
"Dek ini minumnya"?.Jasmin menoleh saat mendengar pangilan yang bagitu iya rindukan,namun saat melihat siapa yang ada disamping senyum dibibirnya surut seketika.
Danu,kini laki-laki tampan memiliki kulit putih bersih itu kini sedang berdiri disampingnya,senyum manis tersungging dibibir tipisnya yang kemerahan.
"Aku ngak haus"?.jawab wanita itu ketus."Mama mana"?.tanya Jasmin saat melihat mertuanya sekarang sudah tak ada lagi disampingnya.
"Oh..Tante ketoilet sebentar,Ini"?.menyodorkan minuman yang sudah diminum setengah saat Jasmin diperjalanan tadi.
"Aku ngak haus".ketus wanita itu menjawab.
"Kamu kok galak amat sama Abang"?.heran Danu,tatapan matanya menatap hamparan lapangan yang kini sudah dipenuhi beberapa ibu-ibu Persit.
"Sejak kapan aku harus memangilmu Abang''?.ketus wanita itu tampa menoleh.
Danu menoleh,matanya melirik wanita cantik yang ada disampingnya."Oh jadi karna itu jadi berubah jutek, Ok seenaknya kamu aja,jadi aku harus manggil apa dong"?.
"Terserah"?.kaki wanita itu dengan cepat melangkah pergi membuat Danu melongo.
"Terserah,tadi dipangil Adek marah"?.gerutunya namun tak hayal kakinya juga ikut melangkah mengikuti wanita itu."Tante kemana lagi"?.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan."Tente disini".saat melihat Ambar celingukan mencari mereka Danu dengan cepat melambaikan tangan.
"Oh iya".Ambar melebarkan langkahnya mendekati mereka saat matanya menangkap sebagian pasukan sudah mulai keluar dari helikopter.
"Dimana Mas Ilham Ma"?.mata wanita itu celingukan mencari kesegala arah.
Mendengar pertanyaan Jasmin Membuat Ambar tersentak,tatapan matanya melirik Danu sekilas.
"Eg-Dek"?.belum sempat Danu menyelesaikan ucapannya Jasmin sudah berlari menuju tengah lapangan,tepatnya dimana kini para angota kini mulai berduyun-duyun turun dari Halikopter
"Aduh"?.spontan laki-laki muda itu menepuk keningnya sendiri,belum sempat keterkejutannya hilang Ambar tak kalah kencang berlari menyusul sang menantu."Ah kenapa mereka berdua malah lomba lari disini"?.celetuknya tampa berpikir dulu,detik berikutnya laki-laki itu juga ikut berlari."Hallo permisi"?.ucapnya saat langkahnya dihalangi oleh dua sejoli yang sedang berpelukan melepaskan rindu yang lama terpendam, karna tugas yang harus mereka jalani hingga mereka harus berpisah.
__ADS_1
"Ya tuhan"?.frustasi laki-laki itu berbelok kejalan lain,karna sudah menunggu beberapa saat,bukannya minggir.kedua pasangan muda itu malah menangis haru.
Kepala Danu celingukan mencari dua wanita beda generasi yang menjadi tangung jawabnya saat ini."Kemana mereka"?.kepalanya menoleh kesana kemari."Habislah aku dihajar Om Rizal kalau kedua wanita itu hilang"!.masih berbicara sendiri hingga telinganya menangkap suara yang sangat iya kenal.
"MMMMAAASSS Ilham"????...
Pantas saja Danu sampai pusing mencari Jasmin dan Ambar,ternyata kedua wanita itu kini sedang berada didalam Helikopter.
Rizal yang sejak tadi masih duduk dengan kepal menunduk dikursi seketika menoleh saat mendengar suara menantunya,hatinya mencolos melihat binar dari mata Jasmin.
'Tuhan apa yang harus aku katakan'?.hatinya.bergemuruh hebat saat melihat menantunya melangkah mendekati dirinya.
"Papa mana Mas Ilham,Kenapa dari tadi Jasmin tidak melihatnya"?.mata wanita itu masih celingukan."Apa Mas Ilham bersembunyi Papa"?.Senyum terbit dibibirnya."Ah aku tau,pasti dia ingin membuat kejutan padaku kan Pa"?.menarik nafasnya panjang."Padahal tadinya Jasmin ingin memberikan kejutan padanya"?.pundaknya langsung merosot,seiring dengan buliran buning yang menganak sungai dari mata Rizal.
Melihat suaminya meneteskan air mata hati Ambar semakin hancur,wanita paruh baya itu sudah bisa menebak apa yang sudah terjadi.
"Bruk".
Bersusah payah wanita paruh baya itu untuk menguatkan hatinya,nyatanya iya tetap lemah jika dihadapkan dengan kenyataan seberat ini.kehilangan putra semata wayangnya merupakan pukulan terberat dalam hidupnya.
"Mama kenapa Ma"?.Jasmin yang melihat mertuanya pingsan langsung melangkah mendekat,jemari tangannya menepuk-nepuk pipi cabi mertuanya lembut."Bangun Ma,tolong jangan seperti ini"?.isaknya begitu pilu."Bantu Jasmin Ma,kuatkan Jasmin untuk menghadapi cobaan ini"?.
Rizal yang mendengar apa yang menantunya katakan sontak menoleh,satu tangannya meraih pundak Jasmin dan merangkuhnya."Sabar Nak"?.lirihnya begitu menyesakkan.iya tau menantunya itu begitu terluka sekarang,pernikahan yang baru seumur jagung harus kandas dengan kepedihan yang begitu mendalam.iya tau Jasmin begitu terpukul namun wanita kuat itu mencoba untuk tegar.
"Mas Ilham pasti pulang kan Pa"?.
Nafas Rizal tercekat,apa yang harus iya jawab"?.
"Ya allah Tente kenapa Om"?.Danu yang baru saja sampai dengan cepat berlari mendekati mereka diikuti Yongi.
__ADS_1
Rizal mendongak."Bantu Om Danu"!.pintanya yang langsung diikuti keponakannya itu.
"Bang Yongi Mas Ilham mana Bang"?.Yongi yang baru saja menaiki tangga seketika berhenti.
"Bang Yongi,Kenapa diam saja Bang"?.
"Maafkan Abang Jasmin"?.air mata laki-laki itu mengembun."Ini semua salah Abang".pundaknya merosot diiringi jeritan Jasmin yang pilu detik berikutnya wanita itu-pun ikut tak sadarkan diri.
"Ya Allah Jasmin"?.Danu sigap menagkap tubuh istri sepupunya itu.
"Kerumah sakit sekarang Danu"!.laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Bawa mobil Yongi"?.pintanya.
Yongi menganguk,matanya melirik Danu yang begitu lembut meletakkan Istri atasannya itu kekursi penumpang.'Ada apa dengan laki-laki pleyboy ini'?.batin Yongi,otaknya langsung berpikir buruk tentang Danu.
"Jalanlah Yongi,apa yang kau pikirkan"!.
"Ah ya Maaf"!.Yongi meliril Rizal yang juga sudah duduk dikursi paling belakang, sementara Ambar laki-laki paruh baya itu letakkan kepalanya diatas pangkuan,begitu juga dengan Danu yang memperlakukan Jasmin sama dengan Rizal.
'Kalau saja Ilham ada,habis kau Danu'!.gerutu Yongi dalam hati.
Mobil melaju membelah jalanan yang mulai gelap,karna kebetulan sekarang sudah hampir magrib.
"Rumah sakit terdekat saja Yongi"!.pinta Rizal dengan nada kawatir.
"Siap Mayor"!.
🍇🍇🍇🍇🍇
__ADS_1
Tbc