Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
menatap dingin


__ADS_3

"Tapi ibu kecewa, Halwa jadi nikah dengan laki laki itu, harusnya sama kamu." sungut Bu Imah dengan wajah masamnya.


"Emang Yudha gak kecewa?


Yudha gak terima Bu, sakit hati banget malahan. Tapi kita gak bisa apa apa, Bu! karena tidak ada yang bisa kita gunakan untuk menggagalkan pernikahan mereka. Tapi semua pasti belum terlambat, asal Hasna ada pada kita. Pasti Halwa akan dengan mudah kita kendalikan." Yudha tersenyum miring dan memakai kembali maskernya, serta mengenakan kopyah agar tak ada yang curiga jika itu dirinya.


Yudha melangkah bersama ibunya diantara para tamu dan keluarga dari Dafi memasuki pelataran tenda yang sudah di dekor sedemikian indahnya.


Memang, hampir semua tidak ada yang menyadari kehadiran Yudha, karena tidak mungkin memperhatikan satu demi satu tamu yang ikut hadir. Namun, sebagai perempuan yang sudah bertahun tahun hidup satu atap dengan Yudha juga ibunya. Halwa sangat hafal mata dan gesture kedua manusia itu.


"Mas!" panggil Halwa lirih pada Dafi yang tengah duduk di sampingnya.


Dafi menoleh dan menggenggam jemari wanita yang kini sudah halal disentuhnya.


"Ada apa?


Kenapa kamu kelihatan cemas begitu, sayang?" tatap Dafi dengan lekat.


"Diantara para tamu dari keluarga, Mas Dafi.


Ada mas Yudha dan ibunya. Aku takut, Mas!


Mereka punya niat jahat untuk mengacaukan acara kita, dan sepertinya tengah merencanakan sesuatu, karena mereka datang dengan cara sembunyi sembunyi.


Jujur aku mencemaskan Hasna!" sahut Halwa dengan sangat cemas dan matanya tak berkedip tak ingin lepas mengawasi putrinya yang kini duduk tak jauh dari dirinya.


Dafi mengedarkan pandangan, mencari keberadaan Yudha dan ibunya diantara para tamu yang tengah menikmati hidangan di tempat yang sudah disediakan.


"Mereka ada di ujung sebelah kiri, Mas!


Mas Yudha memakai kemeja warna Nafi dan ibunya pakai baju warna maroon." menyadari kalau suaminya tengah mencari keberadaan mantan mertua dan mantan suaminya, Halwa langsung memberi tau keberadaan orang yang di cari.


"Aku akan minta bantuan Candra dan Hanifah.


Candra biar mengawasi mereka diam diam, dan Hanifah biar terus mendampingi Hasna!


Kalau ada apa apa kita akan segera tau." sahut Dafi dan meraih ponselnya lalu mengirim pesan kepada Candra.


Setelah membaca pesan dari Dafi. Candra menoleh dan menganggukkan kepalanya ke arah Dafi dengan senyuman kecil, tanda kalau dia mengiyakan permintaan saudara sepupunya itu.


Candra menghampiri adiknya dan membisikkan sesuatu, lalu dengan segera Hanifah pergi dan menemani Hasna mengobrol agar tidak terlihat kalau sedang mencurigai sesuatu.


Sedangkan Candra pindah tempat duduk, agar bisa mengawasi gerak gerik Yudha dan ibunya.

__ADS_1


"Yudh! bagaimana kita bisa mendekati anakmu itu?


Dia terus duduk disana, dekat dengan ibunya.


Kalau kita yang ke sana, pasti Halwa mengenali kita!" Bu Imah berbisik pada Yudha, bingung karena tidak bisa mendekati Hasna, bahkan Hasna sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, dan itu sangat menyulitkan Yudha dan ibunya yang tidak bisa bergerak.


Candra yang duduk tak jauh dari mereka, terus saja mencuri dengar dan mengawasi Yudha dan ibunya dari ekor matanya, sambil tangannya pura pura fokus memainkan ponselnya.


"Kita tunggu sebentar lagi, Bu!


Tidak mungkin Hasna akan terus betah disana.


Pasti dia setidaknya akan pergi ke kamar mandi.


Saat itu, baru kita temui dia dan ajak untuk ikut pulang dengan kita!" sahut Yudha dengan suara yang di pelankan dan bersikap biasa saja, agar tidak ada yang curiga dengan sikap mereka.


Hampir tiga puluh menit, Yudha dan ibunya belum juga beranjak dari tempat duduknya. Hanya diam dan matanya terus menyoroti ke arah Hasna dan juga Halwa.


Hasna yang merasa ingin buang air kecil, pamitan pada Hanifah untuk pergi ke toilet sebentar.


Yudha yang melihat anaknya beranjak dari tempat duduknya, langsung berdiri dan mengikuti Hasna.


Namun di cegah oleh Candra yang kebetulan sedari tadi terus mengawasi pergerakan Yudha.


"Mau numpang ke toilet, karena ibu saya sudah gak tahan untuk buang air kecil." sahut Yudha santai.


"Tapi ya jangan asal masuk saja pak, kan bisa permisi dulu." sahut Candra masih dengan sikap sopan.


"Memang mas nya ini siapa? kok kayak yang punya rumah saja!" sungut Bu Imah sambil mencebikkan bibirnya kesal.


"Saya adik dari suaminya mbak Halwa.


Dan saya disuruh untuk ikut mengawasi dan menjaga acara juga keamanan di sini." sahut Candra masih dengan sikap tenangnya.


"Baiklah, saya minta ijin untuk numpang ke toilet, kasihan ibu saya yang sudah tidak tahan untuk buang air kecil." sahut Yudha dengan menahan perasaan kesalnya.


Sebelum Candra menjawab omongan Yudha.


Terlihat Hasna keluar dan menatap Yudha.


Hasna terdiam dan pura pura tidak tau kalau itu ayahnya, padahal dia sangat hafal dengan postur dan mata sang ayah.


Hasna hanya menyapa Candra, laki laki yang dipanggilnya kakak.

__ADS_1


"Kak Candra disini?" sapa Hasna lembut.


"Iya, kakak lagi jaga jadi satpam di rumah kamu.


Ini ada orang yang mau numpang ke kamar kecil, boleh kan?" sahut Candra masih dengan mode pura pura tak mengenali Yudha dan ibunya.


"Oh, boleh kak.


Bisa di kamar mandi yang ada di belakang, lewat samping, pintunya ada di garasi." sahut Hasna sambil tersenyum dan pamit mau kembali menemui Hanifah.


Saat Hasna akan melangkah, Yudha mencekal tangan putrinya dan membuka masker miliknya."Hasna! ini ayah nak!" ucap Yudha dengan wajah dibuat sesendu mungkin.


Hasna bergeming dan tak merespon apapun, hanya menatap dingin pada laki laki yang selalu menggoreskan luka di hatinya.


Sedangkan Halwa sudah begitu cemas saat melihat mantan suaminya ada bersama putrinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


"


__ADS_2