
''Aku akan pergi mencari Mas Ilham Pa''?.menatap wajah mertuanya dengan linangan air mata.
Rizal menatap Iba menantunya,bahkan tubuh wanita itu terlihat bergetar.''Ayo Papa bantu kekamar''?.
Jasmin mengelangkan kepalanya.''Engak Pa,tolong bawa aku pergi mencari Mas Ilham Pa''.mencoba untuk berdiri dengan tubuh yang lemah dan bergetar hingga wanita itu hampir jatuh,namun dengan cepat Rizal menangkap tubuhnya.
''Ayo ikut Papa kebawah,ada Mama disana''.Rizal menuntun menantunya dan membawanya menuruni tangga.
''Hati-hati Nak''?.pintanya saat berkali-kali menantunya itu hampir terpeleset,karna tak mampu mengangkat kakinya yang lemah dan bergetar.
''Ada apa ini Mas''?.
Danu yang sedari tadi terpaku dianak tangga mendongak,matanya menatap wajah Bintang yang tegang.''Ayo turunlah''.pintanya tampa mau menjelaskan.
''Nak''?.Ambar langsung menghambur memeluk tubuh menantunya,hingga tangisan kedua wanita itu kembali pecah.
''Dreet..dreet''.
Rizal yang sedari tadi menangis dalam diam melangkah menjauhi keduanya saat smartphone milik miliknya berdering.
''Iya Baik''.
Entah apa yang orang yang ada diseberang sana katakan,yang jelas setelah menelfon beberapa saat Rizal kembali melangkah mendekati menantu dan juga isterinya.bahkan wajah yang tadi sudah tegang kini semakin tegang.
__ADS_1
''Danu ikut Om sebentar''.
Danu langsung mengangguk,kakinya dengan cepat melangkah mengikuti Rizal yang sudah keluar rumah duluan.
''Tunggulah disini''?.pinta Danu saat Bintang mengikuti langkahnya.
''Tapi Mas''?.sungguh saat ini remaja itu benar-benar bingung dengan situasi yang ada, kenapa semua orang yang ada dirumah terlihat sedih''?. padahal tadi saat dirinya pulang sekolah semuanya masih baik-baik saja.
Ada apa ini''?.menatap semua yang ada disana satu persatu,hingga akhirnya Bintang memilih untuk melangkah menyusul Danu dan Papanya.
Wanita remaja itu berdiri dibalik tembok yang menghubungkan dengan teras depan.
''Ada apa Om''?.
''Minta tolong apa Om''?.Danu duduk tepat disamping Rizal,tatapan mata laki-laki itu menatap Rizal lekat.
''Om titip Tante dan juga yang lainnya''?.laki-laki paruh baya itu menghisap rokoknya dalam,tatapan matanya terlihat sendu.
''Maksud Om''?.tanya Danu tak mengerti.
''Om akan ikut bersama pasukan Pembantu untuk mencari beberapa prajurit yang hilang''?.
Bintang yang ada dibalik pintu langsung tersentak.
__ADS_1
Begitu juga dengan Danu.
''Tapi Om,itu sangat berbahaya''?.tampa sadar laki-laki tampan itu berbicara dengan suara meninggi.
Rizal menoleh.''Apa kamu pikir Om bisa tenang sementara putra Om sekarang berjuang antara hidup dan mati''?.atau bahkan''??...laki-laki paruh baya itu mengantung ucapannya,tubuh yang awalnya berdiri kini kembali duduknya jemari tangannya kembali meraih kotak rokok.
Namun dengan cepat Danu menariknya.''Sudahlah Om, jangan terlalu banyak merokok,kau bisa mati sebelum berangkat''?.katanya dengan penuh penekanan.
Jika sedang dalam masalah seperti ini laki-laki paruh baya itu akan melampiaskan-nya dengan merokok,namun jelas semua yang Rizal lakukan sangat tidak baik.itu bisa membahayakan kesehatannya sendiri,apa lagi diumurnya yang sudah tidak muda lagi.
''Tolong jaga mereka Om akan kemarkas sekarang''?.tampa menunggu jawaban Danu Rizal langsung meleset pergi mengunakan mobil yang biasa Ilham gunakan.
''Hah''?.Danu menarik nafasnya panjang.''Susah sekali dikasi tau''.lirih laki-laki itu pelan.tatapan matanya menatap pada mobil yang dikendarai Rizal hingga mobil hitam itu menghilang tepat dibelokan.
''Mas Danu''?.Bintang langsung menghambur memeluk kakak sepupunya dan menangis disana.
''Haduh,apa yang harus aku lakukan untuk membuat mereka berhenti menangis''?.
🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.
__ADS_1
Tbc.