Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par37


__ADS_3

Outhor Pov


Pukul lima sore.


"Lita,gue pulang sama lo ya"?.Jasmin setengah berlari mendekati Lita sahabatnya yang sudah beberapa bulan ini.


''Idih,ogah nanti Pak bos Marah''.gerutu Lita yang disambut Jasmin dengan wajah masam.


''Kalau ngak dikasih bilang aja''.lirihnya dengan wajah merengut.


Lita terkekeh.''Gue takut nasip gue sama kayak si lampir yang nyiram pakaian lu kemaren''.


''Maksud lu''?.


''Naik dulu,nanti gue ceritanya sambil jalan''.


''Jadi dikasi nie''?.


''Ya iya,apa sih yang ngak buat lu''.


''Ok''.


''Sayang''.belum sempat Jasmin mendaratkan bokongnya dikursi penumpang.Abra sudah berlari dengan wajah kesalnya.


Ingin Jasmin menjitak kepala bosnya itu, seharian ini dirinya dijadikan bahan gosip Karyawan.apa Abra tidak puas membuatnya tersiksa''?.


Sialan.


''Tu kan,makanya gue malas ngajak lu pulang bareng''.


''Jalan aja Lit''.pinta Jasmin yang malas menangapi Abra.


Lita menoleh kebelakang.''Trus Pak Abranya gimana''?.


''Ngak gimana-gimana biarkan saja,ayo buruan''.


''Gue ngak berani Jasmin''.


''Ck''.Jasmin berdecak,pantatnya yang sudah nagkring diatas jok motor.akhirnya turun kembali.


''Sayang kenapa ningalin Mas''?.


Ah,rasanya Jamsin ingin muntah mendengarnya.


''Ayolah Pak,saya hanya mau pulang barang Lita boleh ya''?.mengombal dan berusaha membuat mimik wajah senyedihkan mungkin.


''Mas Abra plis''?.mohonnya lagi,berharap kali ini Abra berbaik hati padanya.


Melihat wajah Jasmin yang memelas membuat Abra terkekeh.''Ya sudah sana,tapi kali ini saja.besok-besok ngak boleh lagi,oh ya,rumah kedua orang tua kamu sudah bisa ditempati''.


Jasmin yang awalnya memasang wajah memelas kini menatap Abra tak percaya.''Jangan becanda Pak''?.memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


Mendengar pangilan Jasmin Abra hanya bisa tersenyum masam.''Lho kenapa Mas harus becanda''?.ini''?.menyodorkan sertifikat rumah dan menarik telapak tangan Jasmin.''Ini milikmu,hadiah pertunagan kita nanti,Mas mau melamarmu dirumah itu.nanti semua yang kamu butuhkan akan mas kirim kesana,Mama juga bilang akan mengurus semuanya''.Abra menatap wajah Jasmin yang sudah dipenuhi air mata.''Kenapa menangis''?. apa kau tidak menyukai hadiah yang Mas berikan''?.atau kau ingin yang lain,katakan saja,Mas akan menuruti apa yang kau mau''?.Abra sudah mulai kelimpungan melihat tangisan Jasmin semakin pecah.


''Sayang,Mas salah apa''?. ayo katakan''?.meraih wanita itu kedalam dekapan.jemari tangannya mengusap pungung Jasmin lembut.''Katakan,kenapa kau menangis''?.


''Terima kasih Mas''?.suaranya terbata-bata, membuat Abra melepaskan peluaknnya pada tubuh Jasmin.


''Apa kau senang''?.menatap wajah itu lekat.


Jasmin menganguk.''Iya''.lirihnya, jemari tangannya memeluk sertifikat rumah kedua orang tuanya erat.seakan takut hilang.''Terima kasih''.sambungnya lagi.

__ADS_1


''Kenapa berterima kasih terus,sudahlah,itu hanya hadiah kecil dari Mas''.


''Saya boleh pindah kesana''?.bertanya dengan wajah polos,hingga Abra menjadi gemes melihatnya.


Abra mengangukkan kepalanya.''Boleh sayang''.


Lita yang masih ada disana ikut meneteskan air mata haru.


''Oh ya,tadi katanya mau pulang sama Lita,jadi ngak''?.atau mau pulang sama Mas saja''?.


Jasmin menoleh pada Lita''Sama Lita,boleh ya"?.tak tega juga membiarkan sahabatnya itu pulang sendiri.


"Hem Ok"!.mengecup kening Jasmin lembut."Hati-hati"?.sambungnya lagi,jemari tangannya mengusap puncuk kepala Jasmin penuh sayang.


Jasmin mengangukkan kepalanya,detik berikutnya langsung menaiki motor Lita dan meleset pergi.hari ini hatinya begitu bahagia, kali pertama dirinya merasakan bahagia setelah kepergian kedua orang tuanya, sepanjang jalan senyumnya terus mengambang dibibirnya, bahkan sertifikat yang Abra berikan sedari tadi terus iya peluk.


"Lu wanita yang paling berutung yang pernah gue lihat"?.ucap Lita setelah beberapa saat keduanya diam.


Jasmin tersenyum kecut,mendengar apa yang Lita katakan,Lita tidak tau saja bagai mana sulitnya dirinya menjalani hidup.


"Mampir kemall dulu yuk,udah lama banget soalnya gue ngak pernah nongkrong dimall"?.


"Hem,gimana ya"?.tak ada salahnya dirinya memanjakan matanya untuk menghilangkan rasa jenuh dan lelah ditubuhnya."Boleh deh"?.jawab Jasmin akhirnya.kedua tangannya dengan cekatan menyimpan sertifikat rumah miliknya kedalam tas. agar tidak sampai hilang,satu buah kertas menurut Jasmin lebih berharga dari pada apa pun yang ada didunia ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pukul 5-30 wib keduanya sampai didepan sebuah Mall terbesar dikota itu.


"Ayo turun"?.


"Drett..drett...drett".


"Siapa"?.Lita menoleh melihat layar ponsel sahabatnya itu.


"Pak Abra"?.


Jawaban Jasmin membuat Lita terkekeh."Bucin banget kayaknya dia sama lu"?.menepuk pundak Jasmin lembut.


"Bentar gue angkat dulu"?.


"Ok"?.Lita masih saja terkekeh.


Abra


📲"Kalian kemana''?. katanya tadi mau pulang,kok ngak nyampek-nyampek"?.belum sempat Jasmin bersuara,Abra sudah memberondong wanita itu dengan rentetan pertanyaan.


Jasmin


📱"Maaf Pak,saya lagi dimall"?.


Abra


📲"Dimall mana"?.ketusnya.


Jasmin menarik nafasnya panjang,kenapa ada laki-laki seperti Abra"?.


Abra


📲"DiMall mana"?.kembali suara itu terdengar karna Jasmin belum juga menjawab.


Jasmin

__ADS_1


📱"Mall Ciputra Pak"?.


Abra


📲"Ok,Mas kesana sekarang"?.telfon langsung dimatikan sepihak.


"Hufh".Jasmin menarik nafasnya panjang.


"Ada apa dengan laki-laki ini"?.tapi ada baiknya aku mendekati Abra,agar bisa menemukan dary itu".batinya.kakinya melangkah mendekati Lita yang sejak tadi hanya berdiri didepan pintu Mall.


"Lit"?.menepuk pundak Lita pelan.


Lita menoleh"Udah"?.tanya wanita itu,jemarinya dengan cekatan memasukkan smartphone miliknya kembali kedalam tas.


Jasmin mengaruk kepalaku yang mendadak gatal."Maaf Lit,Pak Abra maksa ikut"?.lirih Jasmin membuat mata Lita melotot ingin keluar.


"Are you serius"?.


Jasmin kembali cengegesan"Maaf Lit"?.


"No froblem".disertai senyum Misterius."Bagus dong Jas,itu artinya malam ini kita bisa belanja dan makan geratis"?.celetuknya membuat Jasmin melongok.


"Ngeliatnya biasa aja Buk"?.menepuk pipi Jasmin pelan"Kapan lagi kita bisa morotin Pak Abra yang tajir melintir,tapi dingin dan pelit senyum itu''?.sambung Lita lagi.


"Hah".Jasmin menarik nafasnya panjang."Ternyata lu matre juga"?.ketusnya, yang dibalas Lita hanya dengan kekehan.


"Elah,dimana-mana cewek itu rata-rata matre".


Mata Jasmin mendelik."Lu aja kali"?.


"Sayang"?.


Disaat Jasmin dan Lita asik berdebat tiba-tiba saja Abra sudah berdiri dibelakang mereka berdua.


"Eh Pak,sudah sampai''?. ayo masuk kita udah lama nungguin disini,takutnya diusir satpam dikira pengemis"?.Lita langsung nyeletuk asal.


What''?.berani sekali Lita berbicara begitu''?.


"Ya sudah,ayo sayang"?.Hah,untung saja Abra tidak marah,meskipun wajahnya sedikit masam.


"Kau mau membeli apa"?.kepala Abra menoleh kekiri dan kekanan.


"Tidak tau"?.jawab Jasmin dengan wajah bingung.


"Jas kita kesana yuk"?.Lita menunjuk toko khusus menjual pakaian kantor.


"Ayo buruan,dari tadi bengong mulu".Lita langsung menarik lengan Jasmin dan membawanya ketoko yang tadi dirinya tunjuk.


Wajar Jasmin binggung,karna sejak kedua orang tuanya meninggal.ini kali pertama dirinya menginjakkan kakinya dimall lagi.terakhir kali dirinya kemall saat mencari perlangkapan untuk perpisahan karna kebetulan Jasmin ikut tari adat melayu,hingga akhirnya Jasmin dan kedua orang tuanya mencarinya sampai kemall ini karna hanya ada disini.


"Ck,kenapa dia membawa wanitaku seperti itu"?.Abra mengerutu kesal.saat melihat kekasihnya ditarik-tarik Lita sesuka hati, sungguh dirinya tidak suka wanitanya diperlakukan seperti itu.


''Kak Jasmin"?.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2