Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
terbongkar


__ADS_3

"Apa kamu itu bodoh atau justru kamu gak laku?


Sampai kamu tetap ingin meneruskan hubungan dengan laki laki yang sudah jelas menjalin hubungan dengan perempuan lain.


Dafi milikku, jangan pernah kamu berniat untuk mengambilnya dariku!" Wati menatap benci pada Halwa yang terlihat begitu santai menghadapi emosinya, tak terpengaruh sedikitpun. Semakin membuat Wati gusar dan semakin dibakar oleh perasaannya sendiri.


"Kenapa mbak Wati marah marah padaku, kalau mas Dafi milik mbak, bukankah mas Dafi tidak akan melamar wanita lain. Tapi nyatanya, mas Dafi datang melamar ku!" sahut Halwa tenang dengan senyuman tipis tersungging di bibirnya yang tipis.


"Itu karena kamu merebutnya, kamu yang sudah lancang masuk dalam hubungan kami, dan karena kamu yang sudah kegatelan merayu Dafi. Perempuan murahan seperti kamu tak pantas untuk laki laki baik seperti Dafi. Kamu itu janda, harusnya tau diri." Wati dengan lancarnya menghina Halwa, padahal sedikitpun Dafi tidak ada menaruh perasaan apapun terhadap dirinya.


"Oh iya?


Bukannya kata kata yang mbak tujukan itu untuk diri mbak Wati sendiri?


Aku tidak pernah meminta maaf Dafi untuk melamar ku, mas Dafi sendiri yang sudah mendatangi ku dan mengatakan perasaannya padaku. Lagian aku tidak pernah merasa menipu tentang status ku pada Mas Dafi kalau aku seorang janda. Mas Dafi menerima ku apa adanya. Kalau mas Dafi menjalin hubungan dengan mbak Wati, mana buktinya?


Karena setahuku, Mas Dafi sama sekali tidak mau berhubungan dengan mbak Wati, apapun alasannya. Bukan begitu mbak?" sahut Halwa dengan memasang wajah datarnya. Menghadapi wanita seperti Wati tidak perlu emosi, karena hanya akan membuat malu diri sendiri.


"Kurang ajar kamu!" Wati melayangkan tangannya ingin memukul wajah Halwa, namun Dafi menepisnya dan mencengkram erat tangan Wati dengan tatapan yang begitu tajam.


"Jangan pernah sentuh calon istriku dengan tangan kotor kamu itu, Wati!


Dan jangan lagi berkhayal kalau aku milikmu, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah Sudi berhubungan dengan orang seperti kamu. Kalau bukan karena aku menghargai pamanku, aku sudah mengusir dan membuatmu malu dihadapan banyak orang. Jadi jangan pernah kamu berbuat diluar batasanmu, hingga aku lupa kalau kamu perempuan!" Dafi menatap nyalang pada Wati yang terlihat mengepalkan tangannya erat, menatap penuh benci pada Dafi juga Halwa. Merasa dipermalukan dan di hina oleh penolakan Dafi membuat sakit hatinya semakin menjadi.


" Kamu jangan bodoh, Mas!


Menikahi janda seperti dia! Wanita ini hanya mengincar harta kamu, harusnya kamu sadar itu.


Dia itu janda miskin, apa yang kamu banggakan menikahi perempuan kayak ini, mending denganku yang masih perawan dan jelas asal usulnya, dia saja keluarga tidak punya, jelas kalau hanya menginginkan harta kamu saja, numpang hidup nyaman." sungut Wati berapi api, justru membuat Dafi semakin kesal dibuatnya, sedangkan Halwa memilih jadi penonton saja, duduk manis dan tenang menyaksikan perdebatan Wati dan Dafi.


"Semakin kamu banyak bicara, semakin membuatku benci padamu.

__ADS_1


Mulutmu sangat tidak bisa dijaga. Kamu tidak tau siapa Halwa. Dia tidak pernah perduli dengan hartaku sama sekali, karena dia bukan benalu kayak kamu dan ibumu!" sahut Dafi tersulut emosi, sehingga dengan mudah mengatakan apa yang selama ini di tahan nya.


"Apa kamu bilang, Mas?


Benalu katamu? Jahat kamu, kamu sudah menghinaku dan ibuku. Keterlaluan!" jawab Wati tak terima, namun Dafi hanya membalas dengan tatapan sinis dan senyum miring di bibirnya.


"Halwa wanita terhormat dan pekerja keras, penghasilannya bahkan bisa membuatnya membeli rumah mewah dan juga mobil. Dia membelinya dari hasil kerja kerasnya, bukan dengan merayu dan menipu orang lain demi keuntungan pribadinya.


Kamu mengejarku karena ingin uangku dan hdup nyaman. Tapi sayangnya, aku tidak tertarik sama sekali dengan wanita seperti kamu!" Dafi menatap penuh dengan rasa tak suka pada Wati yang selalu ingin mencampuri urusannya.


"Tega kamu Mas, bicara seperti ini padaku?


Dia orang lain, wanita yang baru kenal, bahkan asal usulnya saja tidak jelas. Tapi kamu justru membelanya dan merendahkan aku dihadapan wanita ini. Keterlaluan kamu, Mas!" teriak Wati tak terima, matanya menatap nyalang pada Halwa yang justru terlihat begitu tenang, meskipun Wati sudah menunjuk nunjuk dirinya.


"Tapi Halwa jauh lebih terhormat dari kamu, Wati!


Halwa sangat menjaga harga dirinya dan tidak pernah merayuku sama sekali. Tapi justru aku yang memohon cintanya, aku yang terus mengejarnya, aku yang begitu berharap dia jadi istriku, ibu dari anak anakku kelak. Aku sangat mengagumi dan mencintainya. Jadi berhenti mengganggu Halwa ku. Paham kamu?" sentak Dafi penuh dengan penekanan dalam setiap kalimatnya. Berharap Wati mau berhenti dari ambisinya yang menginginkan Dafi.


"Rahasia?


Rahasia apa maksudmu, Mas?" Wati berusaha bersikap biasa saja dan tak terpancing dengan ucapan Dafi. Berharap apa yang dipikirkan tidak benar, dan Dafi hanya sekedar menggertak.


"Tidak perlu pura pura kamu!


Aku sudah tau rahasia kalian yang menjebak pamanku, agar ibumu bisa menjadi istri pamanku.


Dan tujuan kalian adalah uang dan ingin menguasai harta pamanku.


Tapi jangan harap kalian akan mendapatkannya, karena semua aset pamanku sudah beralih atas nama anak anaknya, aku yang sudah mengurusnya. Dan semua berkasnya sudah aman, kalian tidak akan bisa macam macam, jadi jangan harap dapat apapun dari harta pamanku. Karena anak anak pamanku lebih berhak." Dafi mengatakan semua tanpa terkecuali, membuat Wati luruh dengan kebencian yang semakin menjadi. Apalagi rencananya dengan sang ibu sudah tercium dadi duluan.


"Sialan!

__ADS_1


Aku benci kamu, Mas!" Wati keluar dari ruangan Halwa dengan menangis, tak perduli tatapan para karyawan dan pembeli yang ada di tokonya Halwa.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2