Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Rencana Bu Imah


__ADS_3

"Bunda pulang ya, asalamualaikum!" Halwa sekali lagi memeluk anaknya penuh rindu dan mengecup pucuk kepalanya yang tertutup jilbab. Lalu melangkah keluar d ndang senyum kelegaan karena sang putri sudah begitu bijak dalam berpikir. "Kamu sudah dewasa, Nak!" gumam Halwa dengan senyuman harus terukir dibibirnya yang indah.


Setelah bertemu dan ngobrol dari hati ke hati dengan anak gadisnya, Halwa merasa lega dan sedikit tenang, tidak menyangka kalau putri kecilnya kini sudah tumbuh jadi gadis remaja yang memiliki sifat lembut dan mampu berpikir bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.


"Hallo, asalamualaikum mas!" Halwa memutuskan untuk menghubungi Dafi, mengabarkan hasil pembicaraan nya dengan sang anak.


"Waalaikumsallm, iya Wa, bagaimana?" sahut Dafi tenang dan terukir senyuman indah dibibirnya.


"Aku sudah bertemu dengan Hasna, dan dia tidak keberatan." Halwa bicara sangat hati hati, memberanikan diri untuk bersikap biasa saja dan mulai ingin dekat dengan calon suaminya.


"Alhamdulillah, kalau begitu besok aku akan menemui Hasna dan ngobrol dengannya, boleh kan?" sahut Dafi senang dan ingin segera bertemu dengan calon anak sambungnya, untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri.


"Iya, Mas! Boleh!" sahut Halwa singkat dengan mengigit bibirnya, ada rasa yang berbeda di dalam hati nya saat mengobrol perihal pernikahan dengan laki laki yang kini mulai mengusik ketenangan hatinya.


"Aku ingin, kita segera melangsungkan pernikahan. Rasanya sudah gak sabar di dampingi dan menjadi pendamping wanita sehebat dan secantik kamu!" rayu Dafi yang membuat Halwa merona.


"Lusa, aku akan datang bersama keluargaku, siap siap ya!" sambung Dafi mengutarakan niatnya.


Halwa hanya diam mematung dengan dada yang bergemuruh gugup, gak tau harus bicara apa, bibirnya kelu kalau sudah berhadapan dengan cinta. Apalagi sosok Dafi yang memang berbeda dari Yudha mantan suaminya.


Dafi adalah laki laki yang begitu santun, lembut dan tampan juga sudah mapan. Pasti semua wanita mendamba mendapatkan laki laki seperti Dafi. Pun dengan Halwa yang awalnya merasa takut, namun setelah mengenal kepribadian yang ada pada Dafi, membuat Halwa yakin dan kini mulai jatuh cinta pada sosoknya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Bu Imah seperti biasa, akan berkunjung ke penjara menemui anak laki lakinya, Yudha!


"Yudh, lebih baik yang dijual jangan rumah, tapi mobil kamu saja. Kamu setuju kan dengan niat ibumu ini?" Bu Imah menatap serius Yudha yang tengah bimbang, karena mobil itu dibelinya dengan susah payah mengumpulkan uang hasil kerja kerasnya selama ini.


"Tapi, Bu! Aku membeli mobil itu sudah mengorbankan banyak hal, aku menahan diri tidak merokok dan irit biar gak jajan, sampai aku dikatain pelit sana teman teman di kantor. Rumahnya ibu saja yang dijual, kan bisa cari kontrakan!" sahut Yudha yang tak rela mobilnya jika yang dijual.


"Mbok kamu itu pinter dikit kenapa to yudh?


Kalau rumah yang dijual, pasti kita bingung cari kontrakan dan pusing mikirin biaya sewanya tiap tahun, tapi kalau mobil kamu yang dijual, kita tetap punya rumah, dan lagian ya, yang hasil jual mobil gak semuanya di paket. Nanti ibu akan simpan di bank, ibu cuma ambil buat biaya ibu sehari hari saya, itu juga gak seberapa." sungut Bu Imah kesal dengan pemikiran anak laki lakinya.


"Apa ibu yakin, kalau gak akan foya foya dengan uang itu?" sahut Yudha sinis, karena paham betul bagaimana sifat boros ibunya kalau sedang banyak uang.


"Ibu tau dari mana soal itu?


Apa benar kasus perselingkuhan bisa dipidanakan?" tanya Yudha yang mengerutkan wajahnya menatap penuh selidik pada wajah sang ibu yang terlihat sangat kesal.


"Ibu tau dari pacar kamu yang penghianat itu. Bisa bisanya dia pergi saat kamu sedang susah dan kena musibah. Sudah, jangan cari dia lagi setelah kamu keluar dari penjara, perempuan gila kayak dia gak pantas dijadikan istri. Mendingan kamu dekati lagi si Halwa, sudah kaya sekarang makin cantik aja." sahut Bu Imah dengan gayanya yang masih sinis.


"Iya! Yudha juga menyesal sudah menyia nyiakan Halwa selama ini. Kalau Yudha tau dia bisa sesukses sekarang, mana mungkin Yudha abai. Pasti Yudha akan menguasai Halwa dan hartanya, Halwa kan cinta berat sama Yudha. Ibu sih yang selalu bersikap kejam pada istri dan anakku, sampai mereka kabur dan meninggalkan aku." balas Yudha yang kembali menyalahkan ibunya.

__ADS_1


"Sudah, gak usah saling menyalahkan. Kita sama sama salah. Yang penting kamu segera keluar dari sini, terus dekati Halwa dan kuasai hartanya. Kendalikan dia seperti dulu, jadi perempuan yang nurut dan gak melawan." balas Bu Imah tak suka kalau dirinya disalahkan.


"Ya ibu juga harus berusaha untuk bebasin aku dong, nanti keburu Halwa nikah sama laki laki lain." Sahut Yudha yang tak mau kalah dengan ibunya. Sama sama manusia egois yang tak mau mengakui kesalahan.


"Ibu akan pulang dan bilang sama Bu Sarah untuk minta tolong bantu jualin mobil kamu. Besok baru ibu mau temui si Jarwo dan mengancamnya ganti agar segera membebaskan kalian. Kalau dia gak mau, ya terpaksa kita pake cara untuk melaporkan dia ganti dengan tuduhan perzinaan. Gimana, ibu cerdas kan?" sahut Bu imah dengan bangga dan percaya diri.


"Iya, ibu memang selalu bisa diandalkan. Tapi ingat ya Bu, jangan habisin uang hasil jual mobilnya ya, karena setelah keluar dari penjara, Yudha butuh modal untuk buka usaha dan pegangan untuk mendekati Halwa agar kembali sama Yudha." balas Yudha menatap ibunya dengan wajah serius.


Bu Imah mencebik kesal karena sang anak tidak percaya padanya.


"Kamu ini, kayak gak percaya sama ibumu saja.


Ibu itu tau bagaimana harus bersikap, sudah! kamu tenang saja, ibu tau apa yang akan ibu lakukan!" sungut Bu Imah mantap tak suka pada Yudha yang menunduk pasrah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hay kak, Hawa punya karya baru nih, ceritanya juga bikin greget, yuk mampir juga di karya baru Hawa yang berjudul


#Cinta Berbalut Nafsu.


#Hamil Diusia 11 tahun

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan di setiap karya hawa ya kak, haturnuhun 🙏☺


__ADS_2