Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 105


__ADS_3

Rizal yang sedari tadi berusaha menemukan putranya seketika terlonjak kaget saat sebuah peluru hampir saja mengenai kepalanya jika saja seseorang tidak datang menarik dirinya.


"Ayo Pa"?.


Rizal tersentak mendengar suara yang sangat iya kenal."Kenapa kau bisa masuk kesini"?.katanya dengan suara pelan namun penuh penekanan.


"Marahnya nanti saja Pa,sekarang Papa mau kemana biar Jasmin antar".


Rizal mengelengkan kepalanya melihat keberanian menantu yang selama ini iya anggap lemah dan seorang wanita rumahan.


"Tolong jelaskan apa tujuan Papa kesini,jika Jasmin tidak tau apa tujuan dan dimana tujuan Papa maka itu semua bisa membahayakan Jasmin dan juga Papa,karna Jasmin kesini hanya menuruti kata hati tanpa tau tujuan"!.katanya sambil berlari menuju sebuah lorong yang begitu sempit karna dari sanalah dirinya masuk tadi,hingga sampai didalam markas yang mengerikan itu.


Dan akhirnya Rizal menceritakan apa tujuan dirinya dan angotanya ketempat berbahaya seperti ini.


Mendengar apa yang Rizal katakan membuat Kaki yang tadinya berlari kini langsung terhenti,tungkai kaki Jasmin terasa melemah tampa daya lagi untuk melangkah,apa lagi untuk berlari.


"Apa maksud Papa Mas Ilham masih hidup"!.suaranya bergetar menahan tangis.


"Jangan terlalu berharap Nak"?.laki-laki paruh baya itu tak ingin memberikan harapan yang besar pada menantunya karna dirinya juga belum tau apakah benar putranya masih hidup atau entahlah"!.


Yang jelas tadi Yongi mengatakan jika Ilham putranya memang benar disekap disini,bahkan Yongi juga menceritakan bagai mana menyedihkannya kondisi Ilham saat ini.

__ADS_1


Dan disinilah dirinya mencoba menyelamatkan darah dagingnya itu setelah tadi pagi Yongi mengatakan jika mereka harus bergerak hari ini juga.


"Ayo kita tidak punya banyak waktu"?.tak ada waktu baginya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sekarang,karna sekarang tujuan mereka untuk menyelamatkan Ilham tampa ada korban berikutnya lagi.


Sementara Jasmin hanya mampu mengikuti langkah kaki papa mertuanya itu tampa bisa mengucapkan sapatah katapun,karna hatinya saat ini sungguh belum bisa mencerna semua yang ayahnya katakan.


Apa benar suaminya itu masih hidup"?.


Entahlah,iya tak ingin terlalu berharap karna takut kecewa nantinya,yang jas iya akan berusaha mencari tau,apa lagi jika Ilham benaran masih hidup,dirinya akan mempertaruhkan hidupnya demi menyelamatkan belahan jiwanya itu.


Selama ini iya hidup dalam kesedihan bahkan iya selalu menganggap dirinya lah penyebab suaminya tiada.


"Tapi Jasmin mau ikut Pa"?.pintanya dengan wajah memelas,dirinya tak ingin bersembunyi disana seperti pengecut, sementara mertua dan juga angotanya sedang berjuang untuk suaminya.


"Tolong kali ini saja Nak,dengarkan Papa"?.Rizal menatap menantunya dengan wajah tegas.


"Tolong Izinkan Jasmin Pa"?.air mata yang sedari tadi berusaha iya tahan kini akhirnya menetes juga.


Rizal menarik nafasnya panjang melihat menantunya seperti ini membuat dirinya tidak tega."Baiklah,tapi pakai senjata ini".meletakkan senpi setangan menantunya itu.


"Ini untuk apa Pa".tangan Jasmin sampai gemetaran,sungguh seumur hidupnya ini kali pertama dirinya memegang senjata api.

__ADS_1


"Untuk jaga-jaga,kau bisa menggunakannya kan"?.


Jasmin mengelengkan kepalanya."Tidak".jawabnya singkat sehingga dengan terpaksa laki-laki paruh baya itu mengajari menantunya.


Setelah merasa semuanya siap Rizal dan Jasmin kembali melangkah menuju sebuah ruangan yang dijaga begitu ketat.


"Kita mau masuk dari mana Pa"?.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan."Disini penjagaannya terlalu ketat"?.tak ada sedikitpun rasa takut dihari wanita itu,yang ada dirinya begitu semangat untuk menghadapi penjahat yang selam ini dengan kejam memisahkan dirinya dan putranya dengan Ilham belahan jiwanya itu.


"Dor"?.


Satu tembakan lolos dari samping telingga Riza membuat laki-laki itu terlonjak kaget.kepalnya dengan cepat menoleh."Glek".meneguk slivanya dengan susah saat melihat menantunya dengan santai membidik lawan hingga tewas.


"Ayo Pa"?.


🔥🔥🔥🔥🔥


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


TBC.

__ADS_1


__ADS_2