Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 84


__ADS_3

"Apa kau ingin bebas "? .


Pertanyaan laki-laki yang ada di depannya membuat Abra tertawa lepas. "Apa aku tidak salah dengar "? . laki-laki itu memajukan kepalanya tepat di depan Ilham. "Kau serius "? . kekehan kecil yang keluar dari mulut Abra membuat Ilham kembali diliputi emosi,namun lagi lagi Jasmin meminta agar suaminya itu tetap tenang, menghadapi laki-laki seperti Abra tidak bisa dengan kekerasan, karena semakin lawan bicaranya emosi,maka Abra akan semakin senang.entahlah mungkin laki-laki yang satu ini sudah tidak waras.


''Ada satu syarat, yang harus kau turuti, jika kau ingin bebas "!!.ucap Ilham ddngan nada tegas.


Abra mendongak, tatapan matanya menatap Ilham remeh. "Paa kau membuat penawaran denganku''?.sudut bibir laki-laki itu melengkung membentuk senyum sinis.


''Ya''. kali ini bukan Ilham yang bersuara, melainkan Jasmin. "Aku tak ingin berbasa-basi denganmu, jika kau ingin bebas "? .Kau harus mengikuti apa mau kami''.


Abra menatap wanita berhijab di depannya dengan senyum miring.'' Kika aku tidak mau bagaimana''?.


Jasmin menatap laki-laki itu malas, "Itu terserah padamu, tapi ingat''!. jika kau tidak mau melakukan apa yang kami inginkan,akan aku pastikan kau akan mendekam di sini dengan waktu yang cukup lama ". Kata Jasmin dengan nada sungguh-sungguhnya.


Abra terpaku, entah kenapa mendengar ancaman Jasmin membuat nyalinya seketika ciut, mungkin jika berhadapan dengan orang lain Abra akan dengan mudah menentang atau bahkan menyangkal apa yang lawan bicaranya katakan, namun jika berurusan dengan Jasmin entah mengapa lidahnya terasa kelu.bahkan bahkan hatinya susah untuk membantah.''Apa yang kalian inginkan''?. kata itu akhirnya keluar begitu saja dari bibir Abra membuat senyum di bibir Ilham mengembang. ia berharap agar masalah ini cepat selesai bukan karena apa''!!. dirinya sudah lelah menunggu kesiapan istrinya untuk melaksanakan malam pertama mereka yang sudah lama tertunda.


''Nikahi Wulan''.


Abra tersentak mendengar apa yang Jasmin katakan .''Menikahi Wulan''?. laki-laki itu membeo.''Kenapa aku harus menikahinya''?.


''Karna dia sedang mengandung anakmu''?. kata frontal yang Jasmin ucapkan membuat Abra terusentak.


namun detik berikutnya laki-laki itu terkekeh pelan, kepalanya menggeleng kemudian berkata. ''Apa kau bercanda "?. tanya laki-laki itu dengan wajah sendu.


Tanpa menjawab, Jasmin langsung menyodorkan sebuah foto USG yang baru saja ia dapatkan dari dokter tadi pagi,saat dirinya membawa Wulan periksa ke rumah sakit. ''Ini''. katanya.

__ADS_1


Manik mata Abra bergerak melihat foto USG yang terletak tepat di depan dirinya, satu tangannya meraih foto tersebut, entah kenapa saat melihat foto yang ada di tangannya hati Abra jadi tersentil.''Ini tidak benar''. Batinnya.


''Puk..puk..puk''.


Jasmin menepuk-nepuk meja yang ada didepan Abra.''Bagai mana,apa kau bersedia''?.meraih foto yang ada ditangan Abra,membuat laki-laki itu mendongak.''Jika kau tidak mau,maka kau akan mendekam disini untuk waktu yang sangat lama''.


''Apa buktinnya jika itu anakku''?.Abra tak ingin kecolongan,iya sadar waktu meradupaksa Wulan wanita itu masih virjin,namun siapa tau wanita itu pernah tidur dengan laki-laki lain setelah dengan dirinya,Abra tak ingin dibodohi untuk hal itu,meskipun dirinya akui ada perasaan aneh yang menelusup hatinya saat melihat foto bayi yang sama sekali belum terlihat bentuknya.


''Plak''.


Satu tamparan mendarat dipipi laki-laki itu membuat wajahnya langsung menoleh kesamping.


''Kau pikir Wulan wanita yang seperti itu''?.Jasmin yang mendengar sahabatnya direndahkan langsung emosi.satu tamparan tlak mendarat dipipi laki-laki berensek itu.


''Sabar dek''?.Ilham menuntun istrinya agar kembali duduk.''Ini kantor polisi sayang,bicaralah baik-baik''?.katanya lagi.


''Maaf waktu kunjungannya sudah habis''.seorang polisi yang tadi menjemput Abra kini kembali datang setelah beberapa saat meningalkan mereka.


''Tapi Pak saya belum selesai''.Jasmin menoleh pada laki-laki berseragam polisi itu.''Beri kami waktu sedikit lagi Pak''?.pintanya dengan nada memelas.


''Pak bisa kita bicara sebentar''?.Ilham bangkit berdiri dari duduknya,detik berikutnya laki-laki itu langsung melangkah mendekati polisi yang berjaga.terlihat kedua laki-laki itu berbicara entah apa hanya Ilham dan polisi itu yang tau,hampir lima menit keduanya berbicara namun setelahnya Ilham kembali mendekat,dan pulisi yang bernama Safrisal itu kembali melangkah menjauh.


''Silahkan sayang,kita punya waktu sepuluh menitan,jika laki-laki bodoh ini masih tidak mau bertangung jawab,lebih baik carikan saja laki-laki yang mau menikahi Wulan,aku yakin ada yang mau.setelah Wulan lahiran anak itu kita serahkan saja kepanti asuhan.biarkan saja anak bajingan ini tau bagai mana rasanya rerlantar karna keegoisan Papanya sendiri''.sengaja Ilham mengatakan itu semua agar Abra bisa berpikir lebih cepat,tidak bertele-tele.karna jujur iya malas ada didekat Abra,apa lagi saat melihat mata laki-laki itu selalu menatap lekat istrinya.


Ingin sekali Ilham mencongkel mata laki-laki maniak sek didepanya ini.

__ADS_1


''Apa maksudmu''?.Abra langsung berdiri,wajahnya memerah menahan kesal mendengar apa yang Ilham katakan.


Ilham menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.ternyata pancingannya berhasill,Abra terpancing.''Ya seperti apa yang kau dengar''.jawabnya acuh.''Ayo sayang kita pulang,percuma bicara dengan laki-laki ini''?.menarik lengan istrinya.


''Lho bukannya kita masih diberi waktu ya''?.Jasmin panik,wanita itu masih belum mengerti apa yang kini suaminya inginkan.


''Sudahlah,ayo pulang.dia tidak akan mau''.masih menarik istrinya.


''Tapi kita belum selesai Mas''.Jasmin kekeh pada pendiriannya,bahkan wanita itu berusaha keras agar Ilham tak dapat membawanya keluar dari kantor polisi.


''Sudahlah,kau tenang saja aku punya teman yang bisa kuminta batuan.aku yakin dia akan bersedia menikahi Wulan yang cantik itu.toh nanti setelah lahir anaknya akan dibaung''.lagi-lagi laki-laki itu berbicara asal,membuat kuping Abra panas


''Aku mau menikahi Wulan''.jawabnya tampa pikir panjang,sungguh yang ada dipikiran Abra sekarang,seorang bayi yang baru lahir akan dibuang ditempat sampah dan akan dipungut pemilik panti.laki-laki itu mengelangkan kepalanya untuk membuang pikiran bodohnya sendiri.''Aku akan menikahinya''.sambungnya lagi dengan suara lebih keras.


Jasmin melongok.''Kau serius''?tanya wanita itu semberi menatap Abra tak percaya.


Abra menganguk lemah.


Sementara Ilham tersenyum lebar,dalam hatinya tertawa lepas mentertawakan kebodohan Abra,dan mentertawakan kemenangan dirinya yang berhasil mengelabui Abra.''Dasar laki-laki bodoh''.batinnya mengumpat.


''Ah sukurlah''.Jasmin meraup wajahnya dengan telapak tangan,sebagai tanda sukur.''Ayo pangil penghulu dan Wulannya Mas''.


🍇🍇🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya Like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.


Tbc.


__ADS_2