
''Daerah jawa barat''.
''Hem,jauh ya Mas''.
''Apa kamu mau menunggu Mas''?.entah kenapa Ilham bisa bertanya seperti itu,padahal sudah jelas dirinya melihat Jasmin sekarang dekat dengan laki-laki lain.namun entahlah"!. hatinya mengatakan bahwa Jasmin cocok untuk dirinya.
''Aku tidak bisa berjanji apa-apa Mas''.jawab Jasmin diiringi tarikan nafas yang panjang.''Jujur saja untuk saat ini aku belum bisa berpikir sampai kesana Mas''.
''Kenapa''?.
''Ada sesuatu yang harus aku selesaikan''?.
''Kasi tau Mas,siapa tau Mas bisa bantu''.memutar tubuhnya hingga menghadap Jasmin.
Jasmin mengelang.''Aku rasa,setelah Mas tau semuanya Mas akan membenciku''.
Ilham mengerutkan keningnya binggung.''Katakan saja,aku seorang tentara tidak akan melanggar janjiku''.
Jasmin menarik nafasnya panjang.apakah ini saatnya dirinya berbagi dengan orang lain, selain Wulan"?.matanya melirik Ilham sekilas.
''Percaya sama Mas''?.Ilham meyakinkan Jasmin,agar mau berbagi dengan orang lain. agar masalah yang wanita itu hadapi tidak begitu menyakitkan
"Tolong jangan ceritakan semua ini pada siapa pun Mas"?.pintanya dengan wajah memohon.entah kenapa hati kecilnya mengatakan dirinya harus menceritakan semuanya dengan Ilham,laki-laki yang baru saja iya kenal.
Ilham menganguk.''Jangan kawatir''?.wajahnya meyakinkan Jasmin bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Akhirnya Jasmin menceritakan semua yang pernah iya alami ,namun tidak rencananya untuk mencari tau pelakunya.apa lagi mengatakan jika dirinya mencurigai Abra,karna belum tentu juga laki-kaki itu pelakunya,biarlah dirinya sendiri yang menyelidiki Abra,mengingat laki-laki itu dan keluarganya sudah baik dengan dirinya. tapi andai Abra terbukti pelakunya''!.entah apa yang akan iya lakukan pada laki-laki itu''?
Tangan Ilham terkepal menahan emosi.''Ya Allah''.Ilham mengusap dadanya yang ikut sesak,mendengar penjelasan Jasmin.lengan kokohnya menarik tubuh ringkih wanita itu dalam dekapan.
''Sekarang Mas tau,kenapa aku menolak siapa pun yang mengiginkanku''?.bersusah payah dirinya menahan tangis,akhirnya pecah juga.
Ilham menarik nafasnya panjang.kepalanya mengelang.''Cinta bukan hanya sebatas selaput darah''.kata yang mampu membuat Jasmin binggung.
''Maksudnya''?.tangannya mendorong dada bidang Ilham.kepalanya mendongak menatap wajah manis laki-laki itu.
''Mas mencintaimu atas nama Allah''.
''Cie..cie Mas sekarang sudah pintar mengombal ya''?.entah kapan Bintang,Bayu dan juga Wulan sudah berdiri disana dan ada satu lagi Rian.
Mendengar suara Bintang Jasmin dengan cepat mengusap air matanya,detik berikutnya langsung menoleh kebelakang
Deg
Jasmin menatap sayu laki-laki yang diam mematung tak jauh dari dirinya.wajah Rian terlihat memerah.air mata diwajahnya menandakan bahwa laki-laki itu kini sedang menangis.
''Rian''?.Jasmin sampai tak bisa berkata-kata. mulutnya seolah terkunci.''Sejak kapan kau ada disana''?.wajahnya terlihat gugup bahkan tubuhnya bergetar.
Kaki Rian melangkah dengan pelan.
__ADS_1
''Bitang ayo ikut Kakak kedalam saja,ngak baik dengarin penbicaraan orang dewasa''Bintang yang baru saja turun dari pohon hingga mengakibatkan kericuhan,dengan kesal mengikuti langkah kaki Wulan yang membawanya pergi menuju rumah Jasmin.''Bintang tunggu disini jangan kemana-mana,Kakak harus kebelakang,ingat kamu jangan kesana''?.
Bintang menganguk,meskipun dirinya tidak tau apa yang sedang Mas dan yang lainnya bahas,namun dirinya tau aturan.
Setelah memastikan Bintang mendengarkan dirinya Wulan dengan cepat berlari menuju kebun belakang rumah.
''Siapa pelakunya Jasmin''?.terlihat nyata jika saat ini laki-laki itu benar-benar terpukul dan hancur.''Kenapa kau sembunyikan ini dariku Jasmin''?.tubuh Rian luruh ketanah dengan pandangan mendunduk dan menangis tergugu disana.
Jasmin yang melihat itu semua ikut menateskan air mata.
''Kau anggap apa aku selama ini Jasmin''?.kepalanya mendongak menatap Jasmin dengan keputus asaan.
''Maafkan aku''?.lirih Jasmin dengan nada sesegukan.
''Siapa pelakunya Jasmin''?.kembali pertanyaan itu terlontar dibibirnya, karna sejak tadi dirinya belum juga mendapatkan jawaban.
Kepala Jasmin mengelang.''Aku tidak tau''.air matanya keluar semakin deras.
Ilham yang masih ada disana menjadi serba salah,ingin menarik Jasmin kedalam dekapan"!. namun dirinya tidak tega melihat Rian yang begitu hancur setelah mendengarkan kabar ini,dari sana dirinya bisa mengambil kesimpulan,jika keduanya memiliki rasa yang sulit dijabarkan dengan kata-kata.
''Jas,ayo masuk kita bicarakan ini didalam. ngak lucu jika nanti ada yang mendengar semua ini''.benar apa yang Wulan katakan,sekarang mereka ada diluar rumah, jika sampai orang kampung tau,sudah bisa dipastikan dirinya akan dijadikan santapan gosip setiap saat.
Hidupnya akan semakin hancur jika sampai itu semua terjadi.
Akhirnya mereka semua masuk kedalam rumah.
Rian mengelang,air matanya masih sulit untuk berhenti mengalir.
''Sabar Yan,sumua ini sudah takdir,gue yakin semua kejadian ini pasti ada hikmahnya''.
...****************...
Sementara dirumah.
''Lu istirahat aja dulu Jas, gue tingal sebentar buat masak makan siang untuk kita''.
Jasmin mengangukkan kepalanya,hari ini sebenarnya dirinya pergi kekantor,namun subuh-subuh sekali Abra sudah menjemput diringa dan Wulan kemudian membawa dirinya kerumah ini,rumah milik kedua orang tuanya,Jasmin yang benar-benar merindukan rumah ini,langsung mengiyakan apa yang laki-laki itu katakan.
Setelah mengantarkan Jasmin kesini,Abra pamit pulang kerna dirinya harus kekantor,saat Jasmin ingin berangkat kekantor laki-laki itu melarangnya,Abra meminta Jasmin untuk mengambil cuti beberapa hari,sebelum hari pertunagan mereka,mengingat banyak yang harus dipersiapkan.
Malas berdebat akhirnya Jasmin menurut,siang ini Abra mengatakan Sopia akan menjemput dirinya untuk dibawa berbelanja dimall untuk persiapan pertunagan mereka nanti.
Jasmin hanya mengiyakan saja,ini adalah kesempatan baginya untuk mencari tau tentang Abra dimulai dari Sopia.
Ya Sopia pasti tau tentang putranya.
''Lu masak apa Lan''?.tak betah berada dikamar,akhirnya Jasmin keluar dan melangkah menuju dapur.
''Sambal ikan tongkol,sama tumis kangkung''.jawab Wulan sambil membesihkan ikan tongkol yang tadi pagi mereka beli.
__ADS_1
''Hem,enak kayaknya,gue bantuin ya''?.
''Lu udah baikkan''?.
Jasmin mengangukkan kepalanya.''Gue bosan dikamar terus''.
''Ya sudah terserah lu,oh ya Mas Ilham,Rian,Bintang sama Bayu mana''?.tanya Wulan karna sedari tadi wanita itu belum melihat mereka.
''Kita disini''.kedua wanita itu menoleh kearah sumber suara.
Ada Rian,Ilham,Bayu hanya mereka yang ada lalu Bintang kemana"?.
"Bintang kemana"?.pertanyaan Wulan membuat Ilham menoleh kesembarang arah.
Kemana adik nakalnya itu"?.
"Rambutan datang"?.semua mata kini melirik kearah suara.
"Ya Allah"?.Ilham mengusap wajahnya kasar.saat melihat adiknya datang sambil menenteng satu mangkok rambutan,entah kapan remaja itu pergi kebelakang''?. padahal tadi dirinya melihat Langsung bahwa adiknya itu dibawa Wulan naik kerumah.lalu"?.
Hih"?.ingin dirinya menjitak kepala adiknya itu.
"Hebat ya"?.kaki Ilham melangkah mendekati Adiknya dengan wajah kesal.
"He..he..maaf Mas''?.abis rambutannya melambai-lambai minta dipetik.lagian Bintang ngak sendirian kok".
"Kamu sama siapa"?.tanya Ilham heran.
"Sama aku dong"?.seorang bocah laki-laki kini berdiri diambang pintu dapur.
"Dio kampret,kapan kesininya"?.Bayu melangkah mendekati Dio.
Bocah laki-laki itu hanya terkekeh pelan.
"Ya udah yuk kita makan rambutan"?.Bintang meletakkan mangkuk rambutan ditengah-tengah rumah.
Sementara Rian sejak tadi laki-laki itu terus menatap Jasmin dengan wajah sayu.
Ya tuhan kenapa selama ini Jasmin tidak pernah berbagi dengannya.
"Kak Jasmin hp Kakak bunyi"?.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo 🙏🙏🙏🙏.
Tbc.
__ADS_1