
''Aduh,bagai mana ini''?.meremat smartphone yang ada ditangannya dengan wajah panik.
Ah,kenapa dirinya harus panik,bukankah Abra hanya tunangan yang tidak iya harapkan''?.
Melangkahkan kakinya mantap.
''Ting''?.
Kembali sebuah pesan masuk membuat wanita itu dengan cepat melihat layar smartphone miliknya.
Wulan.
📩''Ayo buruan masuk,sekarang''.pesan siangkat yang wanita itu kirimkan mampu membuat dirinya menarik nafasnya lega.kakinya dengan cepat melangkah memasuki penginapan.
''Dari mana''?.langkah kaki Jasmin langsung terhenti mendengar suara seseorang yang sama sekali tidak ingin iya dengar.
''Mas tanya dari mana''?.menarik lengan Jasmin dengan kasar dan membawanya memasuki kamar miliknya.
''Mas lepas,kenapa sih kasar banget''?.menyentak tangan laki-laki itu kasar.
''Oh,kasar ya''?.menatap sinis wanita yang ada didepannya,tatapan matanya mengintari tubuh Jasmin dari atas sampai kebawah.''Sudah berapa kali kamu tidur dengannya''?.
''Plak''.
Satu tamparan mendarat diwajah laki-laki itu membuat pipinya memerah.
''Berani kamu''?.kakinya melangkah cepat mendekati Jasmin,tatapan matanya mengisayaratkan emosinya kini sudah memuncak.
''Ya aku berani,kenapa''?.menantang.''Siapa kamu beraninya melarangku''?.sentaknya kasar,saat Abra ingin meraih lengannya.
''Aku''?.menunjuk dirinya sendiri.''Aku tunangan kamu,apa kamu akan selalu mempertanyakan statusku''?.bentaknya penuh emosi,senyum sinis terbit dibibirnya yang tipis.''Lalu siapa laki-laki itu''?.apa dia simpananmu''?.
''Jaga ucapan kamu''?.ingat bapak Abra yang terhormat,aku bukan kamu''.tudingnya dengan jari telunjuk.
''Kenapa aku''?.tanya Abra dengan kening mengernyit.
Kali ini Jasmin yang tersenyum sinis.''Bajingan jangan sok polos lah''?.ejeknya.
Abra melangkah mendekat,satu tangannya mencekal lengan Jasmin kuat.''Apa maksud kamu''?.tanya Abra,matanya menatap wajah Jasmin tajam.
Jasmin tertawa,namun tawa yang disertai air mata membuat Abra melepaskan cengkraman tangannya dari wanita itu.''Apa aku harus menjelaskan semuanya''?.habis sudah batas kesabarannya,mungkin inilah saatnya dirinya mengatakan apa yang sudah iya ketahui,meneriaki laki-laki sampah ini dengan sumpah serapah,mungkin itu akan lebih cocok,dari pada kata-kata manis yang selalu iya ucapkan.
Abra termanggu.''Aku tidak mengerti apa yang kau maksud''?.katanya tergagap.
Tawa Jasmin semakin pecah.''Ayolah bajingan tengik, jangan pura-pura lagi,aku benci mendengar semua kata-katamu,kau tau, kata-katamu membuat telingaku geli''?.sinisnya diujung kalimat.
__ADS_1
''Ada apa ini Jasmin''?.tangannya beruha mengapai tangan Jasmin,namun wanita itu dengan cepat menghindar.
''Jangan pernah menyentuhku''?.teriaknya, membuat Abra semakin binggung.
''Kau kenapa sayang''?.Abra mencoba untuk sabar menghadapi wanita yang ada didepan dirinya,melihat kemarahan Jasmin membuatnya bertanya-tanya,kenapa Jasmin menjadi seperti ini''?.apa mungkin wanita itu sudah mengetahui semuanya''?.pertayaan-pertanyaan itu berbutar-putar dikepalanya,membuat seorang Abra semakin kalut.
''Ha..ha..ha''.sayang''?.menatap Abra sinis.''Sayang yang seperti apa yang kau maksud''?.kakinya melangkah mendekati Abra.tatapan matanya menatap laki-laki itu tajam dan penuh kebencian,Abra tau itu.''Apa dengan cara menghancurkan hidupnya''?.
Abra gelagapan.tatapan matanya sayu penuh pertanyaan.
"Apa yang sebenarnya iya ketahui"?.batinya mulai ketakutan.
''Apa maksudmu''?.tanya laki-laki itu gugup.
Jasmin kembali tertawa lepas.''Kau ini lucu sekali,dan sejak kapan Pak Abra yang terhormat ini hilang ingatan''?.memajukan wajahnya hingga tepat didepan wajah Abra.
''Kenapa kau malah memojokkanku''?.sentak Abra mencoba mengelak.
''Oh,tidak mau disalahkan ya''?.menetap sinis Abra.''Ok,kalau begitu jangan bisanya hanya menyalahkan orang lain''?.kakinya mulai melangkah menjauh namun dengan cepat dicekal Abra,bibir laki-laki itu mengecup bibir Jasmin dengan kasar.tangan kokohnya mencengram kedua tangan Jasmin kuat.
''Bruk''.
Satu tendangan tepat diburung Abra membuat laki-laki itu terpekik.
''Aaaawwww sialan''?.tubuhnya meringkuk,kakinya melangkah mundur mendekati tempat tidur.
Jemari tangannya sibuk mengusap bibirnya bekas kecupan Abra,sungguh dirinya begitu jijik dengan bibir laki-laki itu.air matanya menetes deras seiring isakannya yang mulai terdengar.
''Jas''?.ternyata Wulan sedari tadi mencari sahabatnya itu keliling penginapan,karna awalnya Jasmin mengatakan akan naik, namun setelah ditunggu beberapa saat sahabatnya itu tak kunjung nonggol.''Lu habis dari mana''?.Jasmin tak menjawab,wanita itu langsung menghambur memeluk tubuh sahabatnya,berniat mencari ketenangan disana.''Lu habis dari mana,gue nyariin lu kemana-mana''?.tanya Wulan lagi.
Namum Jasmin belum juga menjawab.
''Bawa kekamar dulu Lan''.Wulan seketika langsung menoleh,saat mendengar suara Bayu yang berasal dari belakang mereka.
Wulan mengangukkan kepalanya.''Ayo Jas''?.ajaknya.
Jasmin menurut,kakinya melangkah mengikuti Wulan masuk kedalam kamar.
''Lu habis dari mana''?.tanya Wulan lagi.
''Diam dulu Lan,biarkan Jasmin tenang dulu, nanti aja nanyaknya''.pinta Bayu yang sejak tadi menguping didinding kamar miliknya, saat Jasmin dan Abra sedang berdebat.karna kebetulan kamar dirinya dan Abra bersebelahan,jadi sangat jelas laki-laki itu mendengar apa saja yang kedua manusia itu katakan.
Wulan mencabik,namun tak hayal wanita itu mengikuti apa yang Bayu katakan.''Minum dulu Jas''.pintanya,jemari tangannya menyodorkan gelas yang disiapkan petugas penginapan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sementara Abra.
''Sial''?.geramnya,karna burung perkututnya belum juga membaik.''Sakit sekali''.desisnya pelan.jemari tangannya membekap anunya yang berdenyut sakit.
''Ah,Ilham sialan''?.matanya memerah menahan amarah,namun karna burungnya sekarat.alhasil laki-laki itu hanya bisa mengumpat tampa bisa berbuat apa-apa.
Setelah merasa membaik,jemari tangannya meraba-raba sisi tempat tidur mencari smartphone miliknya,yang iya lempar tadi saat dirinya menghubungi Jasmin namun sama sekali tidak diangkat wanita yang iya cintai itu.
Abra
📩''Habisi laki-laki ini"?.mengirim sebuah foto seorang laki-laki pada orang suruhannya itu.
Barong
📩''Siip Bos 👍👍👍''.
Abra tersenyum miring,membaca balasan dari anak buahnya itu.''Jangan pernah main-main denganku''?.senyum jahat terbit dibibirnya yang selalu menampilkan senyum palsu pada siapa pun yang iya temui kecuali Jasmin.
Hanya pada Jasmin dan orang tuanya dirinya bisa tersenyum tulus,dengan yang lainnya itu hanya senyum formalitas saja,tidak lebih.
''Jasmin''?.kenapa sifatnya susah sekali ditebak''?.gumamnya pelan.jemari tangannya mengusap burungnya yang kadang-kadang masih berdenyut ngilu.''Berani sekali dia menendang masa depanku''?.sambungnya lagi,dengan wajah kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Kurang ajar sekali dia''?.Bayu dan Wulan mengepalkan tangannya setelah mendengar apa yang Jasmin matakan,wanita itu terpaksa menceritakan semuanya dengan Bayu,Jasmin pikir tak ada lagi gunanya dirinya merahasiakan ini semua,toh Bayu juga sudah tau dirinya korban pemerkosaan.lagi pula dirinya sudah mengenal Bayu sejak orok. iya tau bagai mana seorang Bayu,Bayu tak akan tega menyakiti dirinya apa lagi membuatnya hancur dan malu.
''Lu mau kemana Bay''?.Wulan dengan cepat menarik lengan Bayu,saat laki-laki itu melangkah menuju pintu kamar.
''Gue akan kasi bajingan itu pelajaran''.tangannya terkepal menahan emosi.
''Jangan Bay,dia bukan lawan yang seimbang buat lu''.memeluk tubuh Bayu erat.
Wulan cari kesempatan.
''Lu ngak akan sanggup melawannya Bay''.sambungnya lagi.
''Tapi dia''???.aaarrgggg''??..ingin sekali gue menghabisi dia sekarang juga''.mengepalkan tangannya penuh emosi.
''Sabar''?.pinta Wulan.
''Sampai kapan''?.
🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏🙏.
Tbc.