Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 66


__ADS_3

''Buruan Jas"?.pangil Wulan pada sahabatnya itu.


Hari ini adalah hari pernikahan Rian dengan wanita berlama Luna,dan sekarang mereka akan menghadiri pernikahan yang akan diadakan didesa dimana Rian dilahirkan.


"Jas Buruan"?.pangil Bayu yang sedari tadi sudah menunggu mereka berdua dengan wajah merengut lelah.bagai mana tidak,sudah sejak pukul enam pagi dirinya nagkring diteras rumah ini,sampai sekarang pukul tujuh kedua wanita itu belum juga selesai berkemas.


Mengesalkan.


"Ayo"?.ajak Jasmin setelah selesai dengan kemelut hatinya yang dilanda dilema,kini wanita itu menyeret koper miliknya dan meneteng satu buah kado untuk pernikahan Rian mantan kekasihnya yang sampai sekarang nama itu masih ada dihatinya meskipun sudah tidak sebesar dulu.


"Elah Buk,kek mau pindah"?.Bayu menatap koper yang Jasmin bawa,membuat Wulan terkekeh.


"Jangan ketawa Lan,lu tau ngak Bay ini tu hampir semuanya pakaian dia"?.menunjuk Wulan dengan wajah kesal.


Wulan tergelak,membuat Bayu menatap wanita itu kesal."Idih,yang pengen nyari jodoh"?.ejek Bayu membuat Wulan mencabik.


"Ya sudah ayo katanya buru-buru"?.kakinya melangkah mendekati Mobil."Bay buka bagasinya"?.pinta Jasmin yang langsung dianguki Bayu.


"Sudah mau berangka ya''?.semua yang ada disana seketika menoleh.


Abra,kini laki-laki itu setengah berlari mendekati mereka.


"*Mau apa kutu kupret ini"?.batin Wulan.


"Sialan,ngapin dia ikut"?.batin Jasmin.


"Elah ulat keket mau kemana nie"?.batin Bayu.entah kenapa laki-laki yang satu ini begitu kesal dengan Abra"?.mungkin karna Abra sombong dan agak sedikit songong"?.tidak sedikit sih tapi banyak,jangan lupakan sifat arogan dan angkuh laki-laki itu*.


"Eh iya Mas,Mas mau kemana"?.meskipun kesal namun didepan Abra sebisa mungkin diringa pasang wajah manis. semanis-manisnya.


Ok.


"Mas ikut dong sayang"?.memasukkan koper miliknya kedalam bagasi mobil Bayu,tampa meminta izin dulu pada pemilik mobil, membuat Bayu mendengus kesal.


"Idih,yang punya mobil siapa, yang numpang siapa"?.celetuk Bayu kesal.


Abra bergeming,laki-laki itu cuek saja dan ikut masuk kedalam mobil kemudian duduk tepat disamping Jasmin.


Sementara Bayu kini menjadi supir mereka bertiga,meskipun mengerutu namun laki-laki konyol itu tetap melajukan mobil miliknya membelah jalanan kota jakarta menuju kampung kelahiran seorang Rian.


"Ini kemana lagi Jas"?.tanya laki-laki itu,karna diantara mereka hanya Jasmin yang pernah diajak Rian kerumahnya.


"Belok kiri"?.jawab Jasmin sambil mengotak atik smartphone miliknya sebagai petunjuk jalan,karna jujur,dirinya pun sudah agak lupa,mengingat sudah sangat lama dirinya tidak pernah lagi datang kekampung Rian.


"Sering main kesana sayang"?.tanya Abra setelah diam beberapa saat,terlihat jelas jika sekarang laki-laki itu menahan kesal dan cemburu.


"Sering sih engak,cuma adalah beberapa kali"?.jawab Jasmin santai,tampa perduli ada hati yang tersakiti.


Abra memalingkan wajahnya menatap keluar jendela,memandang pemandangan desa yang tidak terlalu ramai penduduknya,namun pemandangan yang ada disana mampu memanjakan mata,meskipun tak mampu meredam rasa cemburunya.


Ingin sekali dirinya menyeret Jasmin pulang,namun mengingat perjanjian beberapa hari yang lalu bahwa dirinya harus memberikan kebebasan pada Jasmin sebelum mereka sah,membuat laki-laki itu bungkam.dirinya tidak mau melanggar kesepakatan atau sahamnya lima puluh persen akan hangus.

__ADS_1


"Jas,lu pernah ngedet disawung itu kan"?.tanya Wulan asal,padahal saat pergi kekapunng Rian Wulan sama sekali tidak pernah ikut.mana dirinya tau Jasmin pernah ngedet disana.


''Pernah lah orang gue yang nemanin''?.balas Bayu nyeletuk asal,membuat tangan Abra terkepal.


''Benar sayang''?.menatap nyalang Jasmin.


Jasmin menoleh.''Itu masa lalu Mas''.jawabnya pendek.


Ilham mendengus,meskipun itu hanya masa lalu tapi dirinya tetap cemburu.


Dan itu membuatnya kesal.


''Yee..tapi masa lalu itu mengasikkan lo''?.goda Wulan lagi,membuat amarah Abra sampai keubun-ubun.


''Sayang''?.bentaknya membuat Jasmin tersentak.


''Mas membentakku''.tanya Jasmin,matanya menatap Abra nyalang.


Abra mendengus,tatapan matanya iya alihkan kembali keluar jendela,rasa kesal yang masih memenuhi hatinya membuat laki-laki itu memilih diam.agar amarahnya tidak meledak.


Sepanjang perjalanan sudah tidak ada lagi pecakapan yang ada hanya keheningan, semua yang ada disana sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Hingga tepat pukul sebelas siang mobil yang mereka kendarai sampai didepan sebuah penginapan.sengaja Jasmin menginap disebuah penginapan,agar tidak sampai menimbulkan fitnah.jika meraka memilih menginap dirumah Rian.


''Mas satu kamar sama Bayu atau nyewa kamar lain''?.tanya Jasmin setelah mereka semua keluar dari mobil.


''Sama Adek kalau bisa''.katanya disertai kekehan.


Jasmin mendelik kesal.''jangan macam-macam''.katanya.


Jasmin mengangukkan kepalanya menyetujui apa yang Abra katakan.''Ya sudah, ayo''?.ajaknya,yang dianguki oleh yang lainnya.


Selesai memesan kamar dan juga memasukkan semua barang bawaan milik mereka masing-masing,semuanya memutuskan untuk beristirahat sejenak, sebelum nanti makan siang.


''Jas''?.


Jasmin menoleh.''Apa''?.


''Lu ngajak ntu kecoa ikut''?.


Jasmin mengelang.''Engak,tapi tadi pas gue tanya,katanya sih dia juga dapat undangan''.


Wulan mengangukkan kepalanya.''Jujur gue malas banget ngeliat wajah dia''.


''Sama gue juga''.membuka hijap yang sejak tadi iya pakai,detik berikutnya langsung membaringkan tubuhnya yang lelah.


''Dreet..dreet..dret..''.


Baru saja wanita itu akan terlelap suara smartphone miliknya membuat Jasmin terusik.


''Jas,Mas Ilham''?.Wulan mengacungkan smartphone miliknya tepat didepan wajah Jasmin.

__ADS_1


''Mas Ilham''?.gumamnya lirih,tatapan matanya menatap layar smartphone miliknya tak percaya,pasalnya sudah satu bulan laki-laki itu tak pernah lagi menghubungi dirinya.


Ya benar,itu semua karna pernikahan mereka yang iya minta undur satu bulan lagi.


''Angkat Jas''!.pinta Wulan dengan semangat.


''Eh iya''.jawabnya.detik berikutnya langsung mengeser tanda hijau dilayar smartphone.


Mas Ilham.


''Dek Mas dibawah,turun sebentar sayang''.pinta Ilham dengan nada lembut.


Jasmin terdiam mencerna apa yang baru saja Ilham katakan.


Dibawah,apakah itu artinya sekarang laki-laki itu ada dibawah''?.


Mas Ilham


''Dek dengar Mas kan''?.


Jasmin menatap layar smartphone miliknya yang masih menyala,pangilan Ilham nyata,apa mungkin laki-laki itu juga nyata ada disini,ditempat ini''?.


Mas Ilham


''Dek''?.


Jasmin


''Eh iya Mas,Mas ngomong apa tadi''?.tanya wanita itu berusaha memastikan.


Mas Ilham


''Mas ada dibawah,ayo turun.atau Mas yang samperin kesana''?.


Jasmin


''Eh jangan Mas,biar aku aja yang kesana''.


Mas Ilham


''Ok sayang,Mas tunggu''.sambungan telfon terputus.


''Mas Ilham ngomong serius Jas''?.tanya Wulan tak kalah sok dan herannya sama seperti Jasmin.


''Belum tau,tapi katanya sih iya''.kakinya melanglah mengintip jendela kamar,berniat melihat situasi dibawah.


''Gimana lu mau ketemu dia,kalau sicurut itu ada disini''?.


🌟🌟🌟🌟


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Tbc.


__ADS_2