Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
perubahan sikap Yeni


__ADS_3

"Aku akan mencarikan Yeni jodoh, laki laki yang bertanggung jawab dan tentunya juga harus kaya, biar tidak terjadi seperti Jarwo yang seenaknya menyakiti anakku.


Yeni pantas bahagia dan mendapatkan yang lebih baik, dia cantik dan masih terlihat sangat muda. Banyak laki laki mapan yang ingin menikahinya." sungut Bu Imah berapi api di dalam hatinya


"Menjodohkan Yeni dengan si Yudhi adalah pilihan yang tepat, Yudhi duda yang belum punya anak, sudah punya rumah dan mobil, sawah dan tambaknya luas, belum lagi punya toko kelontong yang cukup rame di pasar. Meskipun Yudhi tidak ganteng, yang penting dia banyak uang, pasti Yeni juga setuju dengan pilihanku." gumam Bu Imah yang tersenyum sendirian menikmati malam yang terasa sangat lama baginya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan harinya, Bu Imah dengan semangat pergi kerumah Bu Sarah, ingin meminta pendapat dan minta Bu Sarah untuk menemani kerumahnya Jarwo esok saat mengadakan tanda tangan perjanjian.


Bu Imah khawatir kalau Jarwo akan berbuat curang lantaran dirinya hanya wanita tua yang tidak ada pendamping.


Setelah mengutarakan kekhawatiran nya pada Bu Sarah, Bu Imah bisa bernafas lega, karena Bu Sarah bersedia menemani Bu Imah dengan persetujuan dari suaminya.


Setelah kecemasannya sudah teratasi, Bu Imah meneruskan tujuannya untuk menemui kedua anaknya yang ada di penjara, Yudha dan Yeni.


Bu Imah ingin bertemu dengan Yeni terlebih dulu.


Menceritakan tentang kesepakatan nya dengan Jarwo.


"Lebih baik mereka biar di penjara saja, Bu!


Aku akan merasa lega dan rasa sakit hati juga sedikit terobati melihat mereka juga menderita." sahut Yeni lemah, Yeni tak lagi seperti dulu.


Penjara membuatnya banyak merenungi kesalahan dirinya selama ini. Sakit hati dan juga dendam oleh penghianatan suaminya.


"Jangan bodoh kamu, Yen!


Kalau cuma dipenjara saja, keenakan mereka dan kita tidak dapat apa apa. Mereka sudah mengkhianati kamu dan juga merendahkan harga dirimu sebagai istri.


Biar mereka membayar perbuatannya itu.


Uang lima belas juta, bisa buat modal untuk kamu membuka usaha. Mulai sekarang hiduplah yang lebih baik, jangan hanya mikirin penampilan saja." sahut Bu Imah bersungut sungut, tak suka dengan pikiran lemah putrinya.

__ADS_1


"Tapi setidaknya dengan merasakan hidup dipenjara, mereka juga akan menikmati susahnya berada di sini Bu, aku benar benar tidak iklas, mereka hidup bebas dan bahagia, sedangkan aku harus terkekang disini." sahut Yeni dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Berpikirlah jauh Yen, kalau mereka masuk penjara dan punya uang, kemungkinan mereka akan bisa bebas dengan mudah, kayak gak tau hukum jaman sekarang saja kamu, uang tetap jadi segalanya. Tapi kalau kita meminta ganti rugi, setidaknya kamu bisa punya uang buat modal usaha dan kamu juga bebas dari penjara. Lupakan Jarwo, masih banyak laki laki yang lebih dari dia yang mau jadi suami kamu. Ingat! kamu itu cantik dan masih muda. Jangan hanya karena laki laki kayak Jarwo kamu menghancurkan masa depan kamu dengan meratapi penghianatan mereka." balas Bu Imah dengan tegas, dan tak ingin putrinya terkurung dalam perasaan bodohnya, menangisi laki laki yang sudah berkhianat dan merendahkan martabatnya sebagai istri apapun alasannya. Bu Imah masih belum terima dengan kelakuan Jarwo yang menyakiti Yeni dengan berselingkuh.


"Yeni ikut sama kata ibu saja!


Yeni akan berusaha untuk tidak memikirkan mas Jarwo lagi, Bu!


Yeni hanya masih belum bisa iklas dengan sikapnya yang sudah berkhianat, hanya itu." elak Yeni dengan tatapan sayu, terlihat luka di sorot kedua bola matanya yang mulai mengembun.


Bu Imah berusaha untuk memahami perasaan Yeni, putrinya kini sudah banyak berubah setelah di penjara, tidak lagi mudah marah marah dan berkata kasar. Yeni nampak lebih tenang dan bisa mengendalikan sifat marahnya dengan bersikap lebih dewasa. Selalu ada hikmah di balik musibah.


"Baiklah, ibu akan ganti menjenguk Yudha. Ini ibu bawakan makanan juga cemilan. Bersabarlah sedikit lagi, karena sebentar lagi kamu dan Yudha akan keluar dari sini. Ibu kangen kira ngumpul kayak dulu lagi." Bu Imah menatap iba pada Yeni yang terlihat lebih kurus dan tak terawat. Namun sikapnya jauh lebih baik dan tenang. Sedikit membuat Bu Imah merasa bersyukur dengan perubahan sikap putrinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah menemui Yeni, Bu Imah ganti bertemu dengan Yudha. Beda dengan Yeni yang terlihat kurus dan kayu. Yudha jauh lebih baik, masih tetap segar dan baik baik saja. Karena Yudha tidak begitu memikirkan tentang nasibnya di penjara.


Yudha langsung tersenyum lebar. Setuju dengan langkah yang diambil ibunya. Memberi balasan yang setimpal untuk Jarwo.


"Ibu memang cerdik dan luar biasa!


Semoga rencana ibu sukses. Karena mbak Yeni pantas mendapatkan ganti rugi dengan penghianatan Jarwo itu!" sahut Yudha senang dan mendukung rencana ibunya.


"Ibu harus hati hati. Jangan asal tanda tangan.


Baca semua kertas yang Jarwo berikan buat ibu tanda tangani, tanpa kecuali.


Bacanya tidak perlu buru buru Bu, pahami pelan pelan, karena bisa saja Jarwo punya niatan buruk dan justru nanti kita yang dirugikan dari perjanjian itu." Yudha memperingati ibunya untuk tatap hati hati dan waspada.


"Iya, ibu tau kok. Makanya minta tolong sama Bu Sarah untuk mendampingi ibu. Dan Bu Sarah mau, suaminya juga sudah mengijinkan. Alhamdulillah." sahut Bu Imah yakin dan akan lebih hati hati dengan rencana Jarwo yang mungkin bisa menyusahkan keluarganya lagi.


"Ibu ingin kalian cepat bebas, dan hidup lebih baik lagi. Buka usaha sendiri, karena kerja diluar juga akan sulit karena berstatus mantan napi.

__ADS_1


Uang penjualan mobil masih ibu simpan di bank, ibu cuma ambil lima juta kemarin buat pegangan.


Dan nanti kalau dapat uang ganti rugi dari Jarwo, Ibu akan berikan untuk Yeni, biar dia gunakan untuk modal usaha juga. Bisa buka Loundri atau apalah, yang penting menghasilkan. Agar kita tidak lagi di pandang sepele sama tetangga." Bu Imah mengutarakan harapannya pada Yudha yang tersenyum getir. Yudha masih belum menyesali kelakuannya selama ini. Masih menyimpan rencana jahat pada Halwa yang justru tengah menyiapkan pesta pernikahan nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2