
''Ma,duduk dong Ma''!.sudah sejak tadi pagi,tepatnya semenjak Dokter Ridwan mengatakan jika menantunya sedang hamil dan sejak saat itu juga Ambar sibuk mencoba menghubungi putranya,namun hasilnya tetap nihil,bahkan saat menghubungi nomor pusat telfonnya juga tidak diangkat.
''Diam dong Pa''?.jemari tangannya masih sibuk mengulir layar smartphone.
''Haduh''!!.keluh Rizal disertai kekehan saat melihat Danu yang ikut heran melihat kelakuan kakak perempuan Papanya itu.
''Selamat siang''?.semua yang ada disana menoleh saat mendengar suara cempreng dari Bintang yang baru saja pulang dari sekolah.
''Lho,kok pada diem sih''?.kepala gadis remaja itu menoleh kekiri dan kekanan melihat semua yang ada disana.
''Kak Jasmin mana Ma''?.tanya Bintang saat melihat Kakak iparnya itu tak ada disana.
''Diatas,lagi istirahat''.langsung melangkah mendekati Bintang.''Eeeeet...kamu jangan kekamar Jasmin dulu''.wanita paruh baya itu dengan cepat menarik seragam yang dikenakan putrinya,membuat remaja yang akan menaiki tangga itu kembali mundur.
''Aduh,kenapa sih Ma''?.
''Kakak sedang istirahat,awas jangan digangu''.ancamnya disertai tatapan tajam.
Bintang menoleh pada Rizal berharap Papanya mau menjawab apa yang ingin iya tanyakan melalui mata batin.
__ADS_1
Namun bukannya menjawab,Rizal malah mengelengkan kepalanya dan membuat gerakan memotong leher, mambuat Bintang langsung bergidik.
''Sudah sana,ganti baju abis itu makan''.sambung Ambar lagi,yang langsung dianguki Bintang,lebih baik menurut saja dari pada hidupnya terancam.itu pikir bintang.
''Ting''.
Suara pesan masuk membuat Rizal segera meraih smartphone miliknya yang sedari tadi tergeletak diatas meja.
''Om,pasukan Taiger ada yang tewas,bahkan sebagian ada yang hilang Om''.
Rizal yang baru saja membuka pesan yang dikirimkan dari grup langsung terpaku mendengar apa yang Danu katakan,tampa sempat mencegah.
Rizal tercekat,lidahnya terasa kelu,hingga berbicara pun baginya begitu sulit.
''PAAAA JAWAB MAMA PAAA''?.pekiknya,wanita paruh baya itu lansung melangkah mendekati suaminya,jemari tangannya menarik kerah kaos oblong yang Rizal kenakan.
''Tenang dulu Ma,jangan berisik,nanti Jasmin dengar''?.
Terlambat,karna sekarang wanita itu sudah mendengarnya.
__ADS_1
''Mas''???.lirihnya pelan.niat hati setelah bangun tidur dirinya ingin turun kebawah dan bergabung dengan keluarga suaminya,karna merasa bosan berada didalam kamar.lagi pula tubuhnya sudah lumayan membaik sekarang,namun apa yang sempat iya dengar membuat tungkai kakinya sama sekali tidak bisa menopang bobot tubuhnya,hingga wanita hamil itu kini hanya mampu duduk dianak tangga dengan tubuh bergetar.
''Kakak sedang apa,kenapa menangis disini''?.Bintang yang baru saja berganti pakaian dan berniat turun untuk makan siang terkejut saat melihat kakak iparnya duduk dan menangis pilu dianak tangga.
''Mama,tolong Bintang Ma''.pekiknya kawatir pada istri Abangnya itu,saat Jasmin sama sekali tidak bersuara,wanita itu hanya terus menangis tampa mau menjawab apa yang dirinya tanyakan.
''Ya Allah,Jasmin''?.Rizal dengan cepat melepaskan pelukannya dari sang istri dan segera berlari menaiki tangga.
''Tante disini saja biar Danu yang naik keatas''.laki-laki muda itu dengan cepat menarik pundak Ambar,saat wanita itu ingin menyusul Riza.Danu meminta wanita paruh baya yang masih syok itu untuk kembali duduk.
Setelah memastikan Ambar kembali duduk, Danu dengan cepat berlari menaiki tangga.
''Ayo nak,jangan begini''?.
🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.
__ADS_1
Tbc.