Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 87


__ADS_3

Ilham membuka matanya tepat pukul setengah lima,sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman,saat mengingat apa yang mereka lalui tadi malam.


Jemari tangannya menyibak selimut yang menutupi tubuh telanjang keduanya.kembali bibir tipis laki-laki itu membentuk senyum yang benar-benar mengembang.


''Manis sekali''.gumamnya pelan,manik matanya menatap sang istri tampa berkedip.menatap wanita yang kini sudah benar-benar utuh menjadi miliknya.


Siapa yang tidak bahagia bisa memiliki wanita yang mereka cintai''?.begitulah Ilham.laki-laki manis itu kini begitu bahagia,hingga iya lupa bagai mana susahnya dirinya berjuang untuk meluluh hati seorang Jasmin.


Pertanyaan apa kah istrinya itu sudah mencintainya''?.entahlah.Ilham mengelangkan kepalanya untuk mengusir pikiran yang melintas diotaknya.


''Eh,Mas udah lama bangun''?.Jasmin terlonjak kaget saat mendapati suaminya sedang menatap dirinya lekat.jemari tangannya spontan menarik selimut hingga sebatas leher.


''Sudah lumayan''.jawab Ilham santai.sudut bibirnya menyeringai menatap istrinya lekat.


''Eh,Mas mau apa''?.tanya Jasmin panik,saat tangan laki-laki itu bergerak cepat menarik selimut yang iya kenakan.


''Sekali lagi sayang,menjelang subuh''.pintanya.namun belum sempat apa yang diinginkan terjadi,suara dering ponsel Ilham yang tergeletak diatas nakas membuat pergerakan laki-laki itu terhenti.


''Sebentar sayang''?.Jasmin menjawab hanya dengan angukan.kepalanya menunduk saat melihat Ilham turun dari tempat tidur dengan tubuh polos.laki-laki manis itu meraih celana trainingnya yang tergeletak dilantai dan memakainya asal,setelahnya Ilham langsung melangkah menuju nakas.


''Iya Mas''.Jawab Jasmin saat suaminya itu meminta izin untuk menelfon dibalkon kamar melalui gerakan bibir.


Setelah kepergian Ilham,Jasmin dengan cepat melangkah menuju kamar mandi.

__ADS_1


''Sayang sudah belum mandinya''?.suara pangilan dari luar kamar mandi membuyarkan lamunan wanita yang kini sedang menantap pantulan dirinya didepan cermin.


''Sebentar Mas''.jawabnya pelan.


''Buka pintunya sayang,mandi bareng''!.


''Ngak mau''!.tolaknya dengan wajah bersemu merah.


''Sayang,ayolah''?.pintanya dengan nada memelas.''Sebentar lagi azan,Mas bisa telat nanti buat sholat subuh''?.katanya lagi,hingga akhinya dengan terpaksa Jasmin membuka pintu kamar mandi,namun keduanya bukan langsung mandi,melainkan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.


''Dek,Mas harus berangkat tugas hari ini''?.Jasmin yang sedang mengenakan hijap seketika menoleh.


''Maksudnya Mas''?.tanya wanita itu memastikan.


''Kok mendadak Mas''?.Jasmin memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan sang suami.


Kembali laki-laki itu melingkarkan tangannya.''Iya,tadi pagi atasan Mas telfon, minta Mas segera kambali,maafkan Mas yang belum bisa membawamu ikut serta mengingat kita belum nikah kantor,tapi Mas janji secepatnya akan mas urus''.menatap wajah istrinya lembut.bahkan berkali-kali laki-laki itu mendaratkan kecupan dikening pipi dan tak lupa dibibir tipis sang istri.


Jasmin menganguk.''Baiklah''.jawabnya singkat.ada rasa tak iklas dihatinya,namun dirinya tak bisa egois karna sebelum menikah iya sudah tau apa konsekuensinya menikah dengan seorang tentara,jadi mau bagai mana lagi,semuanya harus iya jalani meskipun sulit.


Pukul setengah tujuh,semua keluarga sudah berkumpul dimeja makan,termasuk Jasmin dan Ilham.bahkan wanita cantik itu yang hari ini menyiapkan sarapan.meskipin dilarang Mama Ambar namun Jasmin memaksa wanita,itu mengatakan jika dirinya ingin sekali menyiapkan sarapan sebelum suaminya berangkat tugas.


Hingga akhirnya Ambar mengiyakan apa yang Jasmin inginkan.

__ADS_1


Nasi gorang seafood kini terhidang dimeja makan membuat Bintang,Ilham dan kedua orang tuanya makan dengan lahap.


''Nasi goreng buatan Kakak enak''?.celetuk Bintang dengan mulut yang mengembung.


''Bintang...ditelan dulu baru bicara''.Ambar menatap putrinya tajam.


''He..he,iya Ma''?.jawab Bintang disertai kekehan.


''Jadi hari ini berangkat Ham''?.tanya Rizal setelah selesai sarapan,kebiasaan laki-laki paruh baya itu kalau makan selalu diam tidak suka berbicara apa lagi mengobrol.


''Jadi Pa''.


''Ya sudah hati-hati''.


''Lo kok pergi''?.


🍇🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.


tbc

__ADS_1


__ADS_2