
"Kita renovasi rumah ini, rumah kita kan sangat besar. Kita bangun toko di sebelah rumah bekas garasi sampai kedepan.
Dan kalau kamu beli mobil lagi, mobilnya taruh di sebelah kiri saja, nanti pasang kanopi atasnya., samping toko bisa kamu buka buat Loundri, daerah sini juga belum ada. Gimana, ide ibu, bagus kan?" Bu Imah mengatakan idenya yang sangat masuk akal dan mereka mulai merancang usaha dan pengeluaran yang harus di siapkan.
"Besok aku akan menemui Halwa. Dan membuatnya mau rujuk lagi denganku. Aku yakin dia masih sangat cinta sama aku." Yudha tersenyum membayangkan Halwa yang begitu cantik saat ini, bukan lagi Halwa yang terlihat kumuh dengan daster lusuhnya. Halwa yang sekarang selalu tampil modis dan wangi, Bahkan wajahnya terlihat bersih dan putih. Sudah beda jauh dari yang dulu saat jadi istrinya. Membuat Yudha makin ingin memiliki Halwa kembali, apapun caranya, apalagi Halwa sudah punya banyak harta.
Bu Imah langsung teringat dengan sosok Dafi yang mengaku calon suaminya Halwa.
"Oh iya, ibu baru ingat.
Halwa sudah punya calon suami, dia lebih tampan dari kamu, yudh! Dan sepertinya dia juga pria kaya, ibu lihat dari penampilan dan mobilnya.
Orang nya putih, tinggi, ganteng dan tajir.
Mereka bilang akan menikah dalam waktu dekat." Bu Imah bercerita dengan wajah serius dan membuat Yudha mengernyit tak suka, apa lagi ibunya seperti memuji laki laki itu.
"Kenapa ibu kayak kagum sekali dengan orang itu?
Yang anak ibu itu aku, bukan laki laki itu." sungut Yudha tak suka.
"Halah kamu yudh, kayak gak tau ibu saja." sahut Yeni santai sambil memilih perhiasan yang akan dijualnya.
"Aku akan buat Halwa tidak jadi menikah dengan laki laki itu, titik!" sahut Yudha penuh amarah, tidak terima kalau Halwa sampai menikah dengan laki laki lain selain dirinya.
"Kalau dia lebih segalanya, ya jelas pilih dia lah. Aku aja akan pilih yang lebih tajir apalagi tampan." Yeni menyahuti dengan tanpa merasa bersalah dan tak perduli perubahan wajah Yudha yang terlihat kesal.
"Aku tidak perduli, dia mau lebih tampan, atau lebih kaya. Aku gak akan biarkan Halwa menikah dengan laki laki manapun. Dia milikku dan kami akan kembali rujuk, ada anak yang harus diperjuangkan." sahut Yudha dengan percaya diri dan membuat Yeni mencebik mendengar ucapan adiknya.
"Heleh gayamu, yudh!
Kemana saja ku selama ini, wong kamu gak pernah mengaku istri kamu dan juga anak kamu gitu kok. Sekarang dia berubah cantik baru kamu bingung ingin rujuk, dasar laki laki egois ya kamu itu!" sahut Yeni dengan memasang wajah biasa saja, tak perduli dengan adiknya yang tersinggung dengan ucapannya.
"Terserah, yang pasti aku akan buat Halwa kembali denganku. Dengan caraku. Dan akan aku pastikan dia akan menuruti kemauanku kalau tidak mau kehilangan anak perempuannya." balas Yudha dengan tatapan penuh ambisi dan rencana licik di otaknya.
__ADS_1
"Memang apa yang kamu rencanakan yudh!
Ibu akan dukung kamu balikan sama Halwa, dia sekarang sudah sukses dan sangat cantik." Bu Imah ikut menyahuti dan setuju jika Yudha kembali lagi dengan Halwa yang bisa menambah pundi pundi rupiah di keluarganya.
"Ibu tenang saja, Yudha pasti berhasil.
Nanti ibu tolong bantu Yudha untuk meloloskan rencana Yudha ya Bu?"
"Ibu akan terus dukung kamu, Halwa sudah kaya, dia bisa bantu dan membuat hidup kita lebih enak." sahut Bu Imah dengan santainya dan menatap Yeni yang juga terlihat tersenyum mendukung rencana ibu dan adiknya.
"Mbak sih juga setuju saja kamu balikan sama si Halwa, dia sudah banyak duit, jadi kamu gak usah susah susah kerja. Tinggal minta dan nikmati harta istrimu, jadi raja kamu. Tapi jangan lupa sama keluarga. Ibu dan mbak masih tanggung jawab kamu!" sahut Yeni ikut menimpali dan mendukung niat adiknya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Halwa menikmati sorenya di teras belakang rumahnya, sambil minum kopi hitam kesukaan nya. Menatap bunga bunga hias yang selama ini selalu dirawatnya dengan baik.
Pikirannya tiba tiba teringat dengan kenangan masa lalu, dimana hinaan dan perlakuan yang tak baik selalu diterimanya dari keluarga suaminya.
Justru penderitaan dan air matanya menjadi kekuatan untuknya berjuang untuk meraih hidup yang lebih baik, dan kini semua itu terwujud dan membuat hidupnya benar benar berubah, memiliki segalanya dari hasil kerja kerasnya.
Saat asik dengan pikirannya, tiba tiba ponsel di meja berbunyi, tertulis nama Monika yang muncul di layar ponselnya.
"Mbak Monika?" Halwa langsung menekan tombol warna hijau, dan terdengar suara perempuan cantik itu mendayu yang ternyata sudah berada di depan rumah Halwa dan minta untuk dibukakan pintu.
"Sebentar ya mbak, aku akan buka pintunya!" Halwa berjalan sedikit tergesa menuju pintu utama dan Monika sudah tersenyum dengan manisnya, menatap Halwa ceria.
"Hay, aku gak ganggu kan?" Monika dengan sikap ramah dan akrab menyapa Halwa.
"Gak kok, mbak!
Ayo silahkan masuk!" sahut Halwa senang, karena ada yang akan menemani ngobrol.
"Aku bawa cemilan, ada cilok, sama risol mayo.
__ADS_1
Aku yang buat sendiri loh, ayo cobain! rasanya pasti bikin nagih." Monika menyodorkan dua kotak berisi risol dan cilok pada Halwa.
Dan mereka menikmatinya sambil ngobrol dan saling bercerita.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️
__ADS_1