.

__ADS_1


''Ada didalam Mbak''.jawabnya masih terus bermain.


''Kenapa ngak sekolah''?.menatap tajam adik laki-lakinya.


''He..he..Dio kesiangan Kak''.balasnya diiringi kekehan.


''Kenapa bisa kesiangan''?.tanya wanita itu ketus.padahal dulu dirinya juga sering bolos.


''Yah,kan Mbak tau tadi malam Dio pulangnya larut malam''.


''Ck,siapa juga yang nyuruh kamu itu ikut-ikutan sama orang dewasa''!.sok-sok-an. kan jadi kesiangan''.Wulan bersuanggut-sunggu,namun Dio sama sekali tidak perduli,bocah laki-laki itu terus bermain kelerang,tampa mengindahkan apa yang Wulan katakan.


Teringat akan tujuannya kesini,Wulan dengan cepat melangkah menemui Ibunya didapur.


''Bu''.


''Lah,ingat pulang juga rupanya''.ketus Ibunya Wulan mencabik,putrinya itu jarang sekali pulang kerumah.Wulan lebih betah hidup mendiri dari pada dirumah kedua orang tuanya.


''Ibu jangan ngomel dulu,sini duduk''.menepuk kursi plastik yang ada disampingnya.


''Elah,kayak yang serius aja''?.celetuk Ibunya lagi kesal.


''Idih,Ibu marahnya nanti aja,ini ada yang lebih penting''.


''Iya ini Ibu duduk''.meningalkan goreng ikan yang ada dikompor.''Ada apa kayaknya serius''?.menetap putrinya lekat.


''Begini Bu,Jasmin minta tolong Wulan buat ngasi tau ibu,besok kan dia mau tunangan''.


''Hah,Jasmin tunangan''?.


''Tunggu dulu Bu,jangan nyerobot''.pinta Wulan dengan wajah kesal.


''Eh iya Maaf,lanjut lagi''.Siti Ibunya Wulan terlihat begitu semangat, meskipun Jasmin bukan putrinya,namun wanita paruh baya itu begitu menyayangi Jasmin.mengingat mereka sudah bertetangga sejak kedua orang tua Jasmin masih hidup.


''Gini,Jasmin kan mau bikin acara kenduri, ngak besar-besar sih,trus dia minta tolong sama ibu buat ngasi tau sama tetangga disekitar sini,buat bantu-ba''.belum sempat Wulan selesai berbicara Ibunya sudah hilang duluan.


''Ibu''?.pangilnya pada wanita paruh baya yang kini sudah berlari menuruni rumah.


''Tolong lihat ikan gorengnya Lan''?.pekik Ibunya dari luar.


Wulan hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah ibunya itu.Ibunya memang begitu,kalau ada acara kayak gini ya beliau yang paling semangat.kayak dia yang mau nikah aja.


🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2