Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Niat Bu imah


__ADS_3

"Ibu ingin kalian cepat bebas, dan hidup lebih baik lagi. Buka usaha sendiri, karena kerja diluar juga akan sulit karena berstatus mantan napi.


Uang penjualan mobil masih ibu simpan di bank, ibu cuma ambil lima juta kemarin buat pegangan.


Dan nanti kalau dapat uang ganti rugi dari Jarwo, Ibu akan berikan untuk Yeni, biar dia gunakan untuk modal usaha juga. Bisa buka Loundri atau apalah, yang penting menghasilkan. Agar kita tidak lagi di pandang sepele sama tetangga." Bu Imah mengutarakan harapannya pada Yudha yang tersenyum getir. Yudha masih belum menyesali kelakuannya selama ini. Masih menyimpan rencana jahat pada Halwa yang justru tengah menyiapkan pesta pernikahan nya.


"Iya, Bu. Yudha juga ingin segera ketemu Halwa. Sudah gak sabar untuk kembali menjadi suaminya, apalagi dia semakin cantik dan sukses. Yudha tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu. Halwa harus jadi milik Yudha, apapun akan Yudha lakukan demi bisa kembali sama Halwa. Menjadikan Hasna sebagai umpan adalah cara yang tepat untuk membuat Halwa tunduk dan mengikuti kemauan Yudha." Yudha tersenyum miring dengan rencana jahat di otaknya. Niat kembali bukan murni karena mencintai, tapi lebih karena nafsu dan hartanya Halwa, bahkan Yudha sudah menyiapkan rencana liciknya demi mendapatkan apa yang dia inginkan, tak perduli bagaimanapun caranya.


"Kamu sudah punya rencana apa yudh?


Ibu harap, rencana kamu tidak gagal dan Halwa mau kembali menjadi istri kamu, dia itu ladang uang kita. Jangan sampai lepas!" sahut Bu Imah dengan senyuman miring dibibirnya, dengan bangga merestui niat buruk anaknya.


"Ibu tenang saja, Yudha sudah mempunyai ide untuk membuat Halwa kembali bertekuk lutut pada kita, sekarang ibu usahakan dulu, bagaimana caranya agar Yudha cepat bebas dari sini, urusan Halwa nanti pas Yudha sudah keluar dari penjara, ibu juga akan tau sendiri." dengan bangga Yudha mengatakan niat buruknya dan matanya penuh dengan ambisinya yang gila.


"Baiklah, ibu percaya sama kamu!


Semoga perjanjian dengan Jarwo bisa menguntungkan pihak dari kita, biar mereka tidak lagi berbuat seenaknya memperlakukan kita. Jarwo harus menerima konsekuensi dari perbuatannya itu, enak saja, sudah nyakiti mbakmu, eh membuat kalian masuk penjara lagi.


Bukan salah Yeni kalau harus mengikuti maunya untuk punya anak, Yeni juga mau tampil cantik dan langsing juga untuk buat dia senang, bukannya terimakasih malah selingkuh!" sungut Bu Imah penuh kebencian, tak rela kalau anaknya dicerai karena selingkuhannya Jarwo. Padahal selama bertahun tahun, Jarwo sudah bersabar bahkan mengalah dengan keburukan sifat juga sikap keluarga Yeni, gaji dikuasai Yeni, bahkan Yeni tidak pernah mau diajak tinggal di kontrakan bersama Jarwo, diajak bertandang ke rumah orangtuanya Jarwo, Yeni juga tidak pernah mau, dengan banyak alasan Yeni selaku menolak.


Sampai pada puncak kesabaran Jarwo habis, akhirnya Jarwo memutuskan untuk tidak perduli dengan apapun yang Yeni lakukan, bertemu dengan wanita yang bisa membuatnya nyaman dan memahami keadaannya, membuat Jarwo jatuh cinta dan merasa dihargai, hingga Jarwo berani menikah siri.


"Ingat pesan Yudha, ya Bu!


Ibu harus teliti dan hati hati. Jangan sampai dia menjebak kita dan nantinya justru kita yang dirugikan." sahut Yudha serius dengan mimik wajah datarnya.


"Kamu tenang saja, ibu juga gak sebodoh itu kok!


Yasudah, ibu pulang dulu ya. Ibu mau belanja ke tokonya di Halwa, biar dia tau kalau ibu sekarang sudah berubah hidup enak. Ibu akan bersikap baik pada dia, biar percaya kalau ibu sudah berubah. Siapa tau dengan begitu, Halwa jadi berubah pikiran dan mau menerima kamu lagi, hidup kita akan enak tanpa harus kerja keras.!" Bu Imah dengan bangganya mengatakan niatnya untuk mendekati Halwa kembali, tak pernah sadar kalau kehadirannya selalu meresahkan hidup Halwa.


"Wah, ibu selalu punya rencana yang bagus. Ibu benar, bersikap baik dan pura pura berubah, pasti Halwa akan luluh, dia kan orangnya mudah di bodohi." hahahaha aku suka dengan pemikiranmu Bu, luar biasa!" sahut Yudha senang dengan tawa renyahnya. Rencana Bu Imah membuatnya memiliki rencana lain yang bersarang di otaknya yang licik.


Waktu kunjungan sudah habis, Bu Imah meninggalkan lapas, menuju ke toko milik Halwa dengan naik angkutan umum.


Pikirannya sudah melayang kalau bakal diterima baik oleh Halwa karena sudah berubah baik.


Membawa uang satu juta dalam dompetnya, untuk berbelanja bermacam macam kebutuhan, ingin menunjukkan pada Halwa kalau nasibnya sudah kembali baik baik saja, tidak ada karma yang seperti orang orang tuduhkan untuknya.


Bu Imah tidak pernah merasa berbuat kesalahan atau berbuat jahat pada siapapun, termasuk sikap buruknya kepada Halwa, tidak pernah Bu Imah sadari, justru Bu Imah ingin kembali membuat Halwa untuk jadi ladang uangnya. Sungguh pikiran yan picik hanya ada pada orang yang licik.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Seperti biasa, Halwa selalu menyambangi tokonya di jam sembilan pagi hingga jam empat sore.


Mengawasinya langsung dan sambil mengerjakan pekerjaannya menulis novel, Halwa semakin melejit namanya dengan karya karyanya yang semakin banyak di gemari pembaca. Penghasilan dari menulis pun sudah mencapai puluhan juta tiap bulannya. Namun Halwa tidak pernah sombong dan berhenti berjuang, kekayaaan yang dimilikinya tak juga menjadikan dia sombong. Justru sedekah dan jiwa sosialnya semakin luas.


Halwa tidak pernah lupa berbagi, karena sebagian hartanya adalah hak dhuafa.


Saat Halwa sedang fokus dengan laptopnya, menulis karya barunya di aplikasi biru, pintu ruangannya diketuk oleh Reni, salah satu karyawan di tokonya.


"Bu, ini saya Reni. Boleh saya masuk?"


Suara Reni membuat Halwa menoleh dan menghentikan aktifitasnya menulis.


"Masuk saja, Ren!


Pintu tidak di kunci." sahut Halwa dari dalam ruangannya.


Mendengar sahutan dari bosnya, Reni langsung membuka pintu dan masuk menemui Halwa dengan wajah menegang.


"Ada apa, kenapa kamu tegang begitu?" Halwa mengerutkan wajahnya menatap Reni yang terlihat tegang dan gugup.


Diluar ada...." Reni begitu tegang sampai sulit mengatakan apa yang ingin disampaikannya.


"Ada apa?


Tarik nafas dulu, dan tenangkan dirimu, lalu ceritakan ada ala?" sahut Halwa dengan mimik tenang, menatap penasaran pada Reni yang sudah sedikit rileks.


"Diluar ada Bu Imah! Mencari Bu Halwa.


Saya takut, Bu Imah bikin ulah lagi dan membuat kacau di toko seperti yang sudah sudah." sahut Reni dengan wajah cemasnya.


Halwa menarik nafasnya dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Sedang apa sekarang Bu Imah nya?" sahut Halwa setelah terdiam beberapa saat.


"Tadi setelah tanya Bu Halwa dan minta dipanggilkan. Bu Imah katanya mau belanja, sekarang sedang di layani sama Rudi." balas Reni menjelaskan pada Halwa yang terlihat mengangguk.


"Sebentar lagi aku akan keluar, pantau saja sikap Bu Imah, kalau berniat buruk dan bikin ribut, langsung minta satpam untuk mengamankan." sahut Halwa dengan nada tegas dan berusaha tetap tenang.

__ADS_1


"Baik Bu!


Kalau begitu saya ke toko dulu, sambil minta yang lain untuk waspada." Reni langsung keluar dan bicara dengan karyawan yang lainnya untuk waspada dan mengawasi sikap Bu Imah, jangan sampai bikin ribut dan akhirnya membuat kacau seluruh isi toko menjadi berantakan.


Halwa terdiam, memejamkan matanya.


Bosan dengan drama yang dibuat oleh ibu mantan mertuanya yang tidak pernah berubah.


Selalu mengusiknya dengan sikap gilanya.


"Semoga tidak bikin ulah lagi, aku sudah lelah berurusan dengan mereka!" gumam Halwa lirih dan beranjak dari tempat duduknya, sebelum meninggalkan ruangan, terlebih dahulu Halwa menutup laptop nya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


Happy ending ❤️


__ADS_2