
''Huek..huek..huek''.
Seorang wanita yang tadinya berniat membantu mertuanya untuk menyiapkan sarapan pagi,kini justru berlari menuju toilet akibat mual yang mendera.
''Sayang kamu kenapa Nak''?.Ambar berlari menyusul sang menantu yang kini sudah berlari lebih dulu memasuki kamar mandi,satu tangannya mengusap punggung menantunya itu lembut.
''Eh..eh..eh''?.panik,saat melihat tubuh Jasmin luruh.namun sebelum sempat pantat Jasmin menyentuh lantai Ambar dengan cepat menyambar tubuh lemah itu dan membawanya kedalam dekapan.
''PA...PAPA...TOLONGIN MAMA PA''???.jeritnya dengan tubuh bergetar takut.apa lagi saat menampung bobot tubuh Jasmin yang jauh lebih tinggi darinya,membuat wanita paruh baya itu kesulitan.
''Ada apa tente''?.seorang laki-laki seumuran Jasmin tiba-tiba menyembul dari balik pintu kamar mandi.
''Oh ya tuhan Danu,tolong tante''?.pintanya yang langsung disetujui laki-laki bernama Danu itu.
''Dia siapa Tante''?.Danu meraih tubuh lemah Jasmin dan membopongnya menuju kamar.''Dimana kamarnya tante''?.
''Diatas''?.karna panik hingga Ambar tak mendengar apa yang Danu tanyakan.
Sudah hampir dua bulan Ilham pergi bertugas,dan selama itu pula Jasmin menangung rindu,bahkan selama itu juga suaminya tak pernah memberi kabar.apakah laki-laki itu baik-baik saja,atau entahlah''?.yang jelas posisi ini begitu sulit baginya.
__ADS_1
Danu membaringkan tubuh Jasmin diatas tempat tidur,tatapan matanya yang tajam menatap Jasmin lekat,entah apa yang kini laki-laki itu pikirkan''?.
Sementara Ambar sudah ngacir menuju kotak P3K yang ada dilantai bawah.
''Ada apa Ma''?.entah dari mana Rizal,hingga laki-laki itu tidak menyedari jika menantunya sedang pingsan.
''Jasmin pingsan Pa''.jawab wanita paruh baya itu dengan wajah kesal,kenapa suaminya pakai kelayapan pagi-pagi begini''?.untung tadi ada Danu,bagai mana kalau Danu tidak ada''?.apa jadinya dirinya dan Jasmin''?.
''Haduh ngambek''?.Rizal mengusap rambut cepaknya,detik berikutnya kaki laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah itu langsung melangkah menaiki tangga menuju kamar putranya.
''Gimana,udah sadar''?.tanya Ambar yang masuk tergopoh-gopoh kedalam kamar.
''Papa kenapa masih berdiri disitu,panggil dokter Pa''?.
Rizal yang sedari tadi mengintip kembali mengacak rambut cepaknya.''Salah lagi''?.gerutunya pelan.namun tak hayal laki-laki paruh baya itu dengan cepat melaksanakan apa yang diminta istrinya, sebelum singga betina itu kembali mengamuk.
Sementara Ambar kini sibuk mengusap telapak tangan,hidung.''Danu tolong keluar sebentar Nak''?.pintanya membuat Danu tergagap.
''Iya Tante,Danu keluar''.
__ADS_1
Setelah Danu keluar Ambar dengan cepat mengangkat kaos longar yang dikenakan menantunya,kemudian mengusap minyak kayu putih,diperut dan juga punggung Jasmin.''Aduh bangun dong sayang,Mama kawatir''?.pintanya dengan mata berkaca-kaca.
Sungguh saat ini dirinya juga sangat menghawatirkan putranya,apa lagi sudah sangat lama Ilham tak pernah memberi kabar,mereka hanya mendapatkan kabar dari markas pusat,itu semua karna ditempat Ilham bertugas sangat sulit sekali signal,ditambah lagi konflik yang terjadi,hingga putranya itu tak bisa naik gunung untuk sekedar mencari siknal.
''Lho Pa,dokternya mana''?.
''Itu Ma''?.Rizal menunjuk laki-laki berjas putih yang ada dibelakangnya.
''Oh maaf dokter,silahkan''.Ambar langsung berdiri dan mempersilahkan dokter langanan mereka untuk memeriksa sang menantu.
''Bagai mana Dokter,kenapa menatu saya belum sadar juga''?.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya lebih like vote hadiah and kemen.
maaf masih banyak typo.
Tbc.
__ADS_1