Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 23


__ADS_3

''Ayo minum obat dulu Pak''.Jasmin menarik nafasnya panjang,sudah hampir pukul dua belas siang,namun Abra masih betah mengengam tangannya tampa mau melepaskannya sedikitpun.perutnya yang tadi pagi hanya diisi satu buah roti,sudah mulai keroncongan,namun dasar Abra.laki-laki itu masih betah dalam mimpi indahnya.


''Ya tuhan,bolehkah aku menjerit ditelinganya dan mengatakan''?.Hey tuan pemaksa, lepaskan tanganku perutku lapar''.namun itu semua hanya mampu Jasmin ucapkan dalam hati,nyatanya gadis itu ikut terlelap dan jatuh diatas perut Abra.


Abra yang sudah lama tertidur kini mulai mengerjapkan matanya.


''Jasmin''.sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman,saat melihat wanita yang iya cintai dari dulu itu tertidur diatas perutnya,satu tangan Jasmin iya gangam sejak tadi,dan satu tangan wanita itu lagi kini memeluk satu pahanya.


Oh,ayolah siapa pun yang ada diposisi Abra akan bahagia,bahkan adik kecil didalam celana bahan yang dirinya kenakan sudah mulai meronta-ronta minta dilepas.


Abra mengulurkan tangannya.''Kamu begitu cantik''.gumamnya sambil mengelus wajah Jasmin dengan ibu jarinya.''Kemana saja kau selama ini''?.gumamnya begitu pelan.jemari tangannya beralih mengelus puncak kepala Jasmin.''Tetaplah disisiku,aku akan lakukan apapun demimu,asalkan kau kembali bahagia''.gumamnya lagi,detik berikutnya laki-laki itu meraih smartphone miliknya yang diletakkan Jasmin diatas nakas disambing tempat tidur.


''Eeemmm''.jesmin bergumam.


''Eh,Maaf apa aku mengangu tidurmu''.Abra langsung menoleh pada Jasmin saat wanita itu mulai mengerjapkan matanya dan duduk dengan mata setengah terbuka.


''Eh''?.Jasmin yang sudah mulai sadar langsung bangkit berdiri.''Maafkan saya Pak''?.sambungnya lagi,membuat Abra terkekeh.


''Ayolah sayang,aku ini kekasihmu,kenapa masih kaku begitu''?.Abra kembali menarik pingang Jasmin agar kembali duduk didekatnya.


''Saya kembali keruangan saya saja Pak''?.


''Kenapa''?.heran.


''Saya masih banyak pekerjaan Pak''.menunduk.


''Oh''.mengangukkan kepalanya,karna memang dalam minggu ini pekerjaan mereka begitu menumpuk.''Kalau gitu,bawa pekerjaanmu disini''.


Jasmin mendongak,matanya berkedip-kesip menatap Abra heran.


Melihat kelakuan Jasmin Abra langsung terkekeh.dirinya merasa gemes melihat tingkah kekasihnya itu.


''Ayo ambil''?.pintanya masih disertai kekehan.


''Oh,iya Pak''?.entahlah Jasmin malas berdebat,selain takut dipecat,dirinya juga tidak tega melihat Abra seperti ini,lagi pula Abra seperti ini juga karna dirinya yang membiarkan laki-laki itu menghabiskan satu piring Mangga.


Dengan langkah gontai Jasmin melangkah menuju meja miliknya dan mengambil setumpuk berkas,tak lupa wanita itu membawa Laptop miliknya,detik berikutnya Jasmin langsung kembali melangkah menuju kamar Abra.


Kepalanya menoleh kekiri dan kekanan mencari tempat yang pas untuk dirinya melanjutkan pekerjaan.


''Disini saja''?.Abra menepuk kasur yang ada disampingnya.


Jasmin mengeleng.''Saya disini saja Pak''?.detik berikutnya wanita itu langsung duduk lesehan dilantai.

__ADS_1


''Ck''.Abra berdecak,namun tak hayal laki-laki itu membiarkan Jasmin melakukan apa pun yang wanita itu mau,cinta''?.memang,dirinya begitu mencintai Jasmin,hingga membuat dirinya kehilangan akal,namun Abra tak ingin mengekang wanita itu,hingga Jasmin merasa tertekan jika berada didekatnya.


"Aduh perut gue lapar banget lagi"?.batin Jasmin,jemarinya mengusap keringat yang mulai bercucuran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tok..tok..tok"?.


Suara pintu ruangan diketuk membuat wanita itu spontan menoleh pada laki-laki yang sejak tadi menatapnya lekat.


"Masuk"?.pinta Abra yang masih betah duduk dikasurnya,dengan jarum infus yang masih menancap dipungung tangan laki-laki itu.


"Permisi"?.


"Sayang ambilkan makanan sana"?.pinta Abra membuat Jasmin seketika menganguk dan melangkah menuju pengantar makanan.


"Rian"?.setelah berbulan-bulan mencoba menghindar dan tidak berkomunikasi lagi dan hari ini disaat situasi yang begitu tidak tepat, Rian berdiri didepan dirinya.


Jasmin yakin sekarang Rian semakin bepikir bahwa dirinya wanita murahan yang rela memberikan tubuhnya pada laki-laki kaya.


"Permisi Ibu,ini pesanannya"?.Rian memasang wajah datar,namun dari sorot mata laki-laki yang masih mengisi hati Jamsin itu,Jasmin tau,Rian memandang rendah dirinya dan Rian juga pasti perpikir bahwa dirinya wanita murahan yang rela melakukan apa saja demi uang.


''Rian ini tidak seper''?.


''Sudahlah kau hidup dijalanmu sendiri dan aku hidup dijalanku sendiri''.setelah berkata seperti itu Rian langsung melangkah pergi.


''Ya tuhan''??.Jasmin meremas dadanya yang begitu sakit.matanya berkedip-kedip untuk menahan genangan kristal yang sudah siap menetes.


''Sayang''?.kembali suara Abra memangil dirinya.


Jamsin menoleh,jemari tangannya dengan cepat meraih makanan yang tadi Rian antarkan.''Iya Pak''?.jawabnya sambil melangkah memesuki kamar Abra.setelah berhasil mengontrol perasaannya.


''Kenapa lama''?.ketusnya.bahkan wajah laki-laki itu berubah masam.


''Maaf Pak''?.Jasmin membuka makanan yang Abra pesan,kemudian menatap Abra.''Bapak mau makan apa''?.


''Makan sama-sama saja,aku mau disuapi''?.permintaan Abra menbuat mata Jasmin melotot.


Laki-laki itu benar-benar gila.


''Ayo buruan perutku sudah lapar''.pintanya lagi.


Jasmin menarik nafasnya panjang,detik berikutnya langsung meraih sendok dan mengambil satu sendok nasi beserta lauk pauknya.Menyodorkan

__ADS_1


sendok tepat dibibir bosnya itu.


''Kamu juga makan''.Jasmin menganguk,perutnya yang lapar membuat wanita itu malas berdebat. lebih baik mengikuti apa yang Abra katakan dari pada urusannya nanti semakim runyam.itu pikir Jasmin.


Selesai makan wanita itu langsung membreskan bekas makan mereka dan membuang sampahnya ditong sampah.


''Telfon Juno,suruh dia membuka infusku,aku lelah berbaring terus,lagian aku sudah baikan sekarang''.


Jasmin menganguk,kakinya melangkah mendekati Abra.


''Eh''?.Jasmin gelagapan saat pingang rampingnya ditarik Abra hingga wanita itu jatuh dipangkuan Bos gilanya.


''Pak jangan begini''?.jika dulu mungkin Jasmin akan ketakutan dan histris,namun sekarang tidak lagi,setelah dirinya berobat kesana kemari dan itu semua atas permintaan Abra.bahkan laki-laki itu sendiri yang memaksanya untuk berobat.meskipun berkali-kali Jasmin menolak,namun Abra sama sekali tidak menerima penolakan.


''Biarkan begini,aku suka berada didekatmu''?.pintanya lembut,bahkan pelukannya semakin eret,membuat Jasmin menahan nafasnya karna gugup.


''Telfon sekarang''.pintanya lagi.''Jangan hiraukan aku,anggap saja aku tidak ada''.


"Apa-apa an laki-laki ini mana bisa begitu,ini semua membuatku mati perlahan"?.batin Jasmin.


Berdekatan seperti ini membuat tubuhnya merinding.


"Aku akan menikahimu secepatnya"?.


Suara ini"?.


"Bruuukkk"?.Jasmin Langsung mendorong tubuh Abra dan melangkah menjauh.matanya mulai berkaca-kaca.


"Ada apa"?.Abra panik.bahkan dengan cepat laki-laki itu mencabut jarum infus ditangannya,hingga pungung tangannya mengeluarkan darah.


"Kau kenapa"?.panik,kakinya melangkah mendekati wanita yang mulai menatap kesembarang arah.


"Apa troumanya kumat lagi"?.batin Abra.


''Tenanglah''?.Abra menarik tubuh Jasmin kedalam dekapan,entah apa yang ada dipikiran kekasihnya itu hingga Jasmin menjadi seperti ini.''Kau aman sekarang''?.sambungnya lagi.


🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2