Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Bu Imah menemui jarwo


__ADS_3

Jarwo langsung kaget dan tak percaya, kalau ibu mertuanya paham dengan itu semua.


Jarwo menikah saat masih berstatus suaminya Yeni, dan sampai saat ini, gugatan di pengadilan juga belum turun surat cerainya.


Ditambah lagi istri muda Jarwo tengah hamil tua, pasti kalau Yeni ganti melaporkan dirinya, Jarwo maupun istri mudanya juga bisa kena pasal dan mendekam dipenjara.


"Apa mau ibu sebenarnya?" jawab Jarwo pada akhirnya, setelah beberapa saat diam memikirkan langkah yang harus diambil.


"Aku hanya ingin kamu mencabut tuntutan kamu pada anak anakku, keluarkan mereka dari penjara. Dan satu lagi, aku minta ganti rugi, karena ulahmu hidupku jadi susah!" sahut Bu Imah bersungut sungut, matanya melotot tajam pada Jarwo yang tak bisa mengelak lagi.


"Aku akan cabut tuntutan itu, asal Yeni tak lagi mengusikku, kami sudah bercerai secara agama!"


Sahut Jarwo menahan kesal, tapi tak bisa melakukan perlawanan, karena akibatnya bisa fatal, kalau Bu Imah dan Yeni ganti melaporkan dirinya, bisa bisa dia juga akan ikut mendekam di penjara dan kehilangan pekerjaannya.


"Jangan salahkan anakku!


Kamu yang salah, matamu yang gak bisa di jaga, sampai selingkuh dan punya anak.


Kalau Yeni gak terima ya wajar." sahut Bu Imah kesal dan masih dengan wajah judesnya.


"Tidak perlu berdebat lagi, aku sama Yeni sudah bercerai, kalau ibu mau aku cabut tuntutan ku, katakan pada anak anak ibu, jangan bikin masalah lagi denganku." balas Jarwo yang tak mau kalah dalam membela diri.


"Bebaskan mereka, dan beri kami ganti rugi. Akan aku pastikan Yeni tak lagi mengusik mu.


Dia cantik dan terawat, banyak yang ingin menjadikan dia istri, laki laki kayak kamu, pantas dibuang dari hidup anakku." sahut Bu Imah penuh amarah dengan mulutnya yang pedas sudah menghina Jarwo.


'Aku akan cabut tuntutan ku, tapi tidak dengan membayar ganti rugi. Semua terjadi karena ulah anak anak ibu sendiri. Kenapa aku yang disuruh tanggung jawab!" Sahut Jarwo tak terima dan tidak mau mengganti rugi seperti Bu Imah inginkan.


"Baiklah kalau kamu gak mau ganti rugi dengan penderitaan yang kami alami, ulah tuntutan kamu itu. Aku akan meminta Yeni untuk melaporkan perselingkuhan kamu dengan perempuan murahan itu. Aku akan menyewa pengacara agar kalian mendekam dipenjara. Jangan kamu pikir aku tidak punya uang, mobil Yudha sudah laku. Aku bisa gunakan uang itu untuk menuntut kamu ganti. Biar kamu dan perempuan murahan itu mendekam sekalian di penjara." gertak Bu Imah dengan berapi api. Bu Imah tau, kalau Jarwo mulai takut dengan ancamannya, makanya Bu Imah terus memepetnya dengan ancaman nya soal perselingkuhan Jarwo.


Jarwo tau, kalau pernikahan sirinya akan tersandung masalah kalau sampai Yeni melaporkan balik dirinya dengan tuduhan perselingkuhan. Mau tidak mau Jarwo harus mengikuti keinginan Bu Imah. Membayar ganti rugi yang diminta Bu Imah.


"Baiklah, aku akan kasih uang ganti rugi sama ibu.


Satu juta cukupkan?" sahut Jarwo dengan tatapan tak suka pada Bu Imah yang langsung menganga mendengar nominal yang Jarwo sebutkan.

__ADS_1


"Berapa?


Satu juta katamu?


Heh, kamu kira uang segitu bisa mengganti kerugian kami. Gara gara kamu, aku harus menjual mobil anakku, dan gara gara Yudha masuk penjara dia juga harus kehilangan pekerjaannya, belum lagi Yeni jadi tidak terawat kulitnya karena tinggal di dalam sel yang pengap.


Kamu hanya akan beri sejuta, enak saja.


Kalau cuma segitu, ya mending kamu sama selingkuhan kamu masuk penjara aja sekalian, biar tau rasa!" sungut Bu Imah tak suka, dan kembali mengancam Jarwo dengan angkuhnya.


"Ibu mau minta berapa?


Uangku tidak banyak, Bu!


Jangan berharap banyak, ibu tau sendiri kan, kerjaan ku apa?" sahut Jarwo dengan nada lemah, pura pura memelas agar Bu Imah tidak terlalu memerasnya.


"Jangan kira aku tidak tau berapa gaji kamu tiap bulannya. Hampir lima juta lebih, gak mungkin kamu gak punya tabungan. Belum lagi, lihat istrimu itu, dia memakai perhiasan lengkap, jadi jangan bilang kamu tidak punya cukup uang. Kecuali kamu memang ingin tidur di penjara dengan wanita itu, biar melahirkan sekalian di dalam penjara." sahut Bu Imah dengan sinis dan menatap benci pada wanita yang tengah duduk tak jauh dari Bu Imah, tapi masih terlihat oleh mata Bu Imah.


"Kasih aku dua puluh juta, itu harga yang impas untuk kesengsaraan Kami karena ulahmu itu." sambung Bu Imah dengan wajah judesnya.


Dua puluh juta? itu uang yang sangat banyak, aku tidak punya uang sebanyak itu!" balas Jarwo yang membeliak tak percaya dengan jumlah yang sangat besar baginya, tapi Bu Imah memintanya dengan begitu enteng.


"Kenapa?


Kamu gak mau memberikan uang itu?


Gak masalah, aku akan mencari pengacara untuk melakukan tuntutan balik, mendampingi Yeni agar bisa menyeret kamu dan perempuan murahan itu mendekam di penjara." Sahut Bu Imah angkuh dan dengan tatapan yang begitu tajam di arahkan pada Jarwo yang terlihat sudah pucat pasi.


"Lima belas juta Bu, segitu aku punya. Dan uang itu akan aku berikan, tapi dengan syarat perjanjian di atas materai dan disaksikan oleh pak RT dan beberapa warga. Gimana?" Jarwo berusaha menegosiasikan permintaan Bu Imah dan bermain aman agar tidak dicurangi Bu Imah dengan melakukan perjanjian kertas di atas materai.


"Perjanjian yang seperti apa yang kamu maksud Jarwo?


Jangan aneh aneh kamu!" sungut Bu imah kesal, karena Jarwo terlalu berbelit-belit.


"Setelah ibu menerima uang itu, ibu dan Yeni tidak lagi mengusikku dan tidak melaporkan aku.

__ADS_1


Aku berjanji akan membebaskan Yudha dan Yeni keluar dari penjara. Dan jangan pernah menganggu kehidupanku dan istriku lagi setelah ini. Hubungan kita selesai!" sahut Jarwo dengan pasti dan dengan tatapan dalam menyoroti Bu Imah yang tengah berpikir.


"Baiklah, tapi aku akan baca ulang kertas perjanjian itu, sampai kamu menipuku, aku tidak akan segan segan menyeret kalian ke penjara dan akan aku buat hidup kalian sengsara." sahut Bu Imah lantang dan belum berhenti untuk memberi ancaman ke Jarwo.


"Jangan kamu pikir aku takut dengan orang seperti kamu, Jarwo. Aku punya bukti perselingkuhan kalian!" sambung Bu Imah sinis dengan menarik bibirnya keatas, penuh intimidasi.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2