Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
penolakan Hasna


__ADS_3

"Sejak kapan kamu menganggap Hasna itu anak kamu?


Sejak kapan kamu mengakui Hasna darah dagingmu?


Yudha langsung gelagapan dengan ucapan Halwa yang sudah memojokkan dirinya.


Karena semua itu benar semua, Yudha selama ini memang sudah menelantarkan anaknya, bahkan tidak mau mengakuinya sama sekali.


"Ya aneh saja sih, tiba tiba sekarang datang dan mengakui Hasna dan ingin jadi yang paling sok perduli. Selama ini kemana saja kamu, Mas Yudha?


Apa kamu tau harga susu Hasna, kebutuhan yang lain untuk Hasna?


Kamu tau, mas?


Gak tau kan?


Bahkan biaya sekolahnya pun, kamu juga gak mau tau!


Jadi jangan bilang kamu perduli dan Hasna membutuhkan dirimu." Halwa sudah terlanjur emosi, dadanya sesak bila mengingat masa masa sulitnya dulu.


"Apakah pantas kamu menjelek-jelekkan aku di hadapan orang lain?


Atau kamu sengaja cari muka, agar semua menilai dirimu paling baik?


Munafik!" Yudha mengherdik dengan nada tinggi. Merasa tidak terima dengan pernyataan Halwa tentang dirinya, meskipun sadar apa yang dikatakan Halwa sangat benar sekali.


"Aku bukan orang yang seperti itu.


Tapi aku hanya ingin bicara fakta saja. Jadi tidak perlu teriak teriak." balas Halwa kesal dan muak dengan laki laki yang duduk di hadapannya itu.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu cucuku, tolong panggilkan dia kesini." Bu Imah tiba tiba ikut bicara dan meminta bertemu dengan Hasna.


Sebelum Halwa menjawab, ternyata Hasna sudah keluar dari kamarnya karena mendengar ada keributan, ternyata ada ayah dan neneknya disana.


Orang yang sangat ingin Hasna hindari sampai kapanpun itu.


"Hasna, cucu nenek." Bu Imah berhambur memeluk Hasna, pura pura sedih dan mengeluarkan air mata buaya nya.


Sedangkan Hasna hanya diam tak merespon neneknya sama sekali. Hatinya masih terasa sakit, jika mengingat masa kecilnya. Masa dimana dia selalu dibentak dan tak dianggap ada oleh keluarga ayahnya. Hasna sering menangis karena tidak boleh menyentuh barang barang dirumah neneknya itu. Bahkan Hasna ingat, bagaiman Bu Imah meneriakinya bocah pembawa sial dan tidak mau mengakuinya sebagai cucu karena lahir dari rahim wanita miskin. Kata kata masih membekas di dalam hatinya. Sampai kapanpun, Hasna tidak akan pernah melupakan sikap dan perlakuan mereka.


"Kamu dipeluk nenek kok gak mau, Na?" Bu Imah merasa kecewa karena ternyata cucunya justru tak menginginkan kehadirannya, namun harus pura pura ramah dan baik, agar terlihat sangat menyayangi Hasna.


Hasna yang terlanjur terluka karena sikap keluarga ayahnya, tak lagi menginginkan kembali pada keluarga itu, apapun alasannya.


"Hasna, ayah kangen.


Ayah mau ajak kamu makan dan jalan ke mall. Kamu boleh minta apapun yang kamu mau nantinya." Yudha ikut menimpali dan mencari perhatian anaknya. Tapi itu justru makin membuat Hasna muak.


Hasna tetap bergeming tanpa ingin merespon. Bahkan melihat Yudha pun seakan enggan.


"Apa kamu sudah diracuni sama ibu kamu, sampai kamu tidak mau ikut sama ayah?" tiba tiba Yudha gusar dan bicara dengan nada tinggi.


"Tidak ada yang meracuni pikiran Hasna, Pa!


Hasna sudah besar, tau mana yang baik dan mana yang pura pura. Bahkan Hasna paham, bagaimana papa memperlakukan hasna selama ini.


Papa sering marah gak jelas dan suka teriak menghina bunda.


Juga dengan nenek, yang selalu jahat sama aku dan bundaku.

__ADS_1


Maaf kalau aku tidak terima dengan perlakuan papa dan keluarga papa padaku dan bunda.


Jadi jangan memutar balikkan fakta!" sahut Hasna tajam meskipun bicara dengan nada lembut dan tenang.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️


__ADS_2