Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan

Pembalasan Dari Wanita Yang Kau Hancurkan
Par 83


__ADS_3

''buk''.


''Aw sialan''??. laki-laki bertubuh tambun itu langsung menjerit saat merasakan hantaman keras yang berasal dari kepala Abra.


Yup tanpa menjawab sepatah kata pun, Abra langsung berdiri hingga kepala laki-laki itu menghantam kepala barong yang berdiri dengan angkuhnya di sisi Abra,lebih tepatnya Abra sengaja melakukan itu semua karena sudah seringkali Barong mencari gara-gara dengan dirinya,Abrah hanya manusia biasa, punya batasan kesabaran Dan inilah akhir dari kesabarannya, Abra berdiri dengan mengepalkan kedua belah tangannya, tatapan matanya tajam menghunus iya tunjukkan pada laki-laki jelek gendut yang ada di depan dirinya sekarang.''apa maumu''?. tanya laki-laki itu dengan tatapan dingin.


Barong mendongak,mengingat tubuh Abra jauh lebih tinggi dari pada tubuhnya yang pendek,jemari tangannya mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah, rasa perih yang berasal dari hantaman kepala Abra membuat kepala laki-laki itu pening, namun karena gengsi Barong tetap berusaha menampilkan wajah sangar dan sombongnya meskipun dalam hatinya menatap ciut Abra. bareng pikir laki-laki yang ada di depannya,laki-laki didepannya bukanlah orang sembarangan. barong menggaruk kepalanya yang tak gatal,detik berikutnya laki-laki itu berbicara dengan nada yang dipaksakan sombong.''aku mau kau memijatku''. Katanya.


Abra berdecih.''siapa kau''?. sentak Abra dengan nada kasar, manik mata laki-laki itu menatap Barong tajam.sungguh seorang Abra bukanlah orang yang mudah untuk diperintah,karena sejatinya Abrallah yang selalu memerintah. laki-laki angkuh itu takkan mau melakukan apa yang menurutnya tidak harus ia lakukan.


Mendengar pertanyaan Abra Barong jadi gelagapan,entah kenapa kini nyalinya menjadi ciut,apalagi saat melihat tatapan tajam Abra.''Aku sahabatmu''. jawab laki-laki tambun itu asal.''maksudku tadi aku ingin memijatmu, apa kau mau''?. akhirnya kata itu yang mampu barong ucapkan, hingga membuat beberapa penghuni lafaz menatap laki-laki itu heran.


Mereka berpikir jika barong salah minum obat.


''Boleh''?. jawab Abra singkat, laki-laki tampan yang terlihat semberawut itu kini kembali duduk dengan kaki berselonjoran.''ayo''. Katanya.


Barong menatap seluruh penghuni lapas, manik matanya bergerak-gerak mengisyaratkan jika dirinya hanya berpura-pura,padahal kenyataannya Barong bener-bener takut dengan Abra,karena selama ini laki-laki itu hanya mental tempe, selama ini Barong hanya mengandalkan tato di tubuhnya agar dirinya terlihat sangar supaya orang-orang takut padanya,padahal alasan dirinya masuk ke dalam penjara hanya karena mencuri jemuran tetangga.


''Jangan sampai ada yang tahu jika aku masuk penjara hanya karena masalah sepele, bisa hancur reputasiku''?. Barong membatin. jemari tangannya sudah mulai bergerak memijat kaki Abra yang sejak tadi sudah bersiap menerima pijatan dari barong.


''Ceklek''.

__ADS_1


Suara pintu sel dibuka membuat semua penghuni lapas menoleh, terlihat seorang penjaga lafaz kini berdiri di depan pintu tatapan matanya menatap semua yang ada di sana dengan tajam.'' Siapa yang bernama Abra di sini''?. Suara tegas itu bertanya dengan nada lantang hingga Abra mendongakkan kepalanya menetap laki-laki yang menggunakan seragam lengkap polisi.


''Saya''. jawabnya singkat.


''Ikuti saya sekarang''. sambung polisi itu lagi masih dengan nada tegas.


''Ke mana''?. Abra menjawab dengan nada tak kalah tegas.


Polisi yang ada di depan sel berdecih,sungguh laki-laki yang ada di depannya sekarang adalah manusia sombong. mungkin dulu jika Abra sombong orang lain mungkin bisa memaklumi,tapi sekarang, siapa Abra''?. hanya seorang narapidana dengan kasus yang sangat memalukan,yaitu seorang pemerkosa. alias penjahat kelamin.


Itu sangat buruk,bahkan lebih buruk dari mafia kejam sekalipun.itu pikir polisi yang ada di depan Abra sekarang.


''Ada yang ingin bertemu denganmu''?.


Abra gila''???.


''Siapa''?. tanya Abra akhirnya.


Lagi-lagi polisi yang ada di depannya berdecih kesal''Ikut saja,jangan banyak bertanya''.sentaknya kesal.


Akhirnya dengan malas Abra berdiri, detik berikutnya laki-laki itu langsung melangkah keluar dari sel tahanan menuju ruangan yang biasa digunakan untuk bertemu dengan sanak keluarga atau bahkan pengacara. manik mata Abra mengitari seluruh sudut ruangan untuk mencari siapakah yang ingin bertemu dengan dirinya "? .

__ADS_1


"Mau apa dia ke sini "? .batin Abra saat melihat siapa yang kini ada di depan dirinya. kedua tangan laki-laki itu terkepal erat,saat melihat siapa yang berdiri di belakang Jasmine,wanita pujaan hatinya yang kini sudah menjadi milik orang lain, pertanyaannya apakah Abra akan menyerah untuk mendapatkan Jasmine "? . jawabannya tentu tidak,laki-laki egois,keras kepala, takkan mungkin akan menyerah begitu saja. Masuk penjara dan dihukum seperti ini bukanlah akhir dari semuanya, bahkan Abra pikir ini akan menjadi awal dari segalanya.


''Silakan duduk''. lamunan Abra buyar saat seorang polisi memintanya untuk duduk diikuti Jasmine dan laki-laki yang sama sekali tidak ingin Abra sebutkan namanya, sungguh Abra membenci laki-laki sumber masalah dalam hidupnya itu.


''bagaimana kabarmu sayang "? . Abra membungkukkan tubuhnya menghadap Jasmin,tatapan matanya menatap wanita itu penuh kerinduan.


Membuat Ilham yang ada di samping Jasmin mengatatkan rahangnya menahan emosi, satu tangannya terulur dan mendorong kepala Abra agar menjauh dari istrinya. "Jaga matamu, aku takut nanti kukuku yang runcing ini akan menusuk matamu yang kurang ajar itu, dan kepala tinju ini''?. mengepalkan tangannya dan mengarahkan kepala tinjunya tepat di depan Abra. "Akan menghantam bibirmu yang suka asal bicara ".


Bukannya takut Abra malah terbahak mendengar apa yang laki-laki di depannya katakan. "Hey bung.''?. seperti biasa Abra yang malas menyebutkan nama laki-laki di depannya hanya menyebutkan kata bung untuk laki-laki yang paling iya benci di dunia ini. "Apa kau takut istrimu akan jatuh kembali dalam dekapanku "? . Sambil terkekeh laki-laki itu mengetuk-ngetuk meja membuat Ilham berdiri dan menarik kerah baju tahanan yang Abra kenakan.


''Sudahlah mas, sabarlah sedikit, Mas jangan melayani laki-laki ini''. balas Jasmin tanpa mau menatap Abra. jemari tangannya dengan cepat menarik tangan Ilham agar melepaskan cengkraman tangannya dari kerah baju Abra. "Kuduklah Mas, kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin ".


Ilham melirik istrinya sekilas, melihat wajah teduh dan tenang Jasmin mampu membuat emosi Ilham yang tadinya meledak ini langsung reda. menarik nafasnya panjang. "baiklah ". Akhirnya kata itu yang Ilham ucapkan, manik matanya kini beralih menatap laki-laki sombong yang ada di depannya sekarang, sebenarnya iya malas jika harus berurusan dengan bedebah yang satu ini, namun demi sang istri tercinta apapun akan ia lakukan meskipun harus membujuk si kampret satu ini.


''Apa kau ingin bebas''?


🍇🍇🍇🍇🍇🍇


Mohon dukungannya like vote and komen.


Maaf masih banyak typo.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2