Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
the power of emak emak


__ADS_3

"Tidak ada yang meracuni pikiran Hasna, Pa!


Hasna sudah besar, tau mana yang baik dan mana yang pura pura. Bahkan Hasna paham, bagaimana papa memperlakukan hasna selama ini.


Papa sering marah gak jelas dan suka teriak menghina bunda.


Juga dengan nenek, yang selalu jahat sama aku dan bundaku.


Maaf kalau aku tidak terima dengan perlakuan papa dan keluarga papa padaku dan bunda.


Jadi jangan memutar balikkan fakta!" sahut Hasna tajam meskipun bicara dengan nada lembut dan tenang.


Yudha ternganga begitu juga dengan Bu Imah dengan jawaban Hasna. Gadis kecil yang dipikirnya akan sangat mudah di bohongi dan di hasut, ternyata salah. Hasna jauh lebih pintar dan cerdas dari yang mereka pikirkan.


"Hasna, papa juga orang tua kamu. Kamu wajib menghormati papa. Dan papa juga punya hak untuk mengajakmu ikut sama papa. Jangan jadi anak durhaka kamu!" Herdik Yudha melotot tajam. Bukannya takut, tapi justru Hasna semakin kehilangan rasa pada kalanya itu. Bertahun tahun perasaan sakit dan kecewa yang ia simpan dan ditambah hari ini, dengan kearoganan nya Yudha memaksakan diri untuk membawa Hasna. Membuat gadis kecil itu semakin takut dan membenci dirinya.


"Ikut papa!


Karena papa tidak rela kamu dujanah laki laki yang akan jadi suami bunda kamu!


Jangan bodoh Hasna!


Dia itu orang lain, darahnya tidak mengalir dalam tubuhmu, jadi kamu harus paham. Dia akan bisa melakukan apapun untuk menyakitimu. Ikut papa saja sebelum semua terlambat." teriak Yudha emosi dan membuat Hasna menggeleng ketakutan.


Melihat Hasna ketakutan dan mendengar ucapan Yudha, membuat Halwa semakin geram.


"Cukup!


Hentikan drama kalian.


Jangan meracuni pikiran anakku dengan niat jahat kalian. Dan apa yang kamu ucapkan semua itu sungguh keterlaluan, Yudha!


kamu memang laki laki tidak tau malu, dan tidak punya hati. Jaga lidahmu itu, atau aku akan memotongnya." sengit Halwa kesal, karena Yudha bicara seolah dirinya sudah bertanggung jawab saja selama ini.


Halwa mendekati Hasna dan mengusap lembut punggungnya. "Masuklah ke kamar, nak. Jangan kamu dengarkan apalagi pikirkan omongan laki laki ini!" Halwa membisikkan kalimat nasehat untuk anaknya. Dan Hasna pun tanpa membantah langsung mengikutinya dengan anggukan ringan, laku pergi begitu saja masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Bu Imah yang melihat Hasna pergi langsung lari mengikuti dan menarik lengan Hasna dengan sangat kasar, hingga membuat Hasna terhuyung.


Monika yang melihat sikap Bu Imah merasa geram dan datang menghampiri Bi Imah, melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Hasna dengan sangat kasar. "Jangan main main atau saya telepon polisi untuk menciduk kalian berdua, karena sudah berusaha mengusik ketenangan orang lain, dan membuat onar." herdik Monika sangat kesal dengan dua manusia yang tidak mengerti ucapan lembut sama sekali itu.


"Laporkan saja, aku tidak takut.


Kami berhak membawa Hasna dari sini. Kami itu keluarganya, aku neneknya dan Yudha papanya!


Jadi jangan halangi kami!" bentak Bu Imah kasar dan tangannya semakin erat mencengkram lengan Hasna, sampai anak itu meringis kesakitan.


Monika sangat geram dan langsung menginjak kakinya Bu Imah, Bu Imah yang tidak menyadari akan mendapat serangan dari Monika Langsung kaget dan menjerit kesakitan, lantas melepaskan cengkraman tangannya, dan Monika langsung meminta Hasna berlari masuk ke kamarnya.


"Kunci yang rapat pintunya, Na!


Jendela juga tutup!" teriak Monika mengingatkan.


Saat Bu Imah akan membalas Monika, tiba tiba Halwa teriak memanggil pak Andi.


"Pak Andi, tolong bantu saya untuk membuat orang orang ini keluar dari rumah saya!


"Apa kamu pikir semudah itu membuatku menyerah, Wa?


Aku tidak akan membiarkan kamu menikah lagi dengan siapapun. Kamu harus jadi milikku lagi. Wajib." tekan Yudha kesal dan berniat akan mendekati Halwa, namun keburu Bella yang datang menghadang langkah Yudha.


Membuat Yudha semakin emosi.


Pak Andi masuk dan menyeret Yudha keluar dari rumah Halwa. Namun Yudha melawan dan akan memukul pak Andi.


Namun dengan sigap pak Andi menangkisnya.


Lalu enak enak yang ada di dapur rumahnya Halwa, ikut keluar dan berniat mengeroyok Yudha juga Bu Imah, semua itu ide Monika yang meminta ibu ibu untuk membuat Bu Imah juga Yudha ketakutan dan pergi dari rumahnya Halwa


"Kurang ajar!


teriak Yudha frustasi, tidak mungkin berhasil jika melawan ibu ibu yang jumlahnya lebih dari enam orang dengan membawa banyak barang di tangan mereka, yang ada dirinya akan babak belur.

__ADS_1


"Bu lari!


Kita pergi saja dari sini, dari pada kita mati sia sia!" Yudha mengajak Bu Imah langsung pergi, sebelum mereka mengeroyoknya dan berakhir di rumah sakit.


Dengan tergesa gesa Bu Imah Yudha pergi begitu saja dan di ikuti oleh pak Andi yang sedari tadi menahan tawanya karena melihat tingkah Bu Imah dan Yudha ketakutan.


"Ah, sial,! benar benar sial!" Yudha mengepalkan tangannya erat,. asih belum sadar dengan kesalahannya juga.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


Happy ending ❤️


__ADS_2