
''Akhirnya''.Jasmin menarik nafasnya lega,setelah berhasil membaringkan tubuhnya dikasur tipis miliknya dan juga Wulan,seharian ini benar-benar membuat otak dan tubuh wanita itu lelah,setelah kepulangan Abra dirinya harus menghadapi Bintang yang begitu cerewet hingga membuat kepalanya pusing.
''Jas''?.
''Hem''?.Jasmin hanya bergumam,karna jujur matanya sudah sangat mengantuk.
''Lu udah tidur Jas''?.Wulan melongok pada wajah sahabatnya itu.
''Hem''.kembali bergumam,membuat Wulan berdecak kesal.
''Jas buka dulu matanya,gue mau nanya ini''?.jemari tangannya menarik selimut yang menutupi tubuh hingga kepala Jasmin.
''Apa Lan,gue capek''?.ketusnya.
''Bentar Jas,gue cuman mau nanyak,antara Mas Ilham dan Pak Abra lu milih siapa''?.
Jasmin membuka selimut yang menutupi kepalanya.''Tau ah,belum tentu juga merekanya suka sama gue,ngapain juga gue milih mereka kayak,milih rombengen''?.celetuknya.
Wulan terkekeh.''Lu ada-ada aja Jas,tapi gue serius,tadi gue sempat ngobrol sedikit dengan Mas Ilham,dia kayaknya serius sama lu Jas''?.
Jasmin menarik nafasnya panjang.''Lu udah pasti tau apa jawaban gue Lan''.
''Ya,tapi masak iya,lu gini terus.suatu saat nanti lu harus menikah dan punya keluarga,gue yakin lu bakalan bahagia''.Wulan menoleh pada sahabatnya.''Lu ngak boleh gini terus,buka hati lu,apa lu masih cinta sama Rian''?.
Jasmin gelagapan.''Ngak tau''.
''Alah,ngak usah bohong sama gue,dari wajah lu yang memerah,gue udah tau dihati lu ini''.menunjuk dada Jasmin.''Masih dipenuhi nama Rian''.sambungnya lagi.
Jasmin menarik Nafasnya panjang.''Lan''?.lirihnya,tatapan matanya masih menatap langit-langit kamar.
''Hem''?.Wulan kembali menatap sahabatnya.''Ada yang mau lu ceritain sama gue''?.
''Entah,kenapa gue merasa suara Pak Abra mirip dengan suara laki-laki bajingan itu ya Lan''?.suaranya begitu lirih,seperti ada tekanan yang begitu berat didadanya yang sulit untuk diangkat.
''Hah''?.lu serius''?.Wulan langsung duduk.''Tapi kayaknya ngak mungkin Deh Jas,gue kok kayak ngak kenal sama dia,lagian kayaknya Abra itu orangnya baik.dia cinta banget kayaknya sama lu''.sambungnya lagi, membuat Jasmin menarik nafasnya panjang.
''Gue juga berharap gitu,tapi gimana ya''?.
''Udah deh,lupain masa lalu lu,sekarang pokus mengejar masa depan''.menepuk paha Jasmin pelan,membuat wanita itu meringis.''Sekarang lu milih Mas Ilham atau sitampan Abra''?.
''Lu apa-an sih''.mereka itu bukan jajanan pasar yang bisa dipilih-pilih,udah ah gue mau tidur,gantuk''?.menarik selimutnya hingga menutupi kepala.
''Ok,kita tidur.have a good night's sleep''?.
''Hem''?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
''Dari mana saja kamu Abra,kenapa jam segini baru pulang''?.seorang wanita paruh baya menatap putranya yang mabuk dengan wajah kesal.
__ADS_1
''Abra habis jalan Ma''.jawabnya dengan nada berat.
''Mabuk lagi,haduh''!.sampai kapan ini Abra''?.wanita paruh baya itu menarik nafasnya panjang.
''Ma,Abra mau menikah Ma''.
''Oh,bagus dong nanti Mama akan membawa Papa buat melamar Alin''?.senyumnya mengambang.membayangkan sebentar lagi akan memiliki menantu,membuatnya benar-benar bahagia.
''Bukan Ma''.
Kening wanita paruh baya itu berkerut.''Lho, bukannya kamu dekatnya sama Alin ya''?.
''Alin hanya sahabat Abra sejak kecil Ma,ngak lebih''.lirihnya dengan tubuh sempoyongan.
''Aduh kamu mabuk berat,besok aja lanjut bicaranya,sekarang kamu istirahat dulu''.Sopia membantu putranya untuk memasuki kamar.
''Abra serius Mama''.kepalanya menoleh menatap Sopia.
''Ck''.wanita paruh baya itu berdecak kesal.''Kamu ini''?.ketusnya.
''Mama dengar ngak sih Ma''?.ketus Abra terus merancau.
''Iya Mama denger,tapi besok aja kita ngobrolnya,orang kamu lagi mabuk gini''?.bersusah payah wanita paruh baya itu membantu Abra untuk masuk kedalam kamar,mengingat tubuh Abra yang tinggi tegap sementara Sopia bertubuh tidak terlalu tinggi.
''Bruk''.Sopia melampar tubuh putranya diatas tempat tidur.
Sementara putranya itu masih merancau tak jelas,membuat Sopia mengelang kesal.
Pagi menjelang.
Suara ribut yang berasal dari kamar kos yang ada disebelah mereka,membuat Jamsin dan Wulan yang masih terlalap dalam tidurnya langsung terusik.
Kedua wanita itu langsung duduk,namun dasar Wulan.setelah duduk wanita itu kembali berbaring lagi.
''Lan..bangun''?.Jasmin mengoyang-goyang pundak sahabat pemalasnya itu berharap Wulan segera bangun
''Hem,bentar Jas masih gantuk''.jemari tangannya menarik selimut hingga menutupi kepala.
''Hem,serah lu,ntar kalau telat jangan nyalahin gue''.setelah berkata seperti itu Jasmin langsung beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi,selesai mandi wanita itu langsung melaksanakan sholat subuh dan siap-siap berangkat kekantor.
''Tin..tin..tin''.
Jasmin yang baru saja selesai mengenakan sepatu miliknya,segera membuka pintu.
Matanya menyipit melihat mobil Abra sudah terparkir indah didepan kos-kosan mereka.detik berikutnya terlihat Abra keluar dari mobil.''Sayang udah siapkan''?.tanya laki-laki itu,jemari tangannya menarik kepala Jasmin dan mengecup kening wanita itu lembut.namun matanya melirik laki-laki yang kini juga bersiap-siap akan berangkat bekerja.
''Pak''?.perotes Jasmin.
''Ada apa''?.jemari tangannya meraih jemari Jasmin dan mengengamnya lembut.''Ayo''?.
''Pak jangan begini,saya ngak enak sama penghuni kos lainnya Pak''?.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan.melihat banyaknya pasang mata yang melihat kearah mereka.
__ADS_1
''Santai aja,palingan mereka iri ngeliat kemesraan kita''.celetuk Abra santai.
Jasmin mendengus,Abra memang keras kepala,laki-laki itu tidak akan pernah mau mendengarkan apa yang orang lain katakan.
''Jasmin tunguin gue''?.Wulan kini berlari sambil menentang sepatunya.
''Ck''.Jasmin berdecak.Wulan setiap hari ya begini,harus ada darama dulu,baru deh berangkat kerja.jika sekarang Jasmin naik ojek,sudah bisa dirinya pastikan Wulan akan iya tingalkan begitu saja.
Namun entah kenapa Bosnya terlihat santai dan menarik sudut bibirnya melihat kelakuan Konyol Wulan.
''Gue boleh numpangkan Pak''?.cengirnya.
''Boleh,ayo masuk,kamu kerja dimana''?.tanya Abra sambil memutari mobil dan membuka pintu penumpang disamping kemudi untuk Jasmin.
''Gue kerja diperusahaan Andika Grup Pak''?.jawabnya sambil membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya,masih dengan menenteng sepatu.
''Oh Ok''.hanya itu jawaban Abra detik berikutnya laki-laki itu langsung melajukan mobil miliknya setelah memasang safety belt sang kekasih.
''Pak Abra,ditempat Bapak ada lowongan ngak''?.kepala wanita konyol itu melongok kedepan.
''Untuk itu saya belum tau,nanti kalau ada saya kasi tau''.Abra merasa risih melihat kelakuan Wulan yang mendekatkan wajahnya tepat ditelinga dirinya.
''Kenapa mau pindah''?.tanya Jasmin akhirnya bersuara.
Wulan kembali duduk dengan wajah ditekuk.''Gue suntuk disana''?.lirihnya.
''Kenapa''?.kening Jasmin berkerut.''Bukannya lu suka kerja disana,biar bisa PDKT sama Bayu''?.
Pundak Wulan merosot.''Dia ngak suka sama gue,dia sukanya sama lu''?.lirihnya dengan nada sendu.
mendengar apa yang Wulan katakan,membuat Abra kesal,jemari tangannya mencengkram stri mobilnya kuat.
"Ah Bayu lagi,kenapa sih saingan gue semakin bertambah''?.gue harus minta Mama buat ngelamar Jasmin secepatnya.sebelum ditikung orang lain"?.batinya.
"Pak Abra kelewatan ini"?.Wulan kelimpungan saat melihat mobil Abra melewati kantor tempatnya bekerja.
Abra gelagapan."Oh iya maaf"?.
"Calm down don't worry"?.cengir Wulan disertai kekehan.
"Makasih Pak Abra,Jas gue turun ya"?.
"Iya hati-hati"?.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1