Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
kedatangan Yeni


__ADS_3

"Alhamdulillah, mbok senang kalau non Hasna suka kamarnya." sahut mbok Kinah tersenyum sumringah dan membuat Dafi semakin kagum dengan cara kerja mbok Kinah dan pak Handoko.


"Makasih ya, mbok!" sambung Halwa sambil tersenyum ramah pada mbok Kinah.


"Kalian istirahat saja, aku akan ke kantor polisi mengurus laporan soal Yudha dan ibunya.


Disana sudah ada Candra dan beberapa orang saksi. Dan aku akan pastikan mereka mendekam dalam sel tahanan." pamit Dafi sambil memeluk pinggang istrinya setelah keluar dari kamar Hasna.


"Ita mas! semoga mereka cepat sadar dengan kesalahannya. Jujur aku sangat khawatir kalau mereka akan bertindak lebih gila lagi." sahut Halwa cemas, dan menatap Dafi penuh permohonan.


"Aku paham apa yang kamu rasakan saat ini.


Tetaplah dirumah, insyaallah kalian aman disini.


Nanti aku akan ambil barang barang kamu dan meminta Bella untuk mengurus semua sisa acara kita. Maaf kalau semua harus kacau seperti ini." balas Dafi lirih, acara pernikahan yang di impikannya tiba tiba harus berantakan karena ulah Yudha dan ibunya yang ingin mencelakai Hasna.


"Kamu gak salah, mas! Yudha dan ibunya memang sudah keterlaluan. Mereka pantas mendapatkan pelajaran. Aku percaya kamu bisa mengatasi mereka." sahut Halwa tersenyum tipis sambil menggenggam jemari suaminya.


Dafi tak tega melihat wanita yang dicinta terlihat begitu tertekan oleh ulah keluarga mantan suaminya.


"Aku pergi dulu, insyaallah akan aku berikan keadilan untukmu juga Hasna. Agar Yudha tak lagi berani mengganggu kalian kembali." sahut Dafi lembut, lalu mengecup pucuk kepala Halwa dan berlalu pergi meninggalkan istrinya untuk menyelesaikan urusannya di kantor polisi.


Di Kantor polisi, Yudha maupun Bu Imah masih terus menyangkal perbuatannya. Merasa tidak bersalah karena Hasna adalah anak Yudha dan cucu Bu Imah.


Melukai dan meninggalkan trauma pada sang cucu tak membuatnya menyesal, bahkan iba pun tak ada di hati Bu Imah. Di otaknya hanya ada uang dan harta saja. Demikian juga Yudha, pikirannya hanya inginkan Halwa kembali, memiliki Halwa juga hartanya.


Polisi benar benar geram dibuatnya.


Karena begitu banyaknya saksi dan bukti, Yudha dan ibunya akhirnya dinyatakan bersalah atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan, percobaan pembunuhan dan penculikan.


Seketika Bu Imah langsung menjerit histeris dan tidak terima dengan hukuman yang harus diterimanya, begitu juga dengan Yudha yang bahkan terus memaki dan teriak teriak menggunakan bahasa hewan. Namun para penyidik dan polisi yang bertugas tak perduli. Mereka tetap dijatuhi hukuman dan dinyatakan bersalah.


Sedangkan Dafi dan. berapa orang yang ikut, merasa lega dan berterima kasih dengan pihak berwajib, setidaknya Halwa dan Hasna akan aman dari kenekatan Yudha dalam waktu yang cukup lama.


Dafi kembali mengendari mobilnya dan meminta Candra untuk membantunya untuk mengemasi barang barangnya Halwa juga Hasna yang penting penting saja untuk di bawa kerumahnya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah kejadian yang sempat membuat Hasna ketakutan, tiga hari kemudian, gadis yang baru menginjak usia remaja itu sudah bisa menjalani hari harinya seperti biasa, tertawa dan ceria kembali, bahkan sudah mau keluar dari kamarnya dan ngobrol dengan si mbok di belakang rumah, membantu merapikan tanaman yang ada.


"Alhamdulillah, mas!


Hasna sudah mulai kembali ceria dan mulai melupakan ketakutannya. Lihatlah dia sedang bantu si mbok mencabuti rumput dan bahkan sudah bisa bercanda.


Akhirnya, Alhamdulillah aku senang sekali melihatnya ceria kembali!" Halwa mengintip dari jendela kamarnya dan menatap putri tercintanya dengan senyuman haru, Dafi pun mengikuti mata sang istri menatap kegiatan dan wajah ceria anak sambungnya dengan rasa syukur, meraih tubuh langsung sang istri lalu mendekapnya erat.


"Semoga dia akan terus bahagia, kita akan sama sama jadi orang tua yang baik untuknya, memberikan cinta dan kenyamanan juga kasih sayang yang utuh untuknya, insyaallah semua akan kembali baik baik saja.


Dan semoga, Yudha maupun ibunya tak lgi bikin ulah, penjara bisa membuatnya jera. Semoga!" sahut Dafi tulus, mengecup berulang kali pucuk kepala istrinya dan menghirup wangi rambutnya.


"Hari ini, aku ada tugas ke luar kota, tapi tidak sampai menginap, mungkin malam baru sampai rumah. Jamu gak papakan aku tinggal dirumah?"


Sambung Dafi dengan tak melepaskan dekapannya pada Halwa.


"Gak papa, mas! kan aku di dalam rumah saja. Lagian di depan juga sudah ada penjaga. Tinggal kamu bilang sama penjaganya agar tidak mengijinkan siapapun masuk jika tanpa persetujuan kita." balas Halwa dengan mengubah posisi tubuhnya menghadap pada wajah tampan suaminya.


"Aku boleh pergi ke toko sebentar saja, mas?


Aku cuma mau menyerahkan urusan toko pada Rudi, insyaallah dia anak buahku yang jujur dan sangat baik. Sudah lama kerja di toko, insyaallah dia amanah!" Halwa meminta ijin Dafi untuk ke toko, ingin bicara kada semua karyawannya kalau akan mengangkat Rudi sebagai kaki tangannya, orang kepercayaannya untuk mengurus segala urusan di toko sembako nya yang semakin hari semakin rame. Karena tidak mungkin meminta tolong pada Bella terus menerus, karena Bella juga punya pekerjaan dan urusan sendiri yang juga begitu penting.


"Boleh! Tapi diantar sama sopir ya?


Hasna biar dirumah saja si mbok saja, kamu perginya jangan lama lama, kasihan Hasna. Dia masih membutuhkan ibunya! oke sayang?" sahut Dafi lembut dan membuat Halwa semakin merasa sangat begitu di perhatikan dan di cintai. Benar benar merasakan arti menjadi seorang istri yang sesungguhnya. Dafi memperlakukannya begitu baik.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pukul sebelas siang, Halwa sudah sampai di tokonya, semua karyawan begitu senang melihat kedatangannya, semua menyalimi Halwa dan memberikan selamat, karena saat acara pernikahan mereka belum sempat melakukan, perihal ada kejadian yang membuat semua tamu ikut panik.


Namun saat Halwa hendak memasuki ruangannya setelah bercengkrama dengan para anak buahnya, tiba tiba Yeni datang dan menarik tangan Halwa begitu kuatnya, sampai membuat tubuh langsing Halwa terhuyung. Rudi langsung bergerak cepat dengan melepaskan tangan Yeni dari lengan Halwa.


"Dasar perempuan kurang ajar kamu, Halwa!

__ADS_1


Lepaskan ibu dan adikku dari penjara, tarik laporanmu!


Kalau tidak, aku akan buat hidupmu menderita!" teriak Yeni lantang penuh dengan amarah.


Halwa terdiam menahan sesak di dadanya, masalah hidupnya tak pernah berhenti dari gangguan keluarga mantan suaminya, mereka semua memang sudah benar benar menguji kesabaran.


"Lakukan saja kalau kamu bisa, tapi jangan menyesal dan nangis nangis kalau kamu juga akan nyusul ibu dan adikmu di penjara!


Karena aku juga tidak akan diam terus, orang orang seperti kalian harus dikasih pelajaran, biar otaknya tidak miring terus!" sahut Halwa santai dan justru terkesan meremehkan, membuat Yeni semakin di bakar kemarahan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Wanita Berkubang Dosa


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2