
Jasmin menarik nafasnya lega,saat melihat mobil milik Abra meleset meningalkan rumah sederhana miliknya.
Sedari tadi siang laki-laki itu minta ditemani tidur didalam kamar,hingga dirinya mengumpati kelakuan Abra.
''Woy,bengong aja''?.celetuk Wulan disertai tepukan dipundak.
Jasmin menoleh,terdengar tarikan Nafasnya yang keras.''Gue mau mandi,trus sholat''.kakinya melangkah menuju kamar mandi.
Siang begitu cepat berlalu hingga kini sudah berganti malam,orang-orang yang bantu-bantu dirumah Jasmin,sebagian sudah pulang.hanya tinggal Ibuknya Wulan.Tika memutuskan untuk menginap disana,karna tak tega melihat Jasmin hanya berdua dirumah itu dengan Wulan.
Wanita paruh baya itu tau mungkin saat ini Jasmin sangat membutuhkan sosok kedua orang tuanya sekarang.
Bahkan tadi sore wanita itu sempatkan untuk mengunjungi makan kedua orang tuanya, hingga pulang sampai pukul tujuh malam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Tok..tok..tok''.
''Nak,ayo makan malam dulu''?.Tika mengetuk pintu kamar Jasmin,sudah pukul sembilan malam namun wanita itu belum juga keluar dari kamar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara didalam.
Sudah sejak pulang dari makan kedua orang tuanya Jasmin duduk berlimpuh diatas sajadah,memohon petunjuk pada Allah meminta keselamatan dan juga perlindungan atas jalan yang iya ambil.hingga berlanjut dengan membaca Al'Quran sampailah sekarang.
Ingin sekali dirinya menolak pertunangan ini, namun pertanyaannya apa kah iya Bisa''?.jawabannya tentu tidak.karna Abra tidak ingin semua yang diinginkannya tidak iya dapatkan,termasuk menikahi Jasmin.
lagi pula jika iya menolak,itu semua akan percuma, iya lakukan,karna laki-laki itu akan mendapatkan apa yang iya mau,dengan cara apa pun.laki-laki keras kepala seperti Abra tidak akan mau gagal untuk mendapatkan apa yang iya inginkan.
Entah kenapa semakin kesini hatinya semakin gundah dan kalut.
''Nak ayo makan dulu''.pangil Tika lagi karna sudah mengetuk beberapa kali namun dirinya tak juga mendapatkan jawaban.
''Ada apa Buk''?.Wulan yang baru saja memasuki rumah bersama Bayu dan Dio kini melangkah mendekat.
''Itu Jasminnya Ibuk pangil dari tadi ngak nyahut-nyahut,Ibuk kawatir terjadi apa-apa''?.Siti meremas jemarinya panik.
__ADS_1
''Udah Buk tenang aja,dia baik-baik aja kok. paling aja lagi ngelamun''.jawab Jasmin asal.
''Plak''.Tika langsung menempeleng pundak putrinya.
''Sakit Buk''?.mengusap pundaknya yang ditampar.
''Habis mulut kamu itu lho''.meraup bibir putrinya membuat Wulan terpekik.
''Sakit Buk,Ih''?.mengusap bibirnya sendiri.
''Abis kamu itu kalau bicara mbok ya dipikir dulu,bagai mana kalau seandainya Jasmin itu kenapa-napa''?.
''Iya ini Wulan panggil,berasa anak tiri kalau udah kayak gini''.gerutunya pelan.jemari tangannya mengetuk pintu secara brutal hingga lagi-lagi wanita konyol itu mendapatkan tepukan kuat dari ibunya,namun tak lama setelah itu pintu kamar terdengar dibuka dari dalam.
''Ada apa Buk''?.Jasmin melongokkan kepalanya keluar.
''Tau nie Ibuk heboh banget,dia takut lu bunuh diri didalam''.celetuk Wulan asal hingga lagi-lagi wanita itu ditimpuk Tika ibunya sendiri.
''Ayo makan nak,Ibu dari tadi udah nungguin''?.matanya menelisik wajah Jasmin yang terlihat muram namun mencoba untuk tersenyum.
''Eh iya Buk,bentar aku buka mukena dulu''.
''Makan sama-sama Lan''?.pintanya saat melihat anak gadisnya itu kini sudah mengambil nasi.
''Wulan lapar Buk''.tak mengindahkan apa yang Ibunya katakan wanita itu langsung makan dengan lahap diikuti Bayu dan juga Dio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
Seorang laki-laki jangkung mengenakan jaket kulit hitam dan kaos putih didalamnya,tak lupa celana Jens hitam yang melekat indah ditubuhnya yang sempurna.
Kakinya yang jenjang kini melangkah menuju apartemen miliknya,karna beberapa saat yang lalu anak buahnya menghubungi dirinya dan mengetakan jika sekarang Alin sedang tidak sadarkan diri.
Dirinya sudah meminta anak buahnya menghubungi dokter,namun anak buahnya itu mengatakan Alin menolak untuk makan jika Abra tidak datang mengunjungi dirinya.
''Dimana dia''?.tanya laki-laki tampan itu dengan wajah dingin.jemari tangannya membuka kaca mata hitam dan jaket yang membalut ditubuhnya.
__ADS_1
''Ada dimamar tuan''.
Abra menganggukkan kepalanya,kakinya melangkah mendekati pintu kamar,tangannya terulur dan membukanya.terlihat didalam kamar seorang wanita yang berantakan dan sangat menyedihkan.
''Kenapa kau tidak mau makan''?.kakinya melangkah mendekati Alin,tatapan matanya datar tampa senyum.
Mendengar suara laki-laki yang sangat iya rindukan perlahan Alin menoleh.''Abra, akhirnya kau datang juga''?.wajahnya berbinar bahagia ada secerca harapan ditatapan matanya yang sayu.
''Ck''.Abra berdecak.jemari tangannya meraih piring yang ada diatas nakas.''Makan''.pintanya ketus.
''Aku tidak mau''.tolak Alin tampa mau menatap wajah Abra.
''Ck,jangan memancing emosiku,kesabaranku hanya setipis tisu''.kembali meletakkan piring nasi diatas nakas.''Makan lah,jika kau masih menyeyangi nyawamu,jika tidak terserah kau saja''.
''Abra tunggu,kenapa kau tega denganku''?.tangis Alin pecah,tampa bisa iya tahan.''Aku mencintaimu Ra,sumpah demi apa pun''.jeritnya membuat langkah Abra terhenti.
Kaki yang tadinya sudah mulai keluar kamar kembali berbalik,tatapan matanya menyorot Alin tajam dan penuh dengan ejekan.''Aku tidak perduli''.ucapnya santai.
''Tapi kita sudah sering melakukannya Abra''.Alin mencoba untuk berdiri namun kepalanya yang pening mambuanya kesulitan untuk berdiri,hingga akhirnya wanita itu kembali duduk,ditepi kasur,dengan bibir meringis.entah kenapa kepalanya kini berputar-putar.
Pusing sekali.
Abra tersenyum sinis,kedua jemarinya iya jejelkan didalam kantung celana,kaki yang awalnya sudah mulai menjauh kini kembali mendekat.''Apa yang kau katakan,kita sering melakukannya''?.senyum mengejek terbit dibibir laki-laki tampan dan keras kepala itu.''Bikankah kau yang memaksa laki-laki culun dan bodoh dulu untuk memuaskan hasrat gilamu''.pekiknya memenuhi sisi kamar .wajahnya memerah karna emosinya sudah mencapai ambang batas,apa-apa an wanita ini''?.bukankah Alin yang meminta tubuhnya dijamah''.hingga wanita itu mengancam dirinya akan membocorkan rahasia tantang pemerkosaan itu jika dirinya tidak mau melayani hasrat gila Alin yang selalu mengiginkan dirinya,sampai membuat otaknya buntu dan hampir gila.hingga Abra mencari ketenangan dengan meminum minuman keras.
''Tapi,kau juga menyukainya Abra''.Alin terlihat begitu frustasi.
Abra tertawa mengejek.''Mana ada kucing menolak dikasi ikan asin''.katanya.
''Tapi Ra''?.Alin kembali mencoba untuk berdiri namun lagi-lagi gagal,bahkan kepalanya bertambah pening dan berputar-putar.
''Sudahlah,kau jangan banyak tingkah,lebih baik makan dari pada kau mati sekarang''.kakinya kembali melangkah keluar dari kamar.namun langkahnya terhenti saat mendengar apa yang Alin katakan.
''Aku hamil Ra''?.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak.typo🙏🙏🙏.
Tbc.