
''Lu keluar aja Jas,sikampret serahin sama gue''.kata Wulan dengan wajah serius.kakinya dengan cepat mengikuti Jasmin yang kini sedang melangkah menuju jendela.''Itu bukannya Mas Ilham''?.tunjuknya pada laki-laki jangkung yang mengenakan kemeja hitam dan celana jens senada.kaca mata hitam bertenger indah dihidungnya yang mancung.menambah kesan macco dan juga tampan.''Tampan banget ya dia''?.Wulan memejamkan matanya menikmati kata tampan yang iya ucapkan.
''Gue keluar''?.pamit Jasmin membuat Wulan terkikik geli.
''Cemburu bilang aja''?.ejeknya,namun sama sekali tidak digubris sahabatnya itu,Jasmin hanya sibuk mengenakan jilbab instan miliknya,detik berikutnya langsung melangkah keluar kamar.
Menoleh kekiri dan kekanan memastikan jika Abra tidak melihat kepergian dirinya.''Aman''?.gumamnya,detik berikutnya langsung berlari menuruni tangga.
Sementara Wulan yang ada dikamar,kini sibuk menyusun bantal guling.setelahnya merasa mirip seperti manusia yang sedang tertidur.wanita konyol itu langsung menyelimutinya dengan selimut tebal,hingga tertutup dengan sempurna.
''Aman''.katanya.
''Tok..tok..tok''.
''Sayang''?.
Wulan menoleh mendengar ketukan dipintu, disertai pangilan yang membuat telingganya geli.''Sikampret datang''.gerutunya dengan nada pelan.
''Sayang,ada didalam kan''?.pangil Abra lagi.
''Ada sayang ada''.gerutu Wulan lagi,kakinya dengan cepat melangkah mendekati pintu.
''Eh Pak Abra,yang tampan sedunia''?.
"Tai"?.batinnya.
"Eh..eh..eh"?.bapak mau kemana"?.menghalangi langkah Abra dengan merentangkan kedua tangannya ditengah-tengah puntu,membuat Abra mengernyit heran.
"Saya mau masuk.mingir"?.bentaknya dengan nada kesal.
Namun Wulan tetap bergeming.
"Hey,mau kemana"?.
"Saya mau masuk,kamu ini kenapa sih"?.wajah Abra sudah mulai memerah menahan kesal,kenapa calon istrinya itu bisa memiliki sahabat seperti ini"?.mengesalkan sekali.
"Jasminnya tidur Pak Abra yang tampan,tu"?.menunjuk tempat tidur.
Abra langsung melongok mengikuti arah yang ditunjuk Wulan."Tapi saya ingin membawanya makan siang"?.
"Oh iya tadi dia bilang sama saya,kalau Bapak datang dia minta belikan makanan"?.kesempatan batin Wulan.
__ADS_1
Abra mengernyit."Benarkah"?.tanya laki-laki itu heran.pasalnya Jasmin sama sekali tidak pernah meminta dirinya membelikan makanan.
Wulan mengangukkan kepalanya."Yup,benar sekali"?.dia minta belikan seafood sama ayam panggang taliwang"?sambungnya lagi mencari kesempatan.
Abra mengangukkan kepalanya."Ya sudah, kalau gitu"!.katanya,dengan wajah lesu.kenapa susah sekali dirinya mendapatkan cinta dan perhatian seorang Jasmin,iya tau jika selama ini Jasmin tidak benar-benar tulus padanya,namun dirinya berjanji apa pun yang bisa membuat Jasmin selalu ada disisinya akan iya lakukan.setelahnya Abra langsung melangkah dengan gontai meningalkan kamar tunangannya itu.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ditempat lain.
"Mas"?.pangil Jasmin pada laki-laki yang kini sedang mengobrol dengan seorang wanita muda.
Ilham menoleh,senyum mengembang dibibirnya saat melihat penampilan Jasmin."Sayang"?.menarik wanita itu kedalam dekapan,tampa Jasmin sempat menolak."Mas rindu Dek"?.katanya."Mas senang adek mau menutup Aurat"?.sambungnya lagi.
Jasmin mendongakkan kepalanya menatap wajah laki-laki yang mampu membuatnya merasa nyaman dan aman."Kalau aku udah menutup aurat,bukankah aku juga harus menjaga jarak dengan laki-laki"?.perkataan Jasmin mampu membuat Ilham melepaskan pelukan mereka.
"Maaf Dek"?.katanya,dengan wajah gugup.
"Eh iya Mas,lain kali jangan diulangi"?.pinta Jasmin sunguh-sungguh.
Ilham terkekeh."Ok sayangnya Mas Ilham"?.apa yang Ilham katakan mampu membuat pipi seorang Jasmin merona merah.
"Mas mau ngapain manggil aku tadi"?.tanya Jasmin dengan wajah gugup.
"Iya Mas,ngak apa-apa"?.jawab wanita itu dengan wajah kikuk.entah kenapa sekarang setiap bertemu Ilham jantungnya suka berdebar tidak beraturan.padahal dulu setiap bertemu dengan Ilham rasanya biasa saja tidak ada yang aneh,apa lagi perasaan dak.. dik..duk begini,sungguh ini benar-benar perasaan aneh.
"Ayo sayang naik"?.pintanya,setelah menunggu Jasmin naik diatas jok motor gede yang iya bawa.namun wanita cantik itu hanya diam saja sambil melamun.
"Eh iya Mas"?.jawab Jasmin gelagapan.
"Lagi mikirin apa dek"?.tanya Ilham,saat keduanya sudah duduk diatas motor.detik berikutnya motor langsung melaju dengan kecepatan sedang.
"Eg-g,ngak ada Mas"?.gelagapan.
"Belum mau cerita nie"?.kepalanya menoleh sekilas.
"Ngak ada yang perlu diceritakan Mas,semuanya baik-baik saja kok"?.
Ilham menarik nafasnya panjang,ternyata wanita yang iya cintainya itu begitu keras kepala.Jasmin susah sekali untuk jujur pada dirinya.
"Adek ngak percaya sama Mas"?.suaranya sedikit meninggi untuk menyeimbangi suara motor.
__ADS_1
Jasmin menarik nafasnya panjang."Bukan begitu Mas"?.matanya mulai mengembun."Aku hanya"?.mulai terisak.
"Loh kok nangis"?.Ilham kelimpungan,matanya menoleh kekiri dan kekanan,mencari tempat untuk mereka berdua berhenti.
Saat melihat sebuah pohon besar laki-laki itu langsung menghentikan motor yang iya bawa disana."Adek kenapa"?.cerita sama Mas"?.membawa wanita itu turun dari motor dan menuntunnya menuju sebuah kursi kayu yang ada disana."Ayo duduk"?.pintanya dengan nada lembut.
Jasmin menurut,jemari tangannya mengusap air matanya kasar.
"Ini"?.Ilham menyodorkan sapu tangan miliknya yang baru saja iya ambil dari kantung celana jens yang iya pakai.
Jasmin meraih sapu tangan yang disodorkan Ilham dan mengusap air matanya kasar. begitu juga dengan ingusnya yang mulai meler.
Melihat apa yang wanita disampingnya lakukan membuat Abra terkikik geli.Jasmin sama dengan wanita pada umunya,manja dan butuh perhatian.namun karna kekejaman hidup yang iya alami membuat wanita lemah itu berusaha tegar meskipun sulit.
"Kenapa ketawa"?.kesalnya dengan wajah merengut.
"Ngak sayang,Mas hanya lucu aja ngeliat Adek nangis kayak anak kecil"?.mengusap kepala Jasmin yang ditutupi hijap lembut.
"Mas jahat"?.memukul pundak kokoh laki-laki yang ada disampingnya dengan wajah ditekuk.
"Eh jangan marah,adek udah dewasa bukan anak kecil lagi,ayo cerita anak manis"?.godanya lagi membuat Jasmin semakin merengut.
Melihat wajah kesal Jasmin,bukannya membujuk,Ilham justru tergelak."Uuuhhh sayangnya Mas"?.mencubit pipi putih mulus wanita disampingnya dengan gemes."Cantik banget sih sayangnya Mas Ilham ini"?.godanya lagi.
"Iiisss..pede"?.siapa yang mau cobak"?.kembali memukul lengan Ilham.
Membuat laki-laki itu lagi-lagi tergelak."Adeklah,masak iya Wulan"?.celetuknya asal.
Mendengar nama Wulan disebut.Jasmin jadi ingat Abra,bagai mana kabarnya laki-laki jahat itu sekarang"?.yang pasti sekarang Abra sudah mendatangi kamar miliknya,itu pasti.
Apa yang akan dilakukan Wulan agar dirinya tidak sampai ketahuan"?.
Ah terserah-lah.ketahuan juga tidak masalah,toh sangsinya hanya batal memberikan saham lima puluh persen,yang pasti dirinya masih bisa membalas Abra dengan cara lain,mau bagai mana lagi,dirinya juga ingin bertemu Ilham,entah kenapa dirinya juga merindukan wajah laki-laki manis itu.
"Sayang kok melamun"?.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.