
Pertunangan sudah selesai,namun hati seorang Rian semakin tak menentu,entah kenapa setelah mendapatkan kabar dari Wulan hati yang sudah mulai memantapkan pilihan kini kembali sembrawut entah bagai mana bentuknya''?.
''Kenapa Nak,sejak tadi malam Umi lihat kamu selalu melamun''?.Arum duduk tepat disamping putranya yang sejak tadi hanya diam melamun didepan taman.
''Ngak ada Umi''.jawab Rian,kepalanya menoleh sekilas pada Uminya,detik berikutnya langsung menatap kembali pada hamparan bungga yang begitu indah dan wangi,banyak kupu-kupu yang berterbangan kesana kemari,mereka terlihat bahagia,tampa beben namun dirinya''?.
"Ya Allah maafkan hamba karna selalu mengeluh"?.batinnya.
"Umi"?.menoleh pada Uminya,tatapan matanya lembut namun penuh harap.
"Ya Nak,ada apa"?.Arum mengusap lengan putranya."Apa ada yang menggangu pikiranmu Nak"?.
"Umi,boleh Rian kembali kejakarta untuk beberapa hari"?.
Pertanyaan Rian membuat Arum menatap putranya heran."Maksudmu apa Nak"?.
Rian menarik nafasnya panjang.sejak tadi iya memikirkan ini semua,dirinya pikir setelah membakar semua kenangan tentang Jasmin semuanya akan berakhir,namun nyatanya''?. semakim dirinya mencoba melupakan Jasmin hatinya semakin terikat dengan wanita itu.
"Rian ada perlu disana Umi,tolong izinkan Rian Umi"?.menatap Uminya dengan wajah penuh harap.
"Baiklah Umi akan izinkan,tapi ingat Nak''!. jangan nodai kepercayaan Umi,Umi rasa sudah saatnya kamu melupakan wanita itu,bukannya dia yang meningalkanmu Nak"?.
Rian menarik nafasnya panjang."Ya sudah Rian berangkat dulu Umi,Rian janji tidak akan membuat Umi dan Abi malu"?.mencium punggung tangan Uminya dan langsung berlari memasuki rumah,sepuluh menit kemudian keluar lagi sambil membawa tas pugung dibelakangnya."Rian Pamit Umi"?.setelah berkata seperti Itu Rian langsung melangkah memasuki mobil miliknya dan meleset pergi.
Sepanjang perjalanan laki-laki itu hanya sibuk dengan pikirannya sendiri.ribuan pertanyaan kini berputar-putar dikepalanya."Jasmin kenapa sekarang banyak sekali teka teki dalam hidupmu"?.mencengkram setir mobilnya kuat.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga Jam,kini Rian sudah berada didepan kos-kosan Jasmin.beberapa saat laki-laki itu hanya diam saja didalam mobil dengan pikiran yang bimbang.
"Keluar ngak ya"?.gumamnya pelan.
"Keluar deh"?.akhirnya keputusan itu yang iya ambil,setelah berpikir beberapa saat,bahkan laki-laki itu sempat melakukan hal konyol dengan menghitung kancing kemeja yang iya kenakan.
Kakinya melangkah lambat menuju pintu kos."Kok sunyi,apa Jasmin sudah berangkat kekantor ya"?.pertanyaan konyol,memeng pukul sembilan Pagi sudah bisa dipastikan kini Jasmin ada dikantor.
''Haduh kenapa aku jadi bodoh gini ya"?.mengeruk kepalanya sendiri saat menyadari kebodohannya.
"Mas,Bintang ikut kerumah Kak Jasmin ya"?.
Kepala Rian menoleh saat mendegar suara seseorang.
''Iya,ayo masuk''.
Bukannya ingin menguping,tapi telingganya tak sengaja mendengar apa yang mereka katakan.''Apa Aku ikuti saja mobilnya ya''?.akhirnya setelah menimbang beberapa saat Rian memutuskan untuk mengikuti mobil laki-laki yang ada didepannya dirinya,dirinya tau laki-laki itu, namun lupa namanya siapa''?. yang jelas laki-laki ini lah yang Jasmin akui sebagai kekasihnya.entahlah,mengakui atau memang benar itu kekasih Jasmin''?.
''Lho,ini bukannya jalan kerumah Wulan''?.Rian jelas tau karna dari dulu dirinya sering kesini.
Matanya menyipit melihat mobil yang dikendarai laki-laki dan remaja tadi,berhenti disebuah rumah sederhana,namun terkesan asri.''Bukannya ini rumah Jasmin dulu''?.gumamnya.detik berikutnya langsung menghantikan mobil agak menjauh.takut jika laki-laki itu curiga dirinya membuntuti mereka.
''Kakak''?.Bintang langsung berlari memesuki rumah Jasmin,setelah mobil berhenti.
''Bintang jangan lari-lari''?.cegah Ilham.
__ADS_1
Bintang tidak perduli kakinya dengan lincah memasuki rumah tanpa salam,tampa mengetuk pintu.karna kebetulan pintu rumah itu memang sudah terbuka lebar.
''Kakak Jasmin,Kakak dimana''?.rumah kosong.kemana Jasmin''?.kepala Bintang menoleh kekiri dan kekanan.
''Mana Jasmin''?.Ilham yang baru saja masuk langsung bertanya melihat wajah masam adiknya.
''Ngak tau''?.ketusnya dengan wajah merengut.
''Sudah dilihat dibelakang rumah belum''?.
''Belum''.wajahnya masih ditekuk.
''Ya sudah,tunggu sini biar Mas lihat''?.
''Bintang ikut''.Ilham yang awalnya sudah mulai melangkah kembali berhenti.''Ya sudah ayo,jangan cemberut lagi,senyum dong''?.mengusap kepala adiknya penuh sayang.
''Tu kan,Kak Jasminnya ngak ada''?.Bintang yang kini berdiri dipintu dapur yang juga terbuka,langsung mengomel kesal.
''Sabar dulu''!.kaki Ilham melangkah menuruni rumah dan menuju kebelakang rumah. ternyata dirumah ini ada kebun dibelakangnya.suasana sejuk dan asri, membuat siapa pun yang kesana akan merasa betah.
''Kak Jasmin''?.
''Mana Jasminnya''?.Ilham menoleh pada adiknya,pasalnya dirinya sejak tadi belum melihat batang hidung Jasmin.
''Ye elah,Maskan tentara,matanya kok ngak jeli''!.cibirnya menghina.
Ilham berdecak.''Ck,Mas juga manusia dek"?.
''Hey,Mas Ilham''?.sapa Wulan yang juga lagi nangkring cantik diatas sana.
''Hei''?.balas Ilham singkat,matanya melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan Jasmin,Wulan dan Bayu ketiganya sedang asiknya duduk-duduk sambil menikmati buah rambutan yang manis dan legit.
''Kakak,Bintang ikut ya''?.
''Eh,ngak ada ya''.Ilham sigap menarik kerah kaos oblong adiknya,saat remaja itu sudah mulai melangkah mendekati pohon.
''Jasmin turun''.pintanya mengunakan kode tangan.
''Elah Mas enak tau disini,lagian kita udah lama sekali ngak nangkring disini,dulu juga kami sering disini''.jawab Wulan santai.
Ilham mengusap wajahnya kasar,bagai mana bisa dirinya mencintai wanita seperti ini''?.padahal tujuan dirinya kesini untuk berbicara dengan wanita itu empat mata namun''?.
Ah..
''Jas bisa turun sebenatar ngak,Mas mau bicara''?.akhirnya kata itu keluar juga.
''Iya''.meskipun malas namun tak hayal wanita itu turun dari pohon kesayangannya itu.
''Hap''?.saat Jasmin akan melompat turun dengan cepat Ilham menangkap tubuh ramping wanita itu.
''Maaf''?.ucap Ilham sungkan.''Mas reflek''.ucapnya dengan wajah tak enak.
__ADS_1
Jasmin salah tingkah.''Mau bicara dimana''?.wanita itu terlihat gugup.
''Disana yuk''?.menunjuk kebun yang ada tak jauh dari sana.
''Hem,Ok''.wanita itu langsung melangkah menuju tempat yang ditunjuk Ilham.
''Mas mau kemana''?.tanya Bintang saat melihat Masnya melangkah menjauh dari dirinya.
''Mas mau kesana,kamu tunggu disini sama Kak Wulan ya''?.
Bintang menganguk,entah kenapa remaja itu selalu patuh jika itu menyangkut tentang Jasmin.
''Ayo duduk sini''?.Ilham menepuk kursi kayu yang iya duduki.
Jasmin tak menjawab,namun tak hayal wanita itu mengikuti apa yang Ilham katakan.
''Mas mau bicara apa''?.Jasmin bertanya dengan cangung.
''Apa sudah ada jawaban tentang yang kemaren''?.menatap wanita disampingnya sekilas.
Jasmin benar-benar bingung apa yang harus iya katakan,apa kah dirinya harus mengatakan jika dirinya masih ingin menyelesaikan sesuatu.
Bahkan untuk saat ini dirinya sama sekali belum kepikiran untuk menikah.
''Apa itu artinya kamu menolak Mas''?.wajah Ilham terlihat masih datar.
''Maaf Mas,tapi Jasmin tidak pantas untuk Mas''?.
''Lalu siapa yang menurutmu pantas untuk Mas''?.masih dengan wajah datar.''Mas tau kamu tidak cantik,tapi entah kenapa hati dan pikiran Mas selalu berpokus padamu,apa kau punya solusi agar Mas bisa melupakan wanita jelak dan sok cantik sepertimu''?.ucap Ilham dengan wajah yang sulit diartikan.
Jasmin mengerucutkan bibirnya.''Aku tau,aku jelek.tapi ngak usah gitu juga kali''.matanya mendelik sedih.
Melihat wajah muram Jasmin Ilham terkekeh.''Kau lucu sekali''.tampa sengaja tangannya mengusap puncak kepala Jasmin.
''Is..tau ah''.ketusnya.
''Oh ya Mas kesini hanya ingin pamit''.
''Pamit kemana''?.Jasmin melirik Ilham sekilas .
''Mas akan berangkat satgas besok''.
''Kemana''?.berapa lama''?.
''Hup''.menutup bibirnya sendiri karna terlalu banyak bertanya.''Maaf Mas''?.lirihnya membuat Ilham terkekeh gemes.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.