Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 57


__ADS_3

Sopia menatap Jasmin dengan tatapan yang entahlah,yang jelas melihat tatapan Sopia membuat wanita itu semakin curiga,dan semakin ingin mencari tau lebih dalam lagi tentang Abra.


''Ma,tolong ceritakan bagai mana Mas Abra''.meraih jemari Sopia,mata wanita itu menatap Sopia lembut.''Jasmin sebentar lagi akan menikah dengan Mas Abra Ma,Jasmin hanya ingin mengenal calon suami Jasmin lebih dalam''.semakin hari wanita itu semakin lancar berbohong.beribu-ribu kali iya memohon maaf pada Allah atas semua kebohongannya.ini semua iya lakukan karna terpaksa,kehilangan kesucian dan kedua orang tuanya bukanlah suatu hal yang kecil dan muda untuk iya lupakan meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.dan mungkin semua itu akan selalu menghantui pikirannya hingga seumur hidup.


Rasa kehilangan yang begitu menyakitkan membuat hidupnya tidak pernah merasa tenang sebelum pelakunya ditemukan.


Sopia menarik nafasnya panjang,kepalanya menoleh matanya menatap Jasmin lekat.''Mama mohon jika kamu sudah tau bagai mana Abra,mama Harap kamu jangan pernah membatalkan pernikahan kalian''.


Jasmin mengangukkan kepalanya,didalam hati wanita itu beribu-ribu kali mengucapkan maaf jika harus kembali berbohong,kebohongan akan menerima semua kesalahan Abra.jika memang terbukati Abra pelakunya"?.


"Mohon maaf aku sama sekali tidak bisa mentolerilnya Mama"?.batinya.


''Abra dulu anak yang baik dan penurut tapi entah kenapa sekarang putra Mama jadi keras kepala dan juga pemabuk''.


Jasmin membulatkan matanya.''pemabuk''?.


Sopia mengangukkan kepalanya,senyum kecut terbit dibibirnya yang merah.''Apa kamu akan benci anak Mama''?.


Jasmin gelagapan.''Egg-engak kok Ma''.jawabnya ragu.


Sopia mengusap pundak calon menantunya itu lbut.''Mama ngak akan maksa kamu buat tetap bertahan,tapi jika bisa Mama mohon tetaplah bersama Abra,entah kenapa hati kecil Mama mengatakan jika kamu mampu membuat Abra menjadi lebih baik lagi''.sambungnya lagi,tatapan matanya menatap Jasmin penuh harap.''Abra itu sebenar anak baik dan patuh juga''.mata Sopia berbinar membayangkan sosok putranya yang dulu.


''Kok bisa jadi berubah Ma''?.


Lamunan Sopia buyar,tatapan matanya menatap Jasmin lekat.kepalanya perlahan mengelang.''Mama kurang tau''.katanya.


''Apa Mama kenal Alin''?.


Sopia menganguk.

__ADS_1


Mambuat Jasmin menarik nafasnya sedikit lega,paling tidak jika dirinya tidak bisa mendapatkan info tentang Abra dirinya akan mencari info tentang Alin terlebih dahulu.


''Kenal dia sahabat Abra dari kecil''.Sopia terkekeh pelan.''Awalnya saat Abra bilang dia ingin menikah Mama kira dia bakalan menikah dengan Alin''!.taunya bukan''!.mengusap kepala Jasmin yang ditutupi hijap.''Abranya malah ngebet banget ?pengen nikah sama kamu,padahal setau Mama dia ngak pernah dekat dengan wanita lain selain Alin''.kepalanya menoleh menatap Jasmin lekat.''Kalian kenalnya kapan sayang dan dimana''?.bukan Jasmin sekarang yang mencari info malah sebaliknya.namun Jasmin tak ingin terlihat terlalu terburu-buru karna itu bisa menimbulkan kecurigaan.


"Dikantor Ma"?.jawab Jasmin apa adanya,karna memang bagi dirinya awal kenal dengan Abra saat dirinya bekerja dikantor yang Abra kelola.


"Benarkah''?.tanya Sopia lagi.


Jasmin kembali menganguk."Oh iya tante Om Adlan kok ngak pernah kekantor bukankah kantor itu milik Om Adlan"?.


Sopia menarik sudut bibirnya membentuk senyuman."Siapa bilang begitu sayang"?.tanya wanita itu lembut.


"Mas Abra Ma"?.jawab Jasmin jujur.


Kembali Sopia menarik sudut bibirnya membentuk senyuman."Perusahaan itu bukan milik Om Adlan sayang,tapi milik Abra sendiri iya sih perusahaan itu awalnya milik Papanya Mama,tapi setelah Opa dan Omanya memutuskan untuk tingal didesa,Abralah yang mengurusnya dan berkat kepintaran Abra hingga perusahaan kecil milik Opanya menjadi sebuah perusahaan besar"?.jelas Sopia panjang lebar.


"Hus..ngak boleh ngomong gitu,kita itu sama"?.Sopia menepuk pungung tangan Jasmin lembut."Minum jusnya,oh ya Abra tau kamu kesini"?.jemarinya meraih gelas Jus dan menyodorkannya didepan Jasmin.


Jasmin meraih Jus yang disodorkan Sopia dan meneguknya hingga tandas.ternyata hidup penuh drama juga selalu membuat tengorokan kering.


"Oh ya Ma,ada foto Mas Abra waktu kecil ngak"?.mengusap bibirnya bekas jus,dan meletakkan gelas kembali diatas meja.iya sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan Sopia,mana mungkin Abra tau dirinya kesini,jika Abra tau sudah bisa iya pastikan bosnya itu akan menyusul kesini.


"Maaf sayang,semua foto Abra waktu kecil sampai dewasa,disimpan Abra dikamarnya"?.


Jasmin mengerutkan keningnya."Masa sih Ma"?.Sopia menganguk.


"Yah..padahal aku pengen banget ngeliat,yuk Ma kekarnya Mas Abra"?.ajaknya sudah mulai berdiri.


"Maaf sayang,Abra selalu mengunci kamarnya jika pergi kemana-mana".ucap Sopia disertai senyum masam.

__ADS_1


"Aneh,kok dikunci"?.pertanyaan itu terlontar begitu saja tampa bisa iya tahan.


Ya memang benar-benar aneh.


"Ya begitulah Abra"?.jawab Sopia sambil mengangkat bahunya.


"Kalau begitu Jasmin boleh dong minjam kunci kamarnya Mas Abra Ma"?.


"Maaf sayang kunci kamar Abra selalu dibawa kemana pun dia pergi"?.


Jasmin tersenyum masam,ternyata mencari suatu kebenaran itu bukanlah hal yang mudah.


Sulit sekali,bahkan sudah berbulan-bulan dirinya bersabar menghadapi tingkah Abra namun dirinya belum juga mendapatkan apa yang iya cari.


Haruskah iya menyerah"?.tidak dirinya tidak boleh menyerah.


"Semangat Jasmin"?.batinya menyangati diri sendiri.


"Yah..padahal Jasmin pengen banget lho Ma mengenal Mas Abra lebih dalam lagi,Oh iya Ma dulu Mas Abra sekolahnya diSMA mana''?.pertanyaan itu muncul begitu saja saat mengingat apa yang Alin katakan waktu itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Akankah Jasmin mendapatkan apa yang iya cari"?.


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2