
''Ya ampun,Abra kamu mabuk lagi''?.Sopia mengusap wajahnya kasar,matanya menatap putranya tajam. Abra dipapah seorang laki-laki didepan pintu rumah.
''Latif''? pangilnya pada satpam yang bekerja dirumah itu.
''Iya Nyonya''?.seorang laki-laki tinggi tegap berdiri disamping tubuh Abra yang mabuk.
''Tolong bawa Abra masuk''.memijat pangkal hidungnya,entah lah rasanya Sopia sudah lelah melihat kelakuan Abra yang seperti ini,dulu putranya itu sangat penurut dan manja,namun setelah lulus SMA putranya itu menjadi binal dan susah diatur
''Baik Nyonya''.mengambil alih tubuh majikannya dan membawanya masuk kedalam rumah dengan susah payah mengingat tubuh Abra yang tinggi tegap.
''Terima kasih ya Mas''.Sopia mengulurkan uang pecahan seratus ribu sebanyak tiga lembar.''Ini buat ucapan terima kasih''.
''Tidak usah tante,saya permisi dulu''.tampa mengambil uang yang Sopia sodorkan laki-laki manis itu langsung melangkah pergi.
Sopia mengangkat bahunya acuh,detik berikutnya langsung menutup pintu dan menguncinya,setelah memastikan Latif keluar dari rumah.
''Ada apa Ma''?.Adlan mengusap matanya yang masih mengantuk.saat mendengar suara brisik laki-laki paruh baya itu langsung bagun dari tidurnya.
''Aaarrrgg''.Sopia mengeram kesal,sungguh kesabarannya sudah habis untuk menghadapi sifat Abra,kapan putranya itu akan berubah''?.
''Kenapa Ma''?.Adlan berdiri dari duduknya menarik lengan istrinya dan membawanya duduk diatas tempat tidur.
''Abra Pa''?.
''Abra kenapa''?.keningnya berkerut.
''Mabuk lagi''.jawab Sopia dengan nada ketus.
Adlan menarik nafasnya panjang.''Sabar ma''.Adlah seorang pengacara terkenal diusianya yang sudah empat puluh tahun.laki-laki itu terkenal sebagai pengacara handal dan selalu memenangkan kasus seberat apa pun yang kliennya hadapi.
''Mama bingung,bagai mana lagi caranya mendidik Abra''?.menoleh pada sang suami.''Apa Abranya kita nikahkan saja ya Pa''?.
''Sama siapa Ma''?.
''Saja Jasmin Pa''?.wajah Sopia terlihat
bersemangat.
Adlan menarik nafasnya panjang.''Dari penilaian Papa Jasmin tidak mencintai Abra''?.Adlan seorang pengacara tidak susah baginya untuk membaca raut wajah seseorang.
''Papa tau dari mana''?.tubuhnya berputar menghadap suaminya.
''Papa tau lah Ma,apa Mama lupa siapa Papa''?.
Sopia mengangukkan kepalanya,membenarkan apa yang suaminya katakan.''Trus gimana dong Pa''?.Mama lihat Abra begitu mencintai Jasmin''.
''Kalau Abra sih,Papa yakin begitu mencintai Jamsin.tapi Jasminnya''?.mengangkat bahunya.''Papa yakin seratus persen Jasmin tidak mencintai Abra,ya sudah tidur dulu Papa ngantuk''.
''Is Papa Mama belum selesai Pa''.menarik-nerik selimut suaminya yang sudah mulai terpejam.
__ADS_1
''Is malah tidur''.Sopia mengerutu tak jelas saat melihat suaminya benar-benar tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pukul 07.
''Abra bangun kamu''?.Sopia menepuk-nepuk pungung putranya dengan kuat,kesal sekali dirinya melihat tingkah putranya itu bagai mana cara dirinya untuk merubah Abra agar menjadi lebih baik?.
''Abra bangun,kalau ngak bangun Mama siram nie pakai air''.kembali menepuk-nepuk punggung putranya.
Bukannya bangun Abra malah menarik selimutnya dan lanjut tidur.
''Ngak bisa dibiarkan ini''?.melangkahkan kakinya menuju nakas,tangan Sopia dengan cepat meraih gelas yang yang airnya masih utuh,kakinya kembali melangkah mendekati Abra kembali.
''Byyuuuurrrr''.
''Aaaarrrgggg sialan,ada apa ini''?.Abra langsung gelagapan dan duduk dari berbaringnya.
Melihat itu semua Sopia tertawa lepas.''Rasain,tadi dibangunin baik-baik ngak mau''.ejeknya.
Abra menatap Mamanya kesal.''Mama tega sekali''?.gumamnya,kakinya melangkah menuruni ranjang,matanya mendelik Sopia kesal.
''Sana mandi,dasar pemalas.siapa yang mau mau nikah denganmu kalau kelakuanmu kayak gini''?.Sopia kembali mencibir saat melihat putranya melangkah gontai menuju kamar mandi.
''Mama minggu nanti kita ngak jadi pergi liburan kepantai Ma''.jeritnya dari kamar mandi.
''Lho kenapa''?.Sopia yang tadinya duduk ditempat tidur putranya langsung berdiri dan mendekati kamar mandi.
''Memangnya Jasmin mau''?.
''Mau lah,kenapa engak''?.jawab Abra enteng,meskipun hatinya tidak begitu yakin, entah kenapa setelah Alin bertemu Jasmin hatinya menjadi tidak tenang.
''Oh ya sudah,bagus lah Mama akan menyiapkan semuanya''?.meskipun apa yang Adlan katakan masih menjadi pikirannya, namun Sopia akan tetap mendukung apa pun yang putranya inginkan.setelahnya Sopia langsung melangkah keluar kamar Abra, wanita paruh baya itu berniat akan memberitahukan suaminya tentang rencana Abra.
Selesai mengenakan pakaian,Abra langsung melangkah menuruni tangga.''Sarapan Ra''?.pangil Sopia saat melihat putranya melewati ruang makan.
''Abra sarapan dikantor saja Ma''.menyalami tangan kedua orang tuanya,detik berikutnya langsung melangkah pergi.
''Hufh''.Papa pusing melihat tingkah Abra''.Adlan mengusap wajahnya gusar.
''Sabar Pa''.mengusap punggung suaminya lembut.''Mama yakin setelah menikah Abra akan berubah Pa,dan tentang Jasmin,Mama yakin seiring berjalannya waktu Jasmin bisa mencintai Abra,lagi pula Abra tampan,mapan dan juga bertanggung jawab''.meskipun kelakuan Abra amburadul namun putranya itu mempunyai banyak kelebihan,salah satunya Abra selalu bertanggung jawab pada pekerjaannya dan Abra selalu sayang dan hormat kepada kedua orang tuanya
''Tapi bagai mana dengan hoby mabuk-mabuknya''?.
''Mama yakin,setelah menikah Abra akan berubah''.
''Hufh,terserah Mama''.bangkit berdiri,detik berikutnya mengecup kening istrinya lembut.''Papa berangkat kerja dulu,ada sidang soalnya''.
''Iya Pa,hati-hati''.setelahnya Adlan langsung melangkah pergi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain
Jasmin melamun didepan kos-kosan seorang diri,setelah melaksanakan sholat subuh dan menumpahkan segala keluh kesahnya pada sang pencipta,wanita cantik itu langaung duduk disana setelah membuatkan nasi goreng untuk sarapan mereka nanti.
Entah kenapa setelah dirinya membaca secarik kertas yang Alin berikan pikirannya menjadi kalut dan berpasangka buruk pada Abra.
CARI DIARY ABRA KAU AKAN MENEMUKAN SEGALANYA DISANA
Itu tulisan yang ada pada kertas yang Alin berikan.''Ada apa dengan Pak Abra''?.gumamnya pelan, jemari tangannya membolak-balik kertas kecil yang Alin berikan.''Apa aku harus kencari diary itu''?.tapi dimana aku harus mencarinya''?.kembali wanita itu bergumam.
''Jas,lu ngak kekantor''?.Jasmin menoleh pada sumber suara.
Terlihat Wulan sudah mandi dan mengenakan pakaian kantor.
''Kerja kenapa engak''.Bangkit berdiri dari duduknya dengan cepat namun sebelum memasuki rumah wanita itu menoleh sekilas pada Wulan.''Kenapa ngak dikasi tau dari tadi''?.berlari masuk kedalam rumah meningalkan seorang Wulan yang mengelangkan kepalanya binggung.
''Bukannya dia sudah bangun dari subuh''?.Wulan melangkahkan kakinya memasuki kamar dengan sepiring nasi goreng dan telor ceplok yang baru saja iya ambil dibawah tutup saji.''Lu kenapa ada masalah''.menantap Jasmin yang kelimpungan mencari pakaian kantornya.
''Nanti gue cerita''.tergesa-gesa mengenakan pakaian dan menyirir rambutnya tak lupa memakai bedak dan make up tipis.detik berikutnya langsung berlari keluar kos.
''Ngak sarapan dulu Jas''?.Wulan ikut berlari mengikui Jasmin.
''Ngak sempat,pagi ini ada Meeting''.menaiki ojek yang iya pesan dengan cepat.''Gue pergi dulu''?.melambaikan tangan.
''Iya hati-hati''.Wulan kembali masuk kedalam rumah dengan piring nasi goreng ditangannya.
Sepanjang perjalanan pikiran Jasmin kembali berkelana entah kemana.''Apa aku selidiki saja ya''?.bergumam pelan.
''Mbak sudah sampai''.
Lamunan Jasmin buyar,saat mendengar suara tukang ojek.
''Makasih Pak''?.
''Iya sama-sama Mbak''.meraih ongkos yang disodorkan Jasmin.
Setelah membayar ongkos ojek,Jasmin dengan cepat berlari memasuki kantor.
''Apa aku selidiki sekarang ya''?.kakinya melangkah menuju ruangan Abra.
Kepalanya menoleh kekiri dan kekanan untuk memastikan ada orang atau tidak''?.entah kenapa hatinya mengatakan jika dirinya harus menyelidiki siapa Abra sebenarnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.