
"Aaaaaaaargh." teriak Yudha kesal, frustasi karena Halwa sangat sulit untuk ditemui, bahkan dimana tempat tinggalnya sekarang saja ya dia tidak tau.
Sedangkan tak jauh dari toko Halwa, ada seseorang yang tengah memperhatikan kemarahan Yudha.
Dengan senyuman licik, Wati menyusun rencana untuk menjadikan Yudha alat balas dendamnya.
"Sepertinya laki laki itu punya tujuan yang sama denganku! Aku akan memanfaatkannya. Selalu ada jalan untuk membalas rasa sakit hati ini." gumam Wati tersenyum senang dengan rencana yang sudah tersusun rapi di otaknya.
Yudha dengan langkah lunglai tengah berjalan menuju mobilnya yang diparkiran agak jauh dari tokonya Halwa.
Wati yang tidak mau membuang kesempatan dengan cepat mengikuti langkah Yudha.
"Tunggu." teriak Wati lalu dengan sedikit berlari menghampiri Yudha.
Yudha nampak mengernyit, karena tidak mengenal perempuan yang kini ada di depannya.
"Ada apa?
Siapa kamu?" selidik Yudha dengan menatap Wati dari atas ke bawah.
"Lumayan." gumam Yudha dengan bibir diangkat ke atas.
"Kamu mau tau alamat Halwa, bukan?
Sepertinya tujuan kita sama, sama sama ingin menghancurkan pernikahannya.
Kamu menginginkan Halwa, sedangkan aku ingin calon suaminya, Dafi!" sahut Wati dengan gaya angkuhnya.
Yudha tersenyum mendengar ucapan Wati.
"Yudha!" Yudha mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya pada Wati yang menyambut uluran tangannya dengan senyuman tersungging dari bibirnya. "Wati." balas Wati singkat.
"Lebih baik kita cari tempat yang pas untuk melanjutkan pembicaraan ini. Ayo ikut aku!" Yudha mengajak Wati naik ke dalam mobilnya.
Wati pun dengan pasti mengikuti ajakan dari Yudha, Tania banyak bertanya lagi.
__ADS_1
Yudha melajukan mobilnya ke arah cafe terdekat,aku mengajak Wati turun dan bicara tentang rencana yang akan mereka susun.
Yudha memesan kopi, sedangkan Wati jus mangga.
Mereka tengah serius saling menceritakan tujuan masing masing.
"Apa benar, kamu tau tempat tinggal Halwa yang baru?" tanya Yudha pada Wati yang langsung tersenyum dengan pertanyaan Yudha.
"Ya pasti tau lah, pas acara lamaran, aku ikut. Karena aku masih menjadi keluarga dari pihaknya Dafi, calon suaminya Halwa." sahut Wati serius dengan tatapan tajam ke arah yang ada di hadapannya.
"Maksudnya?" tanya Yudha penasaran
"Dafi adalah anak dari kakak suami siri ibuku.
Tapi sekarang ibuku sudah cerai dengan pamannya Dafi. Jadi aku sudah tidak ada di bagian keluarga mereka.
Semua gara gara Halwa, dia sudah merebut Dafi dariku." jelas Wati dengan nada bersungut sungut.
Yudha yang mendengarnya justru menahan tawa.
Karena untuk kalimat merebut tidak pantas disematkan pada diri Halwa. aku sangat tau sifatnya." balas Yudha dengan tatapan mengejek, membuat Wati sangat tersinggung, tapi memilih diam karena, Wati butuh bantuan Yudha untuk meloloskan rencananya.
"Kamu ada hubungan apa dengan Halwa?" tanya Wati penasaran.
"Halwa mantan istriku, kami punya anak yang sudah gadis, namanya Hasna.
Aku ingin mengambil Hasna, agar Halwa terpuruk dan rapuh, terus dia akan mengikuti keinginan kita, karena kelemahan Halwa ada pada anaknya." terang Yudha dengan senyuman pahit.
'Aku akan membantumu membawa Hasna keluar dari rumah itu." sahut Wati dengan percaya dirinya. Padahal namanya sudah dimasukkan ke dalam list nama nama yang dilarang bertamu kerumahnya Halwa.
"Aku sudah mengirimkan alamat rumah Halwa yang baru dan sekalian aku kirimkan sharelok, agar kamu mudah mencarinya..
Tapi ingat, untuk masuk ke komplek tempat Halwa tidaklah mudah." ucap Wati dengan tatapan penuh ke arah Yudha.
"Aku akan cari cara agar bisa masuk, kamu tidak perlu khawatir. Semoga rencana kita berjalan lancar." sahut Yudha sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
"Mereka sebentar lagi akan menikah. Jangan buang buang waktu. Jangan sampai keduluan dengan pernikahan mereka." balas Wati terus mengompori Yudha untuk dijadikan alat balas dendam nya.
"Aku tau, kamu tidak usah menceramahi ku! "sahut Yudha dingin, kesal dengan sikap Wati yang sok mengatur.
"Baiklah aku mengerti" sahut Wati singkat menahan rasa kesal di hatinya.
Kalau saja tidak butuh bantuan, mungkin Wati sudah mencaci Yudha begitu lantang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1
Happy ending ❤️