Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 61


__ADS_3

''Aaaarrrrgggg''?.Jasmin membanting semua kosmetik hantaran waktu itu,hingga hancur berserakan dilantai.


''Bay,tolong dobrak pintunya Bay''?.mohon Wulan dengan wajah mengiba,jemari tangannya menarik lengan Bayu dengan wajah tak sabar.kali ini dirinya sunguh benar-benar kawatir.


Tampa pikir panjang Bayu langsung mendekati pintu dan''?.


''Bruk''.


Gagal


Justru Bayu kini nyunsep dilantai kamar Jasmin,yup".saat Bayu mendobrak pintu, bertepatan dengan Jasmin yang membuka pintu kamar.


''Aauwww''?.mengusap pinggangnya yang sakit.


''Astaga''?.Wulan menutup mulutnya saat melihat penampakan kamar yang benar-benar berantakan.bahkan wanita itu sama sekali tidak menoleh pada Bayu yang kini sedang meringkuk dilantai kamar,menikmati sakit dipinggang dan lututnya.


''Ya tuhan apa yang terjadi''?.kakinya dengan cepat melangkah memasuki kamar Jasmin dengan wajah panik,kedua tangannya dengan cepat meraih tubuh Jasmin dan memeluknya dengan erat,membuat tangisan wanita itu pecah tampa bisa iya tahan.


Wulan membiarkan Jasmin melepaskan segala beban yang menghimpit pundak sahabatnya itu.


''Carita sama gue''?.pintanya.


Mendengar apa yang Wulan katakan kepala Jasmin mendongak,tatapan matanya melirik Bayu sekilas.


Wulan yang mengerti langsung meminta sahabatnya itu untuk keluar kamar.''Bay,lu nunggu kita diluar dulu ya''?.pintanya.


Membuat Bayu menatap keduanya dengan wajah binggung.


''Maksudnya''?.


''Lu tunggu diluar,kita mau ngobrol berdua. masalah wanita''.jelasnya.sambil mengedipkan satu matanya membuat Bayu mendengus kesal.namun tak hayal laki-laki itu tetap menganguk.''Ok''.jawabnya.kakinya melangkah keluar kamar dengan langkah gontai.


Setelah kepergian Bayu Wulan dengan cepat melepaskan pelukan mereka dan melangkah menuju pintu,kemudian menguncinya setelah mengunci pintu Wulan kembali menghampiri sahabatnya.


''Cerita,ada apa''?.katanya,tangannya menarik lengan Jasmin dan membawanya menuju tempat tidur.''Ada apa''?.desaknya lagi.


Jasmin menarik nafasnya panjang.menatap wajah sahabatnya lembut,detik berikutnya wanita itu langsung buka suara.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Flashback off


Jasmin membuka pintu kamar Abra dengan wajah ragu-ragu,namun karna tekatnya yang sudah bulat dan hati kecilnya mengatakan jika dirinya harus melakukan itu semua,dengan cepat wanita itu berhijap moca itu membuka pintu kamar dan masuk kedalamnya,setelahnya langsung mengunci pintu kamar Abra kembali dari dalam kamar.


Matanya mengintari kamar yang luas dan begitu rapi,ada kekaguman disana,saat melihat betapa mewahnya kamar tunangannya itu.

__ADS_1


Namun kakinya kembali melangkah mencari apa yang ingin iya cari.membuka laci,lemari,termasuk perpustakaan,dan berbagai tempat lainnya,namun wanita itu gagal mendapatkan apa yang ingin iya cari.


''Dimana''?.gumamnya.''Apa selama ini aku salah''?.sambungnya lagi.disaat keputus asaan yang mulai menghantui dirinya mata tajam wanita itu menyapu seluruh sudut kamar.


Mata Jasmin menyipit saat tatapan matanya melihat sesuatu yang aneh,didinding disamping tempat tidur Abra.


''Apa itu''?.kakinya dengan cepat melangkah mendekati dinding,jemari tangannya dengan cepat menarik horden berwarna hitam yang ada disana.


Warna yang aneh.


''Pintu''?.gumamnya saat melihat ada sebuah pintu disana.


''Klek..klek''.


''Dikunci''?.lirihnya frustasi.hatinya merasa yakin jika diruangan ini menyimpan banyak rahasia.


Entahlah,yang jelas hati kecilnya berkata seperti itu.kepalanya menoleh kekiri dan kanan,keatas dan kebawah.


''Itu apa''?.matanya menyipit saat melihat sebuah kotak yang ada diatas pintu,jemari tangannya dengan cepat meraih kotak.


''Sial,tinggi''.umpatnya kesal,entah kenapa begitu susah untuk mendapatkan apa yang iya cari,pertanyaannya apakah Jasmin akan menyerah''?.jawabannya tentu tidak,dirinya tidak akan menyerah apa pun caranya.


''Ah''.gumamnya pelan.kakinya dengan cepat melangkah dlmenuju meja rias,jemari tangannya dengan cekatan meraih kursi kecil yang ada disana dan menyeretnya menuju pintu kamar rahasia Abra.


''Alham dulillah''.pekiknya tampa sadar,namun dengan cepat wanita itu membekap bibirnya setelah menyadari kesalahannya.


"Krek"?.


Pintu kamar terbuka memperlihatkan suasana didalam.


''Gelap''?.gumamnya pelan,jemari tangannya meraba-raba saklar lampu.


''Dimana saklarnya''?.masih mencoba meraba-raba.namun setelah mengingat sesutu Jasmin dengan cepat meraih smartphone miliknya.


''Klek''?.saat senter smartphone miliknya hidup,sontak apa yang ada didepan matanya membuat wanita itu diam terpaku dengan mulut mengega lebar.


Tubuhnya seketika lemah tampa mampu menopang bobot tubuhnya lagi dan akhirnya wanita itu luruh berlimpuh dilantai.


air matanya tumpah tampa bisa iya tahan.


Jemari tangannya terkepal kuat menahan segala rasa.tatapan matanya tajam menatap seluruh foto dirinya yang bergelantungan mulai dari mengunakan seragam SMA, sampai saat dirinya tamat sekolah dan masih banyak lagi.


''Ya tuhan''?.meremas dadanya yang begitu sesak,saat melihat begitu banyak tulisan yang membuat emosinya memuncak dan juga rasa takut, kawatir yang tiba-tiba menghantui dirinya.


Tak ingin berdiam diri dikamar yang begitu menakutkan itu Jasmin mengumpulkan kekuatannya untuk bangkit berdiri,setelah mampu berdiri wanita ringkih itu menyeret kakinya untuk mengintari seluruh isi kamar,dirinya harus mendapatkan apa yang ingin iya dapatkan.

__ADS_1


Membuka laci-laci yang ada disana,lemari.


''Dimana diary yang Alin maksud''?.gumamnya begitu pelan.kakinya dengan cepat melangkah menuju saklar lampu saat matanya melihat saklar itu ada disudut ruangan.


''Dimana Diarynya''?.kembali pertanyaan itu terlontar,bahkan kakinya mengintari tempat itu dengan wajah mengeras menahan emosi.


Bagai mana bisa ada orang seperti Abra.


''JASMIN MILIKKU''.


''JASMIN WANITAKU''.


''SAMPAI MATI KAU AKAN TETAP JADI MILIKKU''.


''TIDAK MENJADI MILIKKU,TIDAK JUGA MENJADI MILIK ORANG LAIN''.


Kata demi kata yang tertulis didalam kamar membuat bulu kuduk seorang Jasmin semakin merinding.


Dihati Abra tak ada cinta untuknya,yang ada hanya sebuah opsesi,itu pasti.


Obsesi yang membuat otak laki-laki itu menjadi kacau dan gila.


Jasmin mengusap wajahnya kasar,disaat keputusasaan melanda hati karna apa yang iya cari belum juga dirinya dapatkan.kakinya berputar-putar mengintari kamar yang begitu luar dan.''Itu apa''?.kakinya dengan cepat melangkah mendekati brankas kecil yang ada dibawah meja kayu yang ada disana,tepatnya meja kayu itu Abra gunakan untuk menyusun foto dirinya.


''Dikunci''?.gumamnya, saat mencoba menbuka pintu brankas yang ada tepat didepan matanya."Bagai mana ini"?.melirik jam dipergelangan tangannya,sudah menunjukkan pukul empat sore dan itu artinya Abra sebentar lagi akan pulang.alhasil wanita cantik itu mencoba meraba-raba kode brankas awalnya tangal lagi Abra,namun gagal,dan percobaan terakhir tangal pertunangan mereka.


Dan yes.berhasil,berangkas kecil itu terbuka dengan sempurna,membuat senyum dibibir wanita cantik itu mengembang dengan sempurna.


Jemari tangannya dengan cepat mengacak-acak isi yang ada didalam sana.dan dapat.


Wanita itu mendapatkan apa yang iya cari,buku kecil berwarna hitam dengan tulisan Dear Diary. berlahan jemari tangannya membuka lembar demi lembar buku yang ada ditangannya,tidak sempat membaca semua namun bagian yang melintas didepan matanya mempu membuat dadanya sesak.


Tak ingin berbuat yang tidak-tidak ditempat itu, akhirnya Jasmin memutuskan untuk keluar dan pulang,sebelum dirinya ketahuan dan tertangkap.


Dan disini lah dirinya.


Menangis,meraung meratapi kata demi kata yang tertulis disana.


🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc

__ADS_1


__ADS_2