
Setelah puas mengolok-olok Jasmin dan Ilham.semua yang ada disana akhirnya pergi mencari penginapan.
Sekarang hanya ada Jasmin dan juga Ilham yang ada dikamar rawat inap.dan juga beberapa ajudan yang ditugaskan untuk menjaga kamar atasan mereka.
''Mas,aku bisa kembali kepenginapan-kan''?.tanya Jasmin setelah keduanya diam beberapa saat.
''Pamit kemana''?.tempat Adek itu disisi Mas''.meraih jemari isrinya dan mengengamnya lembut.
''Tapi Mas''?.mencoba protes,namun belum sempat Jasmin bersuara Ilham dengan cepat mengunci bibir istrinya itu dengan sebuah kecupan lembut namun dalam dan menuntut.
Jemari tangan Jasmin bahkan reflek menarik pakaian rumah sakit yang Ilham kenakan membuat tubuh keduanya semakin dekat.
''Ehem''?.suara deheman seseorang membuat keduanya menoleh.
''Wulan''?.pangil Jasmin saat melihat sahabatnya itu berdiri disana.''Lu kok tau gue ada disini''?.tanya Jasmin dengan wajah bingung dan juga kikuk,padahal dirinya sendiri yang memberi tahukan Wulan dimana dirinya sekarang.
''Elah,kan lu yang ngasi tau gue''.ketus Wulan mencabik kesal.dirinya pergi kesini butuh perjuangan penuh,namun apa yang iya temukan''?.sahabatnya itu malah enak-enakkan ciuman.
Dasar.
''Benarkah''?.mengaruk kepalanya yang ditutupi hijap.membuat Ilham menoleh,jemari tangannya mengusap pipi mulus sang istri dengan lembut.
''Mas Ilham,gimana kabarnya udah baikkan''?.kakinya melangkah memasuki ruangan yang sangat sulit iya masuki, pasalnya tadi beberapa penjaga didepan pintu melarangnya untuk masuk entah karna apa''?.padahal setau dirinya wajahnya cantik dan imut,tidak ada tampang penjahat sedikit-pun..''Kayanya udah baikan,buktinya udah bisa nyosor''?.celetuknya asal.
Mendengar apa yang Wulan katakan membuat Jasmin menundukkan wajahnya,sementara Ilham mengusap tengkuknya dengan wajah kikuk.
''Udah santai aja,gue orangnya asik kok-
''.katanya.''Wah ada banyak makanan,emang ada acara apa tadi''?.kakinya dengan cepat melangkah mendekati meja kecil yang ada disudut ruangan.''Wudih,enak nie''?.langsung meraih piring yang ada disana tampa disuruh.
''Boleh dimakan kan Mas''?.tanya wanita itu lagi,kepalanya menoleh menatap Ilham yang kini juga sedang menatap dirinya.
Ilham mengangukkan kepalanya.''Boleh silahkan''.
''Asik''.langsing menyantap semua menu yang ada,dengan sangat lahap.tampa malu,apa lagi sungkan,yang ada seorang Wulan hanya malu-maluin.
Selesai makan Wulan membereskan semua piring yang sudah kosong.''Ini mau diletakkan dimana Mas''?.tanya wanita itu bingung.
''Biarkan saja disitu,nanti petugas rumah sakit yang akan mengambilnya''?.jawab Ilham sambil menunjuk meja kecil yang ada disana.
Wulan menganguk.
''Yuk Jas,balik''.ajaknya,tampa rasa bersalah,setelah menghabiskan semua makanan dengan santainya wanita itu ingin pergi dari sana.
Dasar Wulan.
''Mas aku pulang dulu''.bangkit berdiri dari duduknya.namun belum sempat wanita itu melangkah pergi jemari tangannya dengan cepat dicekal Ilham.
''Jangan pergi,tetap disini temani Mas''?.pintanya dengan tatapan mengiba.
''Tapi Mas''?.Jasmin binggung harus bagai mana''?.disisi lain dirinya harus kembali kepenginapan karna takut Abra akan mengetahui keberadaannya.disisi lain dirinya juga tak tega membiarkan laki-laki yang sudah bergelar suaminya itu sendirian dirumah sakit.
''Jas,kalau lu pengen nemanin Mas Ilham disini sampai besok pagi ngak apa-apa kok,gue akan cari cara supaya Abra tidak tau dimana lu''.
''Tapi''?.
''Sayang''.Ilham meraih pengang ramping istrinya dan membawa wanita cantik itu duduk dipangkuannya.
Wulan yang masih setia berdiri disana menatap keduanya dengan tatapan heran.
''Kami sudah menikah''?.kata yang diucapkan Ilham membuat Wulan tesedak ludahnya sendiri.
''Uhuk..uhuk''.
__ADS_1
''Minum Lan''?.Jasmin dengan cepat bangkit berdiri dari duduknya,meraih segelas air putih dan memberikannya pada sahabatnya itu.
''Lu serius''?.tanya wanita itu setelah meminum segelas penuh air putih.
Ilham mengangukkan kepalanya dengan mantap.
''Jas''?.Wulan mengalihkan pandangannya pada Jasmin.
''Iya Lan''.Jasmin membawa sahabatnya itu duduk disofa yang ada disana.
''Lu bisa jelasin sama gue Jas''?.pintanya dengan nada kecewa.kenapa kejadian sebesar ini Jasmin sahabat baiknya tega menyembunyikan ini darinya''?.
''Maaf Lan,semua ini terjadi begitu saja''?.
Wulan terkekeh.''Kenapa sih Jas,lu ngak pernah bisa terbuka sama gue''?.apa begitu sulitnya percaya sama gue''?.air matanya menetes tampa bisa iya tahan,sungguh, dirinya bukan marah dengan Jasmin,namu dirinya kecewa karna Jasmin harus menikah tampa didampingi siapa pun,bahkan orang terdekatnya.apa lagi kedua orang tuanya,mengingat itu semua membuat tangis Wulan semakin pecah.
''Lan jangan gini,ntar kamu diusir dokter lho''?.Wulan langsung terdiam mendengar apa yang Jasmin katakan.
Dan akhirnya malam itu Jasmin memutuskan untuk menginap disana,sementara Wulan pulang dan wanita konyol itu memberikan alasan pada Abra, bahwa Jasmin ada keperluan mendadak,wanita itu mengatakan Jasmin pergi kerumah Tantenya yang sama sekali tidak iya ketahui tempatnya.
''Mana mungkin dia pergi begitu saja''?.kesal a
Abr menatap Wulan tak percaya.
''Kenapa tidak bisa,Bapak hanya atasan dan tunangannya bukan orang tuanya''?.lagi pula Jasmin itu manusia biasa yang punya keinginan sama seperti Bapak Abra yang tarhormat,Jasmin manusia,bukan robot yang bisa diatur semau Bapak''.setelah berkata seperti itu Wulan langsung melangkah meningalkan Abra yang kini menatap wanita itu dengan wajah emosi.
''Awas saja kalian''?.geramnya,dengan gigi bergemeletuk menahan geram.
''Jasmin,kemana lagi''?.menoleh kekiri dan kekanan.''Kenapa semakin hari wanita itu semakin susah diatur''?.jemari tangannya merogoh saku celananya dan menghubungi Barong.
Namun sudah berkali-kalo iya hubungi anak buahnya itu,Barong sama sekali tidak mengangkat terlfon darinya,bahkan nomor anak buahnya itu sekarang sudah tidak aktif lagi.
''Sialan''?.umpatnya menahan geram.jamari tangannya menjambak rambutnya kasar.kakinya mondar-mandir diparkiran penginapan tepat pukul delapan malam itu.
''Dret..dret..dret''.
Abra dengan cepat melihat layar smartphone miliknya.berharap jika yang menghubunginya Barong anak buahnya.
''Mama''?.gumamnya saat melihat nama Mamanya berkedip-kedip disana.
Dengan malas Abra mengeser tanda hijau yang ada dilayar ponsel.
Abra
📱''Hallo Ma''?.jawabnya dengan nada malas.
Mama
📲''Eh sayang,lagi ngapain''?.tanya Sopia dengan nada lembut seperti biasanya.
Abra
📱''Ngak ada Ma,Abra lagi santai''?.bohongnya.
Mama
📲''Oh iya Ra,tadi Jasmin nelfon Mama katanya dia ngasi tau Mama kalau sekarang dia lagi menginap ditempat saudaranya, mungkin untuk beberapa hari belakangan ini''.
Abra mengerutkan keningnya.
Abra
📱''Kok bisa,kenapa dia ngak nelfon Abra langsung''.tanya laki-laki dengan itu nada kesal.
__ADS_1
Mama
📲''Ya itu yang ingin Mama bicarakan,Jasmin ngak berani pamit sama kamu,soalnya takut ngak diizi-nin''.
Abra mendengus,mendengar apa yang Mamanya katakan.
Abra
📱''Jangan sok tau Ma''?.ketusnya malas.
📲''Mama ngak sok tau sayang,Mama hanya ingin menasehati anak Mama,wanita itu paling ngak suka dikekang sayang''.nasehatnya lagi.
Dan lagi-lagi Abra mendengus kesal.
Abra
📱''Udah dulu Ma,Abra mau tidur''?.langsung mematikan sambungan Telfon membuat Sopia yang ada disebrang sana hanya bisa mengelangkan kepalanya melihat tingkah putranya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
''Sayang,sini''?.menepuk-nepuk kasur yang ada disampingnya.
''Ngak apa-apa Mas,aku tidur disini saja''.menunjuk sofa yang kini iya duduki.meskipun Ilham sudah sah menjadi suaminya,namun tetap saja dirinya merasa gugup.bahkan tubuhnya sampai bergetar.
''Sayang,ayolah kita sudah menikah,apa Mas yang harus kesana''?.ancam Ilham.
''Biar aku yang kesana Mas''.Jasmin dengan cepat melangkahkan kakinya mendekati Ilham.
''Sini''?.Ilham menarik lengan wanita itu dan memintanya berbaring diatas tempat tidur.
''Ayo tidur sayang''?.pintanya membuat Jasmin gelisah.pasalnya seumur hidup ini kali pertama dirinya sedekat ini dengan seorang laki-laki.
Meskipun dirinya pernah lebih dari sekedar dekat dengan laki-laki,namun tetap saja itu semua tak mampu membuatnya terbiasa. justru dengan kejadian naas itu membuat dirinya merasa tak pantas,jika harus bersanding dengan laki-laki sempurna seperti Ilham.
''Eh,iya Mas''?.jawabnya gugup.jemari tangannya reflek memeluk tubuhnya sendiri,sebagai perlindungan.
''Jangan takut,Mas suami Adek''.mengusap kepala wanita yang masih mengenakan hijap itu lembut.''Mas buka hijapnya ya''?.
''Eg-''.gugup.
''Mas sudah halal melihatnya sayang''?.berbisik tepat ditelinga Jasmin membuat tubuh wanita itu meremang.
''Mas''?.pekiknya,saat Ilham membuka hijap yang iya kenakan,setelahnya laki-laki manis itu langsung mengukung tubuhnya hingga tidak bisa bergerak sama sekali.
''Mas ini rumah sakit''?.lirihnya begitu gugup.
''Mas hanya minta Dp sayang''.langsung mendaratkan kecupan dibibir tipis istrinya itu.
''Eeeuugghhh''.lenguhan keluar begitu saja dari bibir Jasmin,saat tangan nakal Ilham
meraba-raba dadanya melalui piama yang iya kenakan.
''Mas''?.jeritnya tertahan,saat laki-laki itu mengangkat piama tidur yang tadi diantarkan Bintang untuk dirinya,kini sudah diangkat hingga kedada.
🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏.
Tbc
__ADS_1