
"Makasih, Pak! Toni itu sayang banget sama bapak, Toni cuma ingin lihat bapak itu bahagia!" Toni memeluk bapaknya dan berharap bapaknya benar benar menemukan kebahagiaan dengan wanita pilihannya.
"Bapak tau, sudah jangan cengeng.
Calon istri bapak sudah menunggu, bapak pergi dulu ya. Nanti kasih tau kakak kamu. Biar dia gak salah paham dengan keputusan bapak yang mendadak." balas pak Tarno melepas pelukannya dan memasuki mobil Pajero sportnya.
Toni hanya bisa menahan kecemasannya dan berharap bapaknya tidak salah pilih.
Toni menatap nanar kepergian pak Tarman.
Penasaran dengan perempuan yang akan di nikahi sama bapaknya itu. "Siapa perempuan yang mau bapak nikahi? Sepertinya bapak sudah gak sabar dan sangat terburu-buru. Semoga dia perempuan baik baik ya Alloh!" lirih Toni sambil memejamkan matanya cemas.
"Hai, Ton!" ngapain kamu, kayak lagi mikirin sesuatu?" tiba tiba Celvin menepuk bahu adiknya, heran dengan sikap Toni yang menurut nya aneh itu.
"Oh! Mas Celvin sudah pulang?
Sini mas, aku mau bicara sesuatu sama kamu!" Toni menggeret tangan kakaknya untuk duduk di kursi.
"Kenapa sih?
Aku baru pulang, gerah! mau mandi dulu, bicaranya nanti saja!" sanggah Celvin yang ingin bangkit dari kursi tapi dengan cepat di cegah Toni.
"Nandi nanti saja, ini jauh lebih penting!" Toni menatap kesal ke arah kakaknya dan Celvin pun menurut dan kembali duduk di dekat adiknya.
"Ada apa, kayaknya penting banget?" sahut Celvin yang berubah penasaran karena sikap ngotot adiknya.
"Bapak mau nikah, lusa!" Toni langsung ke inti masalah, dan Celvin langsung melongo mendengar penuturan adiknya itu.
"Apa katamu?
Bapak nikah, sama siapa?
Kok dadakan banget!" sahut Celvin masih tak percaya dengan penuturan adiknya.
"Gak tau!
Aku juga baru tau, barusan bapak pulang ambil mobil, katanya mau beli mahar untuk calon istrinya itu, dan mereka akan nikah siri dulu besok lusa. Yang penting halal dulu, bapak bilangnya gitu tadi." Balas Toni bicara apa adanya seperti yang bapaknya katakan.
"Kamu gak tanya, siapa wanita itu, Ton?" Celvin menatap adiknya penasaran dan langsung membuang nafasnya kasar saat sang adik menggelengkan kepalanya lemah.
__ADS_1
"Ya ampun!
Harusnya kamu tanya siapa perempuan itu, kita bisa selidiki, dia itu benar benar sayang gak sama bapak, atau cuma ngincar harta bapak saja? huh kamu ini mesti telat deh mikirnya." sungut Celvin kesal dan membuat Toni merengut tak suka.
"Terus tadi bapak bilang apa saja sama kamu?" tanya Celvin kembali.
Lalu Toni mengatakan semua apa yang di katakan pak Tarman tanpa dikurangi atau di tambahin.
"Yasudah kalau begitu!
Berarti bapak sudah berpikir jauh dan waspada.
Bapak itu cerdas dan tegas. Meskipun terlihat kuno dan kampungan. Jadi aku yakin, perempuan itu juga tidak mudah kalau mau menipu bapak." sahut Celvin, lalu pergi meninggalkan adiknya yang bengong memikirkan ucapannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Pak Tarman dan Wati berada di toko perhiasan, dan pak Tarman mengenaskan Wati memilih perhiasan yang dia sukai, sepaket perhiasan cantik nan mahal jadi pilihan Wati sebagai mahar nya.
Setelah mendapatkan perhiasan yang sesuai keinginannya, Wati dan pak Tarman pergi ke toko baju dengan merk ternama, memilih setelan yang pas untuk mereka, dan tak lupa membelikan untuk Bu Tria juga.
"Kamu boleh pilih beberapa stel lagi, setelah ini kamu kan istriku, aku suka dengan wanita yang selalu tampil cantik." pak Tarman meminta Wati untuk memilih baju lagi dan disambut senang oleh Wati, dengan semangat Wati memilih beberapa baju lagi dengan harga yang lumayan mahal.
"Tinggal cari sepatu dan sandalnya, ucap Wati sambil bergelayut manja di lengan pak Tarman.
Setelah puas belanja, pak Tarman dan Wati mencari tempat makan untuk mengganjal perutnya yang sudah kelaparan.
Mereka terlihat kompak dan bahagia, tak perduli dengan tatapan orang orang di sekitar yang terus memperhatikan mereka.
"Apa kamu gak malu jalan sama aku, Wat?" tanya pak Tarman di sela sela acara makannya.
"Enggak, kamu kan calon suamiku, mas!
Nanti kita juga akan biasa jalan berdua kan, kenapa harus malu?" sahut Wati cuek dan mengatakan yang sebenarnya. Wati sudah berpikir dengan keputusannya, cinta bisa datang belakangan yang penting hidup enak dan bahagia dulu. Dan semua itu butuh uang, pak Tarman sudah memiliki itu semua, menjamin hidupnya bahagia dan nyaman dengan hartanya.
"Kenapa kamu menikah denganku, aku sudah tua dan jelek? Apa kamu sudah benar-benar yakin, Wati?" tanya pak Tarman lugu dan membuat Wati mendongak lurus menatapnya lekat.
"Mau jawaban jujur atau bohong nih, sahut Wati dengan memicingkan matanya.
"Ya yang jujur." sahut pak Tarman penasaran.
__ADS_1
"Pertama, karena mas itu kaya, itu artinya mas Tarman akan menyayangiku dengan harta mas dan aku bahagia.
Aku tau kok, mas Tarman sudah tua dan jelek.
Makanya aku mengajukan syarat mau menikah sama kamu, harus merawat diri biar bersih dan wangi. Selebihnya, aku butuh tempat berlindung, dan aku yakin, mas Tarman akan melindungi ku dan menjagaku dengan baik." sahut Wati cuek dan bicara jujur dari hatinya.
Pak Tarman tercekat mendengar jawaban dari Wati, tidak menyangka kalau Wati akan jujur apa adanya, biasanya wanita akan bicara baik baik dan menutupi niatnya, tapi Wati bicara black blakan kalau menikah karena harta dan ingin hidup enak.
Pak Tarman menjadi semakin yakin untuk menikahi Wati, pak Tarman percaya, kalau Wati akan jadi istri penurut asal dia bisa memahami karena Wati sepertinya memang butuh perhatian dan kasih sayang.
"Aku suka jawaban jamu, jujur dan tidak jaim.
Aku janji akan membahagiakan Wati dan menyayangi Wati, asal kamu tidak curang apalagi selingkuh!" sahut pak Tarman tegas dan membuat Wati langsung tertegun namun langsung tersenyum dan setuju dengan ucapan pak Tarman.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️