
''Mama''?.Papa''?. tolong Abra Ma''?.Abra meraung dengan tubuh yang diseret.
''Pak lepaskan saya,Mama''?.Mama saya pingsan Pak''?.pintanya dengan nada ferustasi.setelahnya laki-laki itu mengalihkan tatapan matanya kepada sang Papa.
Sama,ternyata Adlan sekarang juga sedang tidak baik-baik saja.''Papa''?.tangis laki-laki itu pecah,saat melihat sang Papa berlimpuh dilantai granit hotel menahan sakit dengan wajah pucat pasi.
Abra langsung mengibaskan tangan polisi yang sedari tadi memegangi tubuhnya, kakinya dengan cepat melangkah mendekati Mamanya dan menghambur memeluk tubuh Sopia.
''Mama,bangun Ma''?.raungnya,jemari tangannya mengucang tubuh Sopia,berharap wanita itu akan segera sadar.
''Maaf Pak,ibu harus segera dibawa kerumah sakit''.tubuh wanita paruh baya itu langsung dibopong seseorang,begitu juga dengan Adlan.
Abra yang melihat itu semua semakin meraung putus asa.ingin rasanya iya mengakhiri hidupnya sekarang juga.namun sekarang bukan saat yang tepat bagi dirinya menyerah.karna masih banyak yang harus iya urus dan iya selesaikan.
Wartawan yang diundang Abra untuk menyiarkan pernikahan mewahnya,kini justru menjadi bumerang baginya,beberapa stasiun televisi langsung menyiarkan apa yang terjadi disana.membuat laki-laki itu semakin hancur dan terpuruk.bahkan bisnis sang Kakek terancam bangkrut.
''Buk''.
Satu tendangan langsung Abra dapatkan dari seorang wanita yang begitu amat iya cintai, hingga kini laki-laki yang sejak tadi menunduk dilantai itu langsung tersungkur.
''Bangun bangsat,lawan aku.jangan hanya diam seperti pecundang,ayo,mana keberingasan yang biasanya kau banggakan''?.pekik Jasmin dengan penuh emosi.
''Sabar bro''.Yongi langsung menarik lengan sahabatnya,saat laki-laki itu berniat ingin melerai sang istri.
''Tapi Ngi''?
__ADS_1
''Uda,Abang disini aja dulu''.
''Ngi,tolong minta para ajudan untuk mengusir semua tamu yang ada disini,termasuk wartawan''.
Sengaja Ilham melakukan itu semua,karna walau bagai mana pun lawan Abra adalah istrinya sendiri,sebagai seorang suami dirinya tidak ingin istrinya dipermalukan didepan publik.
''Baik Kapten''?.Yongi langsung mengikuti apa yang atasannya itu katakan.kakinya dengan cepat mendekati para ajudan yang berjejer rapi disana.
Sementara Ilham,laki-laki itu masih setia memantau sang istri.
''Maaf Mbak''?.seorang polisi maju kedepan untuk melerai Jasmin,namun wanita itu dengan cepat buka suara.
''Oh,Pak Abra yang terhormat,sekarang anda berlindung dibawah ketiak polisi''?
cibirnya berdecih.
Mendengar apa yang Abra tanyakan sontak membuat tawa Jasmin pecah.''Apa kau pikun''?.kakinya melangkah mendekati Abra, satu tangannya mengangkat dagu laki-laki itu dengan tatapan jijik.
''Apa maksudmu''?.Abra masih berusaha berpikir, berharap Jasmin belum tau semuanya,namun sayang,saat Jasmin buka suara,rasanya roh yang ada ditubuhnya ikut terbang seiring dengan suara Jasmin yang begitu menyeyet hati.
''Gara-gara kau,kedua orang tuaku meningal''.menuding wajah Abra dengan telunjuk.
''Plak''.
Satu tamparan mendarat dipipi laki-laki itu, membuat Abra berpaling kearah lain.hingga tatapan matanya menatap Ilham dan juga Wulan.
__ADS_1
''Sialan wanita ini,ini semua pasti karna ulahnya''.batin Abra merutuki Wulan yang sebenarnya tidak tau apa-apa.
''Plak''.
Kembali tamparan Abra dapatkan hingga darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
''Itu hadiah dariku untuk kedua orang tuaku''?.dan ini''?.menarik kerah jas yang laki-laki itu kenakan.
''Buk''.
kembali menendang perut Abra,membuat laki-laki itu meringkuk menahan sakit.
''Itu hadiah dari Suamiku yang ingin kau bunuh''.
Abra mematung mencerna apa yang wanita didepannya katakan.''Suami''??.lirihnya dengan nada pelan.
Jasmin tertawa mengejek.''Ya,apa kau senang karna sekarang aku sudah menikah,dan kau Pak Abra yang terhormat,sudah memaksakan kehendakmu pada wanita yang sudah bersuami''.
Abra mengelengkan kepalanya,tawa getir terbit dibibirnya yang tipis.''Lelucon apa ini''?.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏🙏.
__ADS_1
Tbc.