Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
kabur


__ADS_3

" Astagfirullah, terus sekarang bagaimana keadaan mas Jarwo?" Sahut Halwa ikut merasa cemas, karena Halwa tau, bagaimana sifat mantan suaminya itu.


" Wajahku bonyok semua Wa, hilang sudah ketampananku saat ini." Balas Jarwo sambil ketawa.


" Mas Jarwo ini, masih bisanya bercanda." sahut Halwa ikut tersenyum dengan kelakar mantan suami kakak iparnya.


" Gimana lagi, memikirkan ulah mereka bikin hati sakit saja, makanya mas berniat untuk memberi pelajaran pada mereka." Sambung Jarwo serius.


Halwa hanya diam menyimak, tak ingin banyak ikut campur urusan yang berkaitan dengan keluarga mantan suaminya itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokkan harinya, Jarwo benar benar melaporkan perbuatan Yudha ke kantor polisi dengan membawa bukti hasil visum dirinya. Tuduhan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan di layangkan pada Yudha juga Yeni. Tega. Harus tega! Agar sikap sombong dan arogan keluarga yang dibencinya berubah, biar tidak lagi bersikap semena mena terhadap orang lain.


Setelah menyelesaikan laporan dan menjawab pertanyaan di kantor polisi, Jarwo kembali ke kontrakannya dengan hati sedikit puas. " Biarlah, aku melakukan ini, agar mereka tidak mengulangi lagi, rasanya sudah capek selalu mendiamkan sikap semena mena mereka selama ini." Yudha membatin dengan hati sedikit nyeri mengenang saat masih menjadi bagian dari keluarga itu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat kurir sedang mengirimkan surat panggilan dari kantor polisi ke rumahnya Yudha.


"Yudh, ada surat buatmu ini. Dari kantor polisi. Yud, Yudha!" Teriak Bu Imah cemas, hatinya sudah takut kalau anak anaknya akan masuk penjara dan dia harus hidup sendirian. Mendengar teriak ibunya Yeni bergegas keluar dari kamar, rambutnya masih acak acakan, Yeni terbiasa bangun siang dan tidak pernah berubah dari sikap malasnya.


" Ada apa, Bu? Kenapa teriak teriak?" Sahut Yeni dengan menguap, nampak wajah kusutnya khas orang bangun tidur.


" Ini, tadi ada yang ngantar surat dari kantor polisi, buat kamu sama Yudha. Ibu takut Yen. Bagaimana kalau kalian dipenjara? Ibu sama siapa?" Tangis Bu Imah mulai pecah', hatinya benar benar kalut. Mendengar penuturan ibunya, seketika Yeni langsung lemas, di sahutnya amplop coklat di tangan ibunya.

__ADS_1


"Yudh! Yudha!


Ya Alloh bagaimana ini? Kita benar benar akan di penjara." Hu hu hu teriak Yeni histeris. Mendengar keributan yang dibuat ibu dan kakaknya, Yudha yang baru selesai dari mandi, berniat siap siap akan pergi ke kantor langsung menuju ke arah suara dengan kaki lebar.


" Ada apa sih? Pagi pagi sudah ribut." Tanya Yudha sedikit kesal oleh teriakan ibu juga kakaknya.


" Kamu baca saja ini." Sahut Bu Imah sambil menyodorkan amplop coklat yang tadi di terimanya dari kurir. "Kantor polisi?" Sambung Yudha terkejut saat menerima amplop dari tangan ibunya.


Setelah membaca isi dari amplop tersebut, tubuh Yudha menegang, tak bisa dipungkiri jika dirinya mulai merasakan khawatir, karena tuduhan yang dilayangkan terbukti. Pukulan pukulan yang dia lakukan kemarin, menyisakan luka bonyok di tubuh mantan kakak iparnya.


" Sial! Semuanya kacau. Bagaimana kalau nanti aku beneran di penjara? Aah ini gara gara ibu dan kamu mbak, aku jadi ikut ikutan terseret. Kalau saja kalian tidak memaksaku untuk menghajar Jarwo, ini tidak akan terjadi." Bentak Yudha geram, mendengar amukan Yudha, Yeni maupun Bu Imah tidak terima. "Kenapa kamu menyalahkan kami Yudha? Sebagai laki laki dirumah ini, sudah tugasmu melindungi kami." Sahut Bu Imah kesal.


" Lebih baik kalian pergi ke luar kota saja, untuk menghindari panggilan polisi. Biar nanti kalau ada polisi yang datang kemari ibu yang urus." Sambung Bu Imah yakin, itulah cara satu satunya yang bisa menghindari agar tidak di penjara.


"Kamu coba hubungi Dewi, minta bantuannya. Dan kamu Yen! Pasti kamu masih punya banyak tabungan. Kalian pergi saja ke Solo, cari kontrakan di sana sementara. Ibu akan jual rumah ini, nanti uangnya kita belikan rumah disana. Kita pindah dari sini tanpa ada yang curiga. Pergilah duluan, ibu gak mau kalian mendekam di penjara." Jelas Bu Imah panjang lebar, meskipun sebenarnya berat harus berpisah dengan anak anaknya.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaan Yudha Bu? Cari kerja sekarang susah." Balas Yudha gamang.


"Terserah kamu, pilih ikuti kata ibu, atau pilih kamu tetap disini dan dipenjara? Semua tetserah kamu." Sahut Bu Imah kesal dengan mata menatap tajam ke sang anak lelakinya.


"Aku ikut kata ibu saja." Sahut Yeni yakin. "Aku akan bereskan baju bajuku sekarang, dan perhiasanku bisa aku jual buat pegangan." Sambung Yeni yang merasa ucapan ibunya ada benarnya.


"Baiklah, aku juga ikut saran ibu, nanti aku akan cari kerja di sana. Yang penting sekarang kita tidak di penjara. Ayo mbak kita harus segera berkemas." Yudha akhirnya mengikuti saran ibunya, bayangan mendekam di penjara membuatnya benar benar takut, belum lagi harga dirinya akan jatuh Dimata teman dan tetangganya lantaran menyandang gelar narapidana.


"Bagus! Kalian memang anak ibu. Cepat berkemas, sebelum ada yang curiga. Lakukan senatural mungkin." Perintah Bu Imah menyeringai. "Kamu tidak lebih pintar dariku Jarwo."

__ADS_1


Senyum tipis tersungging di wajah keriputnya Bu Imah.


Entahlah apa yang ada di pikiran Bu Imah, masih saja hatinya dipenuhi kebencian dan tak mau berubah. Sekalu merasa benar dan tak pernah mau mengakui kesalahannya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2