Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Mbah Muro


__ADS_3

"Kalau gak mau yasudah, aku juga gak mau memaksa.


Kamu dan anakmu itu orang licik, kalian kalau tidak diberi peringatan dan pelajaran akan terus berbuat seenaknya.


Kalau kamu mau menandatangani surat perjanjian yang aku buat, aku akan memberimu dua puluh juta, anggap saja itu sebagai uang sumbangan dariku!" sahut pak Suko dingin dan tak lagi perduli dengan kemarahan Bu Tria.


"Apa aku ini pengemis, ha?" teriak Bu Tria tak terima, tapi pak Suko memilih abai dan tak bergeming sedikitpun.


"Kamu sudah merendahkan harga diriku, mas!


Jahat kamu, aku hanya ingin mengambil hakku, tapi kamu malah mempersulit nya, kamu sudah dzalim ke aku, dosa kamu!" teriak Bu Tria seolah merasa terzalimi, tapi justru membuat pak Suko tertawa mendengar celoteh Bu Tria.


"Dosa?


Kamu tau apa itu dosa, Tria?


Kamu sendiri saja tidak pernah sadar dengan dosa dosa mu kok, bisa bisanya mengingatkan aku tentang dosa!


Introspeksi diri, biar gak keblinger kamu!" sahut pak Suko dengan nada mengejek dan tak sedikitpun terganggu dengan apa yang Bu Tria katakan.


"Keterlaluan kamu, Suko!


Aku sudah berusaha bersikap baik, tapi kamu terus memancing kemarahanku!


Berikan hakku, tidak perlu syarat ini itu." balas Bu Tria dengan dada yang sudah kembang kempis sangking kesalnya.


"Baiklah! kamu minta uang nafkah kan!


Aku akan berikan, tapi setelah itu pergilah!" Pak Suko berdiri dan masuk kedalam kamarnya, lalu keluar dengan membawa satu amplop berisi uang yang langsung diserahkan pada Bu Tria yang terlihat sumringah menerima amplop pemberian dari pak Suko.


"Itu uang yang kamu minta, pergilah! Aku sudah memberikan hak kamu." Pak Suko menatap dingin ke arah Bu Tria yang sibuk membuka amplop dan menghitung uang di dalamnya.


"Tiga juta, kamu kasih aku cuma tiga juta, mas?


Apa kamu gak salah itung?" Bu Tria mendelik, menatap kesal ke arah pak Suko yang masih terlihat biasa saja tanpa ekspresi.


"Kenapa?


Kurang?


Berusahalah dengan bekerja, baru kamu dapatkan uang yang sesuai keinginan kamu.


Tiga juta sudah banyak, kamu disini juga tidak ada gunanya selain hanya menghabiskan uangku dan numpang hidup enak." sahut pak Suko tegas, dengan menatap tajam pada Bu Tria yang langsung membulatkan matanya tak percaya.

__ADS_1


"Pergilah, jangan banyak bicara dan menuntut apapun lagi. Atau aku akan menyeret kalian dan mempermalukan kalian di hadapan para tetangga!" sambung kak Suko dengan wajah datarnya namun terlihat lebih kejam dari biasanya yang hanya bisa pasrah dengan ancaman Bu Tria.


Bu Tria memilih pergi dengan menghentak hentakkan kakinya, tak terima dengan apa yang dilakukan pak Suko terhadap dirinya.


"Awas saja kamu, mas!


Aku akan balas perbuatan kamu hari ini." sungut Bu Tria dengan kesalnya dan masuk kedalam kamar lalu menarik kopernya keluar, mengajak Wati segera pergi dari rumahnya pak Suko dengan membawa sakit hatinya.


Pak Suko hanya diam memperhatikan dari ekor matanya kepergian bu Tria dan Wati.


Membiarkan dua wanita yang selama ini cukup membuatnya tidak nyaman dalam segala hal, pergi.


"Pergilah, dan jangan pernah kembali lagi mengusik ketenangan keluargaku." lirih pak Suko merasa lega dan langsung menelpon anaknya untuk bersiap siap kembali pulang kerumah, mengabarkan kalau Wati dan ibunya sudah pergi pada Candra yang langsung mengucapkan kata syukur dari bibirnya.


"Kenapa ibu diem saja saat pak Suko hanya memberi uang yang sedikit saja?" Wati mengeluh dengan apa yang diceritakan ibunya.


"Sudahlah, kamu diam saja.


Kita akan cari hotel untuk menginap. Setelah itu kita jual semua perhiasannya dan langsung cari kontrakan sementara. Karena membeli rumah tidaklah mudah. Harus teliti dan hati hati, tidak bisa buru buru.


Yang penting kita jual dulu perhiasaan ini." Sahut Bu Tria dengan nafas yang memburu, masih terasa sakitnya saat hinaan demi hinaan yang dilontarkan pak Suko kepadanya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Yudha pergi ke Lamongan bersama Yeni yang diantar temannya. Mereka mau menuju ke rumah orang pintar yang bisa membuat hidup Jarwo menderita.


Setelah sampai di kediaman Mbah muro, dukun yang direkomendasikan temannya Yeni, yang dipercaya kesaktiannya. Yeni langsung memberitahukan tujuannya dan meminta Mbah Muro untuk membuat Jarwo menjadi kembang amben dengan cara halus dan bertahap.


"Asal ada uang yang cocok dengan pekerjaan ini, pasti saya akan lakukan dengan baik keinginan mbak Yeni." ucap mbak Muro dengan seringai mengerikan, bau menyan membuat Yeni merasa pusing dan mual.


"Mbah Muro tidak perlu khawatir, aku akan berikan berapa jumlah yang Mbah minta. Asal laki laki itu dan selingkuhannya menderita." sahut Yeni penuh dengan dendam dan tak perduli lagi kalau harus mengeluarkan uang banyak, asal tujuannya tercapai, membuat Jarwo dan istrinya tersiksa.


"Baiklah. Saya hanya butuh enam juta saja. Dan bisa dipastikan mereka akan berlahan tersiksa dengan gangguan dari jin suruhan yang saya kirim." hahaha tawa besar Mbah Muro menggema dengan bau mulutnya yang seperti got, membuat perut terasa diaduk ingin muntah.


"Baiklah Mbah, akan saya bayar langsung.


Semoga pekerjaan Mbah tidak membuatku kecewa. Mereka harus membayar setiap rasa sakit yang aku rasakan karena perselingkuhan mereka." balas Yeni tanpa ragu dan mengeluarkan uang dari dalam tasnya sebesar enam juta, sesuai dengan apa yang diminta oleh mbah Muro. Dukun sakti yang jadi ketakutan para warga sekitarnya.


"Berikan foto laki laki itu dan perempuan selingkuhannya. Aku akan kerjakan sekarang dan besok kamu akan lihat hasilnya." mbah Muro menatap tajam ke arah Yeni yang terlihat meringis melihat seringai dari Mbah Muro yang sangat mengerikan.


Setelah menerima foto dari Yeni, Mbah Muro memasuki ruangan di salah satu rumahnya.


Hening, karena tidak ada yang boleh bicara sebelum Mbah Muro keluar dari ruangan persemediannya.

__ADS_1


Cukup lama, hingga hampir satu jam.


Mbah Muro keluar dengan seringai lebarnya sambil membawa sesuatu dalam bungkusan kain putih.


"Tanam ini disekitar rumahnya di tengah malam dengan menggunakan tangan kirimu.


Jangan sampai ada yang melihat, kalau kamu tidak mau usahamu gagal. Lakukan dengan baik." Mbah Muro memberikan bungkusan kain putih ditangannya kepada Yeni.


"Iya, Mbah! Yeni akan melakukan apa yang Mbah perintahkan. Kainnya juga ikut dikuburkan ta Mbah, tidak dibuka isinya saja?" tanya Yeni memastikan, karena takut salah saat mengubur benda yang disebutnya dengan jimat kematian oleh Mbah Muro.


"Iya, kubur langsung beserta kainnya. Ingat kalian pulang dari sini tidak boleh berhenti dan mampir ketempat lain, harus langsung menuju kerumah orang yang ingin kamu celakai, lalu cepat lakukan apa yang aku suruh, kuburkan sebelum jam dua belas malam." Mbah Muro menatap Yeni serius dengan mulutnya yang bau tak sedap, sampai Yeni menahan nafas agar tidak memuntahkan isi perutnya.


"Pulanglah! Karena di jalan kalian akan menemukan gangguan, tapi abaikan dan terus saja berjalan, jangan sampai berhenti apapun yang terjadi. Ingat pesanku, kalau kalian mau selamat keluar dari tempat ini." sambung Mbah Muro penuh dengan tekanan dengan suara seraknya.


"Baik Mbah! Kamit pamit pulang dulu.


Terimakasih banyak untuk bantuannya." sahut Yudha berusaha bersikap tenang, meskipun hatinya telah dilanda ketakutan yang luar biasa setelah matanya menangkap makhluk tinggi besar dengan mata merah yang berdiri di depan pintu ruangan yang tadi di masuki Mbah Muro untuk semedi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️


__ADS_2