Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
par 22


__ADS_3

''Sebentar saya pangilkan Dokter dulu''?.


''Jasmin''?.Jasmin yang berniat keluar dari kamar Abra,seketika menghentikan langkahnya,kepalanya menoleh pada sang Bos.''Ada apa Pak''?.


''Jangan tingalkan aku''?.lirihnya dengan tatapan sayu,kedua matanya terlihat cekung, bahkan kini wajah Abra terlihat begitu menyedihkan.


''Tapi saya harus menghubungi dokter Pak''?.Jasmin pikir semalam Abra kepentok atau kesurupan.tapi sampai sekarang laki-laki itu masih saja bersikap aneh,membuatnya bingung sendiri.


''Telfon disini saja''.menyodorkan smartphone miliknya.''Pakai ini''?.sambungnya lagi.


Jasmin melangkah mendekati Abra kembali,jemari tangannya meraih smartphone milik Abra.''Passwordnya apa Pak''?.kepalanya menunduk,menatap wajah Abra yang pucat.bahkan mata laki-laki itu sudah mulai tertutup.


''Hari jadian kita''?.


''Hah''?.Jasmin melongok tak percaya.dirinya pikir apa yang Abra katakan semalam hanya becanda,tapi ternyata''?.


Ya tuhan,haruskah dirinya bahagia''?.


''Sudah''?.lamunan Jasmin buyar saat Abra kembali bersuara.


''Ah..iya Pak,sebentar''.dengan cepat wanita linglung itu memasukkan kode yang tadi Abra katakan.


"Ternyata dia serius".batinya,sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman.detik berikutnya Jasmin langsung menghubungi dokter peribadi keluarga Abra.


"Sudah sayang"?.tanya Abra masih dengan mata tertutup.


"Sudah"?.jawab Jasmin cepat."Ini".menyodorkan smartphone milik Abra.


"Pegang saja"?.


"Lho kok saya yang pegang''?.kan smartphone Bapak"?.


"Kamu calon istri saya Jasmin,jadi wajar jika apa yang saya miliki, itu juga milikmu".


Hah"!.Jasmin boleh bahagia ngak sih"?.ah dengan cepat wanita itu mengelengkan kepalanya.


"Ayolah Jasmin,ini hanya kesenangan sementara,jika suatu saat Abra mengetahui siapa dirimu,maka dia akan pergi darimu dan sudah bisa dipastikan dia akan membencimu,lebih parahnya lagi dia akan memecatmu"?.


"Tok..tok.tok".


Lamunan Jasmin buyar,saat pintu ruangan Abra diketuk.


"Sebentar Pak,saya buka pintu dulu".dengan cepat wanita itu melangkah menuju pintu tampa menunggu jawaban dari Abra.


''Oh,dokter silahkan masuk''?.pintanya setelah melihat seorang laki-laki yang mengunakan jas dokter kini berdiri didepan pintu.


''Dimana Pak Abra''?.dokter itu menoleh kekiri dan kekanan.


''Dikamar Dok,ayo saya antar''?.Jasmin melangkah duluan diikuti dokter muda itu dari belakang.


''Silahkan Dok''?.membuka pintu kamar Abra dan mempersilahkan dokter itu masuk.


''Terimakasih''?.jawab Dokter yang biasa dipangil Juno itu ramah,matanya menatap Jasmin lekat,sungguh laki-laki itu mengagumi kecantikan wanita didepannya.

__ADS_1


''Dok,ayo''?.


''Oh iya''?.Juno gelagapan.detik berikutnya langsung melangkah masuk kedalam ruangan Pak bos.


''Waduh,lu kenapa bro''?.lemes amat''?.celetuknya diiringi terkekeh melihat penderitaan Abra.


''Udah periksa aja,bacot aja lu''?.


Jasmin hanya menatap keduanya heran.


''Dia sahabat saya''.Juno mengerti tatapan heran wanita cantik didepannya.


''Oh''?.Jasmin hanya mengangukkan kepalanya tanda mengerti.


''Lho sakit apa,lemes amat''?.


''Cih''.Abra berdecih sebel.''Lu kan dokter,jadi untuk apa bertanya lagi,kalau lu nanyak mulu mending ngak usah jadi dokter deh,bawal amat''.


Juno terkekeh.''Gue kan dokter,bukan mbah dukun,lagian Mbah dukun sekarang juga nanyak dulu,sakit apa,pengen apa''?.ngak langsung bakar meyan jugak''?.Juno masih mengomel membuat Abra semakin kesal.


''Buruan Juni''?.


''Juno''?.


''Haduh,buruan bangsat.ntar gue mencret lagi disini''.kecoplosan.setelah sadar Abra dengan cepat menutup mulutnya.


''Ha..ha''.mendengar itu semua sontak tawa Juno pecah.


Jasmin yang ada disana juga ikut tertawa mengingat apa yang sejak tadi dirinya dengar.


''Udah diem,buruan.ntar gue sumpahin lu sakit perut juga kayak gue''.


''Ok..Ok''.masih dengan kekehan,namun kedua tangannya dengan cekatan mengeluarkan stetoskop dan segera memeriksa sahabatnya itu.


''Lu kayaknya perlu diinfus deh Ra''.


''Apa''?.langsung duduk,detik berikutnya kembali berbaring,mengingat tubuhnya yang masih lemah.


''Ayolah Abra,lu ngak mau-kan mati sekarang''?.''menarik nafas panjang,Abra dari dulu selalu begini,''Belum nikah jugak''?.ini kan masih siang,infus sekarang,nanti pas pulang kantor lu telfon gue biar gue buka lagi''..sambungnya lagi,berharap Abra mau mendengar.


''Gue ngak mau''.tetap keras kepala.


''Mbak Jasmin,apa Mbak Jasmin takut jarum''?.


''Tidak''.jawab Jasmin pendek.


''Oh bagus,Mbak cewek tapi tidak takut jarum. tapi''???..belum sempat Juno menyelesaikan kaliamatnya suara Abra membuatnya terhenti.


''Infus saja,saya tidak pernah takut dengan apa pun''?.


Mendengar apa yang Abra katakan sudut bibir Juno tertarik.''Nah gitu dong,anak baik''?.kenepuk-nepuk paha Abra kuat membuat laki-laki itu menatapnya kesal.


''Awas saja kalau gue udah sembuh,gue pastiiin lu bakal nyesel ngelakuin ini sama gue''.ketusnya.

__ADS_1


''Oh ok,gue tunggu''.Juno terus membawa laki-laki itu berdebat,namun kedua tangannya dengan cekatan memasangkan infus dipungung tangan Abra.


''Masih lama ngak sih Juni''?.


''Juno''.ralatnya


''Sama saja''.ketusnya mendelik.


''Sudah selesai''?.


''Hah''?.terkekut.''He..he,sudah ya''?.kok ngak sakit''?.celetuknya disertai kekehan.


''Memang ngak sakit,lu aja yang lebay''?.cibir Juno,detik berikutnya laki-laki itu dengan cepat memungut barang-barang miliknya dan melangkah menjauh sebelum Abra mengamuk.


''Bangsat lu''?.Abra menendang kesembarang arah.


''Ha..ha''.melihat kekesalan dan ketidak berdayaan Abra,lagi-lagi membuat Juno tertawa lepas.kapan lagi coba bisa mentertawakan penderitaan Sang Bos galak.


"Awas lu"?.ancamnya.


Juno tak perduli,matanya kini pokus menatap Jasmin yang sejak tadi hanya berdiri dan menyimak apa yang mereka lakukan."Mbak, boleh minta nomor hendphone nya"?.


"Jangan.enak aja,dia kekasih gue"?.Abra langsung duduk dan menatap Juno dengan tatapan membunuh,membuat laki-laki itu meneguk ludahnya kasar.


"Elah lu takut amat sama gue".jawab Juno setelah mampu mengontrol rasa gugup dan takutnya.


"Brisik lu,sudah sana keluar,gue mau istirahat"?.jemari tangannya melambai-lambai mengusir Juno,membuat laki-laki itu mencabik kesal.


"Iya gue keluar,ayo Mbak,siapa namanya"?.tersenyum smart.


"Jasmin"?.jawab Jasmin singkat.


"Mbak Jasmin,nama yang cantik,secantik orangnya"?.godanya lagi.


"Junaidiiiii""????...pekik Abra diiringi tawa Juno yang pecah,membuat emosi Abra semakin meningkat.


"Ha..ha,Ok gue balik,semoga lu lama sembuhnya biar gue bisa PDKT sama sicantik Jasmin"?.setelah berkata seperti itu Juno dengan cepat kabur dari kamar Abra sebelum laki-laki itu tantrum.


Namun belum sempat laki-laki itu keluar pintu Juno kembali berbalik."Ini obatnya Abra,gue lupa"?.cengirnya,kepalanya menoleh pada kamar Abra yang pintunya terbuka lebar.


Jasmin yang mendengar suara Dokter itu langsung melangkahkan kakinya mendekati Juno.jemari tangannya meraih obat yang juno berikan.


"Jasmin"????..suara Abra yang mengelegar membuat Jasmin dengan cepat berlari mendekati laki-laki itu,tampa sempat mengucapkan terimakasih pada Juno.


"Iya Pak,ada apa"?.Jasmin menatap Abra yang kini kembali duduk dengan tatapan heran.


"Temani saya"?.pintanya,detik berikutnya kembali berbaring.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo 🙏🙏🙏.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2