Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 62


__ADS_3

''Apa langkah yang ingin lu ambil sekarang Jas''?.kata itu keluar begitu saja setelah Wulan mendengarkan apa yang sahabatnya katakan.


Dari apa yang Jasmin ceritakan sudah jelas jika Abra bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan.apa lagi yang akan melawan seorang Abra adalah seorang Jasmin,wanita rapuh dan hidup sebatang kara.


Jasmin mengelang,untuk saat ini otaknya sama sekali belum bisa berpikir,hatinya berkali-kali menolak dan mengatakan jika Abra bukanlah pelakunya,namun sampai dirinya matipun berkata seperti itu,pada kenyataannya semuanya tetaplah sama.Abra tetaplah pelakunya.


Jasmin meraup wajahnya kasar,memikirkan ini semua mampu membuat luka lama kini kembali mengaga dan begitu sakit rasanya.


''Aku pengen sendiri dulu Lan''.pintanya tampa mau digangu.


''Tapi Jas,kalau ada apa-apa cerita sama gue Jas''?.meraih jemari sahabatnya lembut.''Lu ngak sendiri''.sambungnya lagi,membuat Jasmin mengangukkan kepalanya.''Ya sudah gue keluar,kalau ada apa-apa pangil gue,oh iya,nanti kalau lapar makan ya''?.gue udah masak''?.pintanya penuh kekawatiran,namun Wulan tak ingin memaksa,karna semakin dirinya memaksa sahabatnya itu akan semakin tertekan.


''Iya''.Jawab Jasmin singkat.


Setelah medapatkan jawaban dari sahabatnya


Wulan langsung melangkahkan kakinya keluar kamar.


''Ada apa''?.baru saja nongol didepan pintu, Bayu sudah berdiri disana dengan wajah tak kalah kawatir dari dirinya.


''Tau,gue juga pusing.lu tanya langsung aja sama dia''?.pinta wanita itu,jemari tangannya menunjuk kamar Jasmin yang sudah kembali tertutup rapat.


''Iiissss''.kesal Bayu sambil menjambak rambutnya kebelakang.''Kenapa wanita suka sekali main rahasia''?.gerutunya menahan kesal.kenapa sahabatnya itu tak pernah mau berbagi dengan dirinya''?.


''Lan,kenapa sih kalian itu suka sekali main rahasia-an,sama gue''?.kakinya melangkah dengan cepat mengikuti langkah Wulan menuju dapur.


Wulan menoleh sekilas,menatap Bayu dengan tatapan kesal.''Gue ngak tau apa-apa''?.bohongnya.jemari tangannya dengan cepet meraih wajan dan membawanya mendekati kompor.


Setelahnya wanita itu kembali melangkah mendekati kulkas,membukanya dan mengambil beberapa potong ayam dan juga bumbu-bumbu lainnya untuk membuat balado ayam,dan juga tumis kangkung,ternyata apa yang iya katakan pada Jasmin adalah sebuah kebohongan karna wanita pemalas itu sama sekali belum memasak dan sekarang baru akan memasak.


Dasar.


''Elah gue dicuekin''.dumel Bayu saat melihat Wulan sama sekali tidak mengindahkan apa yang dirinya tanyakan,alhasil Bayu hanya bisa meraih kangkung dan membantu Wulan memotongnya hingga selesai


Wulan bergeming,wanita itu hanya sesekali melirik Bayu,sudut bibirnya tertarik saat melihat Bayu memotong kankung dengan wajah kesal dan jangan lupakan bibir laki-laki itu terus mengomel tampa henti.


''Tok..tok..tok''.


Pintu rumah diketuk,membuat kedua manusia itu seketika saling tatap.


''Ada tamu,buka pintu''.pinta Wulan yang dijawab Bayu dengan dengusan kesal.


''Giliran yang beginian nyuruh gue''.ketusnya,namun tak hayal kakinya tetap melangkah melakukan apa yang Wulan pinta.


''Klek''.

__ADS_1


Mata Bayu menyipit heran saat melihat laki-laki berjas rapi yang berdiri didepan rumah,tepatnya diteras rumah.


''Jasmin sayang''?.tampa mengucapkan sepatah katapun Abra langsung menerobos masuk,membuat Wulan yang sedang menutup kepalanya dengan dandang segera menoleh.mata wanita itu membulat terkejut,tubuhnya berkeringat dan.


''Auuuwww''.Wulan langsung terpekik saat minyak yang iya gunakan mengoreng ayam terbang mengenai wajahnya yang mulus.


''Aduh njir,sakit''?.pekiknya disengaja dan berharap apa yang iya lakulan bisa didengar Jasmin yang sejak tadi mengurung diri dikamar,mencari wangsit pembalasan apa yang pantas untuk laki-laki menjijikkan seperti Abra.


''Cih''.berdecil pelan.dan membuang ludahnya kesembarang arah,saat melihat Abra melewati dirinya begitu saja,entah kenapa semakin hari sifat arogan Abra semakin terlihat.


''Dasar laki-laki pecudang''!.umpatnya begitu pelan.


''Heh,ngapain dia kesini''?.Bayu mencolek pundak Wulan membuat wanita itu seketika menoleh.


''Mana kutahu''.jawabnya malas.


''Jasmin kamu didalam sayang''?.


Mendengar pangilan Abra yang begitu lembut pada Jasmin,membuat Wulan seolah-olah ingin muntah membuat Bayu heran dan bertanya.


''Lu hamil''?.


''Tuk''.satu ketukan wajan yang sejak tadi iya pegang membuat Bayu mengusap kepalanya yang sakit.


''Sayang''.


Wulan dan Bayu seketika menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka dan suara Abra memangil Jasmin diiringi pelukan yang mungkin membuat Jasmin begitu jijik,bahkan dirinya yang hanya melihat saja merasa begitu jijik dan ingin muntah.


Leby Wulan.


"Pembalasan dimulai"?.batin Jasmin,senyum licik terbit dibibir tipisnya.


Rasa jijik pasti ada,namun untuk sekarang alangkah baiknya ditahan dulu,karna itu lebih baik dari pada dirinya harus melawan Abra dengan kekerasan apa lagi dengan kekuasaan.karna dengan cara itu semua sudah bisa dipastikan dirinya akan kalah.


"Sayang,apa kau baik-baik saja"?.Abra memutar-mutar tubuh wanitanya itu.tatapan matanya mengintari seluruh tubuh Jasmin.


"Yah,seperti yang Mas lihat.aku sudah baikan sekarang"?.merentangkan tangannya setelah pelukan mereka terlepas,rasa jijik dan keinginan membunuh sudah pasti ada,namun Jasmin mencoba untuk menahannya agar rencana pembalasannya bisa sempurna.


Mungkin pembalasan ini tidak sebanding dengan apa yang sudah Abra lakukan,tapi paling tidak dirinya yakin apa yang iya lakukan akan berhasil membuat hati Abra terluka dan juga malu.


"Abis nangis sayang"?.jemari tangannya meraba wajah sembab Jasmin,membuat wanita itu begitu jijik dan risih.


"Ingin sekali kupatahkan jarimu bajingan tengik"?.batinya begitu geram.


"Ah tidak,aku hanya sedang merindukan Emak dan Abah"?.senyum keterpaksaan tercekat indah dibibirnya,seringnya berbohong membuat kemampuan wanita itu kini bertambah.wajahnya terlihat begitu normal tampa dibuat-buat.membuat Abra percaya dengan mudah dengan apa yang Jasmin katakan.

__ADS_1


"Tin..tin..tin..".gila Wulan kumat.


Kini wanita Konyol itu memutari Jasmin dan Abra,sambil membawa wajan yang berusi ayam balado.


"Ayo makan,Wulan yang cantik itu sudah masak enak"?.ucapnya dengan penuh semangat.


"Ok,ayo makan"?.Bayu yang sedari tadi kebingungan melihat kelakuan Absurd sahabatnya itu,juga mengikuti apa yang Wulan lakukan sekarang.


''Sayang ayo makan''?.menarik jemari Jasmin seperti biasanya.membuat Wulan yang kini melangkah dibelakang mereka mencibir kesal.


''Ayo silahkan-silahkan,cicipi masakan terenak didunia''.celetuk Wulan asal.''Itu kata gue sih''.sambungnya lagi,sambil menyiapkan nasi,piring dan berbagai peralatan yang biasa digunakan untuk makan.


''Ayo Mas,makan''?.Jasmin meraih piring kosong dan mengisinya dengan banyak nasi,beserta lauk.


Abra menatap piring yang disodorkan Jasmin dengan tatapan horor.sungguh itu bukan porsi makan seorang Abraham,porsi makan sebanyak itu lebih cocok untuk porsi makan kuli,bukan seorang laki-laki.yang selalu menjaga tubuh seperti dirinya.


''Sayang ini terlalu banyak,kita makan bertiga saja kayaknya ngak akan habis''.menyodorkan piring itu kembali pada Jasmin.


''Ayolah Mas,makan ini enak lho''.Jasmin meraih sendok dan mulai menyuapi laki-laki itu.


"Mampus"?.batin ketiga yang ada disana.


"Sayang,udah kenyang"?.mendorong sendok yang kembali disodorkan Jasmin.


"Masih banyak Mas"?.


"Tapi Mas kenyang sayang,begah jugak"?.lagi-lagi tangannya mendorong sendok yang akan disodorkan Jasmin


"Yah,padahal membuang makanan itu ngak baik lho"?.


Abra meringis mendengar apa yang Jasmin katakan.


Sementara Bayu dan Wulan yang sedari tadi hanya menjadi penonton,bersusah payah menahan tawanya agar tidak meledak,saat melihat penderitaan Abra.


"Ayo Mas makan"?.


"Begah-begah deh"?.


🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2