
"Ojek Pak"!.Jasmin menepuk pundak laki-laki tiga puluh tahun yang sedari tadi dusduk diatas motornya dengan tergesa-gesa.
"Eh Neng,bikin kaget"!.laki-laki itu menoleh."Mau kemana Neng"!.jemari tangannya menyodorkan helem.
"Jalan Pak,buruan"!.tampa berniat menjawab pertanyaan tukang ojek yang menurutnya terlalu banyak tanya Jasmin lengsung meraih helm dan naik diatas motor,bahkan wanita itu mengenakan Helem dengan tergesa-gesa.
"Mau kemana Papa"!.batinnya bertanya tanya.
Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya merasa mertuanya itu sedang menyembunyikan sesutu,namun entah itu apa"?.yang jelas hati kecilnya mengatakan jika dirinya harus mengikuti mertuanya itu.bukan maksud tidak mempercayai apa yang mertuanya katakan,namun dirinya lebih mempercayai hati kecilnya dari pada apa yang mertuanya itu katakan.
"Mbak,kita ini mau kemana"?.
Lamunan Jasmin buyar saat mendengar suara tukang ojek."Kemana Papa"?.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan saat wanita itu tak lagi mendapati mobil yang Rizal kendarai didepannya.
"Yongi"!.gumamnya saat tanpa sengaja matanya menangkap keberadaan sahabat suaminya itu."Ikuti motor yang didepan Pak"!.pintanya disertai tepukan dipundak tukang ojek.
"Baik Mbak"!.motor melaju dengan kecepatan sedang,mengingat Yongi yang berada tak jauh dari mereka membuat Jasmin memintaku tukang ojek memberikan jarak agar mereka tidak ketahuan.
Hampir dua puluh menit Jasmin mengikuti Yongi hingga kini terlihat laki-laki manis yang sampai sekarang tidak menikah karna dileputi penyesalan itu menghentikan motornya didepan sebuah gang.
"Makasih Pak".setelah menyerahkan uang merah sebanyak tiga lembar Jasmin langsung berlari kecil mengikuti Yongi yang sudah mulai menjauh.
__ADS_1
"Mbak kelebihan"!.tangan tukang ojek itu melambai."Ah,kemana si mbaknya"?.kerna tak juga menemukan dimana penumpangnya akhirnya tulang ojek bernama Adi itu melajukan motornya kembali menjauh dari jalanan yang sepi.
Jasmin melangkah dengan pelan saat matanya melihat sebuah rumah panggung yang terbuat dari papan."Rumah siapa Itu"?.gumamnya begitu pelan.
Kepalanya menoleh kekiri dan kekanan."Kemana Yongi"?.sungguh kini dirinya benar-benar sudah kehilangan jejak Yongi,entah Kemana kini laki-laki itu berada"?.yang jelas disini begitu sunyi,namun entah kenapa lagi dan lagi hati kecilnya mengatakan dirinya harus mendekati rumah kayu yang berjarak seratus meter dari tempatnya berdiri sekarang.
Kakinya melangkah dengan cepat namun tetap hati-hati,karna jujur saat ini dirinya merasa was-was dan juga takut.
"Ada orang".kepalanya menoleh kekiri dan kekanan mencari tempat persembunyian saat matanya menangkap dua orang yang keluar dari rumah kayu yang kini sudah tak jauh darinya sekarang.
Dengan cepat Jasmin berlari dibalik pohon sawit yang tak jauh dari tempatnya berdiri.semakin dekat laki-laki dan perempuan itu melangkah mata Jasmin semakin menatapnya lekat.
"Kenapa ngak kamu habisi aja sih tu orang"?.
Wanita yang ada disampingnya menoleh."Aku belum puas menyiksanya"!.wanita yang mengenakan kaos putih dan celana Jens hitam itu menoleh pada laki-laki disampingnya.
"Bukankah semua yang kau lakukan sudah cukup kejam,kau memisahkan dia dari keluarganya,bahkan kau hanya memberinya makan seadanya,apa kau tidak kasian"?.melirik wanita disampingnya tajam.
Wanita yang biasa dipanggil Aura itu seketika menoleh dengan tatam tak suka."Apa kau pikir ayahku yang dibunuh bisa kembali lagi,jika dia aku bebaskan"?.
"Aku bukan memintamu untuk membebaskannya"!.
__ADS_1
"Lalu"?.
"Menurutku lebih baik kau bunuh saja dia dari pada kau siksa begitu,mungkin saat ini baginya mati jauh lebih baik"!.
Aura hanya terkekeh kemudian berkata."Itu yang aku mau"!.jemari tangannya dengan cepat meraih helm yang disodorkan Nando sahabatnya sejak kecil.
Mendengar apa yang Aura katakan Nando hanya menggelengkan kepalanya."Terserah kau saja"!.ucapnya dengan nada malas.
Sementara Jasmin yang ada dibalik sawit sedari tadi mencerna apa yang kedua manusia itu bicarakan."Siapa yang mereka maksud"!.jemari tangannya meremas dadanya yang entah kenapa tiba-tiba merasa nyeri.
Setelah memastikan kedua manusia itu pergi menjauh Jasmin kembali melangkah dengan cepat mendekati rumah pangung yang sudah sangat dekat,wanita itu berpikir bahwa tak ada orang lagi didalamnya, namun Jasmin benar-benar salah,saat kakinya hampir saja menginjak tangga matanya melotot sempurna saat melihat banyaknya penjaga dirumah itu.
"Aaarrrrgggg"?.
🍇🍇🍇🍇🍇
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.,🙏🙏.
TBC.
__ADS_1