
Pukul lima sore,akhirnya Abra dan Jasmin pulang dari kantor.
''Ayo masuk''?.pinta Abra pada wanita yang sejak tadi hanya diam membisu.
Jasmin bergeming,namun tak hayal dirinya mengikuti perintah Abra masuk kedalam mobil.
''Sini aku pakaiakan safety beltnya''.Abra dengan cepat memasangkan safety balt kekasihnya,karna sejak tadi wanita itu hanya diam saja,dengan wajah datar.''Ada apa sebenarnya''?.lelah juga lama-lama melihat wanita disampingnya hanya diam saja,tampa suara."Kalau ada masalah kasi tau,jangan diam gini"?.sambungnya lagi.
Jasmin menoleh.
"Sayang"?.Abra menarik tangan Jasmin dan membawanya kepangkuan."Apa yang membebani pikiran kamu"?.cerita sama aku jangan diam gini"?.pintanya lagi.
Jasmin mengelengkan kepalanya lemah."Saya baik-baik saja,saya hanya ingin pulang".
Abra menarik nafasnya panjang,kemudian mengecup punggung tangan Jasmin."Ok,kita pulang sekarang".sambungnya lagi,detik berikutnya Abra langsung melajukan mobil miliknya membelah jalanan kota yang padat menuju kos-kosan sang kekasih.
"Mau mampir makan dulu"?.tanya Abra,kepalanya menoleh sekilas pada Jasmin.
Jasmin mengelang."Saya hanya mau pulang".pintanya lagi.
Abra menganguk."Ya sudah,kita pulang sekarang".lebih baik dirinya mengalah dari pada urusannya makin runyam nanti,itu pikir Abra.
Setelah melakukan perjalanan hampir setengah jam,akhirnya kini mobil sport hitam milik Abra sampai didepan kos-kosan Jasmin.
Matanya menyipit saat melihat laki-laki berseragam loreng berdiri dan menatap kearah mereka.
"Siapa dia"?.batinya.
"Biar aku yang buka"?.Abra dengan cepat bersuara saat melihat Jasmin bergerak untuk membuka pintu mobil.
Kepala Abra menoleh pada laki-laki yang sejak tadi menatap pergerakan mereka,entah siapa laki-laki itu''?.Abra tidak tau.
"Ayo".pintanya setelah pintu mobil terbuka.
"Saya masuk dulu"?.pamit Jasmin.
"Iya sayang,selamat istirahat"?.jawab Abra tersenyum lembut.jemari tangannya mengusap puncak kepala Jasmin lembut.
Jasmin menganguk,detik berikutnya wanita itu langsung melangkah menuju rumah.
"Jasmin"?.
Jasmin menoleh saat mendengar suara yang tidak asing lagi baginya."Lho,Mas Ilham"?.tunjuknya dengan mata membulat.
"Iya ini aku"?.jawab Ilham sambil tersenyum manis.
"Mas Ilham dari mana"?.Jasmin menatap laki-laki itu dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Aku habis pulang dari kerja"?.
"Hah"?.terkejut."Memangnya Mas Ilham kerja apa"?.jujur selama ini dirinya tidak pernah bertanya apa pekerjaan Ilham,bahkan saat ditanya Wulan pun Ilham tidak mau mengatakan apa pekerjaannya.
"Saya"?.
"Mas Ilham ternyata tentara lho Jas"?.belum sempat Ilham menjawab Wulan sudah nyeletuk duluan,membuat laki-laki itu akhirnya bungkam.
''Hah''?.terkejut.
''Ngak usah terkejut gitu,dia dari tadi nunguin lo''.sambung Wulan lagi.
''Memangnya ada perlu apa ya Mas''?.tanya Jasmin dengan kening berkerut.
''Boleh duduk dulu''?.ngak enak ngomong sambil berdiri''?.
''Oh iy''?.
''Kak Jasmin,tadi Mas Ilham minta sama Mama buat ngelamar Kakak secepatnya''.mata semua yang ada disana melotot mendengar apa yang Bintang katakan.
''Dam it''?.Abra mengumpat.tangannya terkepal,sedari tadi laki-laki itu masih berdiri disana,tampa beranjak sedikitpun.emosinya benar-benar memuncak mendengar apa yang remaja itu katakan.
Apa katanya tadi melamar''?.enak saja, sebelum laki-laki itu melamar kekasihnya dirinya dulu yang akan melamar Jasminnya.
''Sayang ayo ikut aku''?.Abra menarik jemari Jasmin kembali dan membawa wanita itu mendekati mobilnya.
"Aku ini kekasih kamu Jasmin,bukan Bapak kamu"?.ketusnya,kenapa Jasmin tidak bisa manis dengan dirinya,sementara dengan laki-laki bernama Ilham itu Jasmin begitu lembut dan begitu manis.bahkan kekasihnya itu memangil laki-laki kampret itu dengan pangilan Mas,tapi dengan dirinya.
"Tapi Pak"?.
"Ayo masuk"?.pintanya lagi.
"Tapi Pak"?.ini sudah malam"?.Jasmin menatap heran pada laki-laki didepannya, kenapa Abra terlihat aneh akhir-akhir ini.
"Hey,ada apa ini"?.Ilham yang melihat mereka sejak tadi berdebat langsung melangkah mendekati Jasmin dan Abra.
"Ngak usah ikut campur"?.bentak Abra membuat Jasmin terlonjak.
"Hey, jangan kasar gitu"?.pinta Ilham masih terlihat tenang.bagi Ilham laki-laki tempramental seperti Abra adalah makanan sehari-harinya.bahkan dirinya yang terlihat tenang seperti air pun bisa menghanyutkan sehanyut-hanyutnya.
"BULLSHIT''.Abra menatap laki-laki didepannya tajam.''Dia kekasihku,kenapa kau ingin menikungku''?.menatap Ilham tajam
Ilham tertawa lapas,tawa yang sama sekali tidak pernah dilihat Jasmin mau pun Wulan.''Kenapa kau takut bersaing denganku''?.ucapnya,menatap Abra dari atas sampai kebawah.
''Cih,siapa yang takut,kau tidak ada apa-apanya dibandingkan aku''.
Kembali tawa Ilham pecah.''Kenapa kau seperti anak kecil yang rebutan Lollipop''?.celetuknya membuat Abra mendengus.
__ADS_1
''Kau jangan mentertawakanku,aku hanya mengingatkanmu jangan pernah mendekati kekasihku,ingat itu''.ancamnya
''Oh,ayolah jangan seperti bocah kemaren sore,kita bisa bersaing secara sehat''.jawab Ilham masih dengan nada santai.
''Apa masalahmu''?.kenapa kau malah menginginkan kekasihku''?.apa kau sudah tidak laku lagi''?.
''Sebelum janur kuning melengkung,apa masalahnya''?.jawab Ilham santai,detik berikutnya laki-laki itu langsung melenggang pergi,meningalkan Abra yang mengerutu tak jelas.
''Sialan''?.umpatnya.
''Sudah Pak,jangan bertengkar terus.saya jadi pusing mendengarnya"?.Jasmin yang dari tadi hanya diam menyimak apa yang kedua laki-laki itu katakan akhirnya kembali bersuara.
''Aku lebih pusing''.ketusnya.''Bagai mana bisa ada laki-laki pecundang seperti itu''.matanya menatap Ilham yang kini melangkah santai menuju rumahnya.
''Eh kamu mau kemana''?.Jasmin yang awalnya berniat melangkah masuk kedalam rumah kembali berbalik karna lengannya ditari Abra.
''Saya mau masuk Pak,tidur.saya capek''?.ingin rasanya dirinya menangis,apa Bosnya itu tidak tau jika sekarang dirinya benar-benar lelah dan butuh istirahat.
''Ayo kerumahku dulu''.masih menarik lengan Jasmin,membuat wanita itu kesal bukan main.
"Pak ini sudah malam,apa Bapak tidak tau jika bertamu malam-malam kerumah orang itu tidak sopan"?.berbicara dengan penuh penekanan."Lagi pula saya butuh istirahat Pak,saya capek"?.pundak Jasmin langsung merosot.hari ini dirinya benar-benar lelah,bukan hanya lelah bekerja,tapi juga lelah melihat kelakuan Abra yang entahlah''?. menurutnya terlalu berlebihan dan yang paling menjadi pikirannya,kenapa suara Abra sama dengan suara"?.
Ah sudah lah,Jasmin mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya sendiri,semua itu sudah berlalu,sekarang dirinya harus pokus menata masa depan, meskipun entah masa depan yang seperti apa nanti yang akan dirinya hadapi"?.Jasmin tidak perduli,yang jelas dirinya tidak mau menyerah,hidupnya masih panjang dirinya harus semangat.
"Baiklah,aku akan membawamu kerumah besok,saat jam makan siang"?.Abra mengalah. karna apa yang dikatakan Jasmin ada benarnya.
"Ya sudah aku masuk dulu,ngantuk"?.pintanya berharap kali ini tak ada lagi drama bosnya itu dan dirinya bisa langsung beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Mbak Jasmin"?.Jasmin menoleh pada remaja yang tadinya sudah pulag karna ditarik Ilham dan sekarang"?.Bintang nongol lagi setelah mobil Abra menjauh.
"Ada apa Bintang"?.tanya Jamain yang tadinya bersiap-siap untuk mandi.
"Ini ada makanan dari Mas Ilham"?.menyodorkan bungkusan tepat didepan Jasmin.
"Makasih,tau aja kita belum makan malam"?.bukan Jasmin yang menjawab tapi Wulan,yang merampas bungkusan dari tangan Bintang,membuat remaja itu mencabik.
"Itukan Buat Kak Jamsin,kenapa diambil"?.ketusnya dengan bibir mengerucut sebel.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1