
Jasmin yang sudah lama tidak pernah mengunakan kemampuan bela dirinya kini dengan semangat menghajar beberapa anak buah bandit yang mereka temui,bahkan wanita itu tak segan-segan menghabisi siapa saja yang mengunakan senjata api.
"Ya Allah".Rizal mengusap dadanya yang terkejut melihat ketangkasan menantunya itu dalam berkelahi,selama ini dirinya tidak pernah menyengka,jika istri dari putranya itu benar-benar mengerikan."Dia tidak merasa ngeri sedikitpun saat menghabisi lawan"?.gumamnya lagi yang kini hanya diam terpaku tampa mampu membantu.
"Ayo Pa"!.kembali Rizal mengikuti sang menantu dengan kebodohannya,sungguh saat ini mayor yang satu ini sama sekali tidak bisa diandalkan,apa lagi membela.otaknya benar-benar buntu untuk diajak berpikir,mungkin karna terkejut mengetahui kalau menantunya itu sebenarnya begitu mengerikan,lebih mengerikan dari pada seorang tentara dalam membantai musuh.jasmin lebih cocok menjadi pisikopat.
"Dimana tahanannya Pa"?.menoleh kekiri dan kekanan.
Lamunan Rizal buyar,laki-laki paruh baya itu kembali sadar,kepalanya menoleh kekiri dan kekanan.binggung dimana dirinya dibawa Jasmin sekarang"?.
"Mayor kesini"?.tiba-tiba Yongi muncul sebagai penyelamat keduanya dari jalan yang sesat."Kemari"?.
Lagi mereka berlari mengikuti langkah Yongi yang kini membawa mereka menuju sebuah ruangan yang begitu sempit dan juga pengap."Mau apa kita kesini"?.Jasmin menoleh kekiri dan kekanan,wanita berhijab mengenakan tunik itu kini sudah benar-benar berantakan,tidak ada anggunnya sama sekali,hijap yang iya kenakan bahkan sudah tidak tentu haluan lagi."Dimana Mas Ilham"?.kakinya melangkah mencari kesana kemari."Kau mau menipu kami,kenapa kau membawa kami kesini"?.melangkah mendekat membuat Yongi spontan mundur,laki-laki manis itu meringis heran melihat perubahan pada diri wanita yang iya kagumi selama ini.
"Sabar dulu Nak,Yongi akan mengatakan sesuatu"?.Rizal menarik menantunya agar menjauh,supaya Yongi bisa kembali bernafas.dirinya tau Yongi pasti sama terkejutnya seperti dirinya saat melihat kelakuan Jasmin yang selama ini iya tutupi dengan kelembutan.
__ADS_1
Sebenarnya tidak ada kelakuan Jasmin yang ditutupi,wanita itu hanya merasa takut kehilangan orang yang iya cintai lagi,dirinya tidak mau seperti dulu lagi,saat dimana kedua orang tuanya meninggal,bahkan saat dirinya dihancurkan namun tak bisa berbuat apa-apa,dirinya sudah tidak mau begitu lagi.kali ini dirinya akan berjuang hingga titik darah penghabisan.
Demi Airon.
Jasmin manut,tatapan matanya menatap Yongi lekat membuat laki-laki itu meneguk ludahnya kasar.
"Buruan Yongi kenapa bertele-tela,kau mau kita mati konyol disini"?.Rizal yang sedari tadi berusah sabar kini juga ikutan emosi melihat kelakuan Yongi,bukannya bergerak cepat laki-laki itu hanya diam saja seperti orang bodoh.
"Dibawah kaki Jasmin Mayor"?.menunjuk lantai yang kini sedang diinjak Jasmin.
Jasmin menepuk nepuk lantai keramik yang berwarna putih kusam."Disini"?.tunjuknya.
"Iya,biar aku yang buka"!.
Jasmin mengelangkan kepalanya."Biar aku saja".jemari tangannya sibuk mencongkel keramik."Kenapa begitu sulit".gumamnya geram.
__ADS_1
"Biarkan mereka yang membukanya Jasmin,kita tidak bisa berlama-lama disini,mereka bisa saja menyerang".Jasmin mengangukkan kepalanya,dirinya bisa melawan musuh, namun tak bisa iya pungkiri jika dirinya hanya seorang wanita yang punya batasan,tenaganya mungkin kuat,tapi tak sekuat tenaga laki-laki.
"Ayo masuk"!.ajak Yongi setelah lantai dibuka.
"Sebagian jaga disini,biar Papa,Yongi dan Jasmin yang masuk kedalam".kepala semua angota yang ada disana menganguk patuh."Ayo".
Ketiga manusia itu langsung melangkah turun,bau pengap dan suasana gelap langsung menyambut mereka.bahkan berkali-kali Jasmin mau pun yang lainnya hampir tersungkur jatuh kebawah."Kenapa begitu gelap"!.Rizal mengusap keringat yang mengalir dikeningnya,ruanggan ini begitu gelap,dirinya yang baru beberapa menit disini saja sudah merasa pengap dan panas,bagai mana dengan putranya yang sudah terkurung selama bertahun-tahun disini"?.membayangkan penderitaan yang dialami putranya membuat dada Rizal sesak penuh emosi,andai dirinya bisa berhadapan langsung dengan pelaku,dirinya bersumpah akan menghabisi mereka dengan tangannya sendiri.
"Mas Ilham"???...
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
TBC.
__ADS_1