
"Terserah ibu. Aku tidak perduli, dan aku tidak Sudi menampung orang lain di rumahku. Dan satu lagi, aku dan mas Yudha sudah bercerai, ya kami bukan lagi suami istri, jadi jangan pernah menganggap ku menantumu lagi.
Pergilah Bu, renungi kesalahan ibu selama ini. Minta maaflah pada semua orang yang pernah ibu sakiti hatinya, insyaallah hidup ibu akan jauh lebih baik. Jangan pernah mengusikku lagi, Bu!"
Halwa kembali berjalan memasuki toko, mengabaikan teriakan Bu Imah yamg masih terus mencaci.
"Ratna! Berikan sembako lengkap sama Bu Imah, setelah itu minta dia pergi dari sini." perintah Halwa pada salah satu anak buahnya, karena bagaimanapun disudut hati Halwa ada rasa gak tega. Dengan memberikan sembako semoga bisa sedikit membantu Bu Imah dari kelaparan.
Ratna memasukkan beberapa bahan seperti beras, gula, telor, mie instan, sarden dan minyak goreng ke dalam kresek besar dan diberikannya pada Bu Imah yang langsung berhenti dari mencaci Halwa dengan kata kata kasarnya.
"Jangan teriak teriak lagi, Bu. Ini ada sembako dari Bu Halwa. Pulanglah, jangan mempermalukan diri ibu sendiri dengan teriak teriak disini." Ratna menyerahkan kantong kresek warna merah pada Bu Imah yang langsung diam dan terlihat tersenyum senang.
Tanpa malu, Bu Imah langsung membuka isi dalam kantong kresek yang diberikan Ratna.
"Loh, kok cuma segini?
Kalau mau kasih jangan tanggung tanggung dong!
Sabun cuci, sabun mandi, shampo, pasta gigi dan cemilannya belum ada. Cepat ambilkan sekalian, atau aku yang ambil sendiri." Bu Imah masih belum puas dengan apa yang diberikan Ratna. Padahal jumlahnya sudah banyak.
Ratna terlihat gusar dan mulai terpancing emosi dengan ulah wanita tua dihadapannya, bukan nya bersyukur tapi malah semakin gak tau malu.
"Bu! Harusnya Bu Imah itu bersyukur dan berterima kasih pada Bu Halwa. Padahal ibu sudah menghina dan bikin onar, tetap saja Bu Halwa masih bersikap baik sama ibu, diberikan sembako gratis lagi. Jangan bikin ulah dan mendingan ibu segera pulang, sebelum satpam yang akan mengusir ibu paksa." sahut Ratna kesal dan tak lagi bicara baik pada Bu Imah yang memang sengaja bikin masalah.
"Kenapa Halwa tidak kasih uang sekalian?
coba tanyakan dan bilang pada bos kamu itu, aku butuh uang, cukup lima ratus ribu saja." balas Bu imah dengan lancarnya dan tak ada beban sama sekali.
Ratna langsung melebarkan matanya, tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan. "Memang bener bener nih orang." sungut Ratna emosi dan langsung pergi tanpa perduli dengan ucapan Bu Imah yang ngawur.
__ADS_1
"Hey, orang tua lagi ngomong kok malah pergi begitu saja, bilang sama Halwa, aku tunggu disini uangnya!" teriak Bu Imah tak tau malu.
Ratna langsung menemui Halwa diruangannya, mengatakan semua yang di katakan Bu Imah tanpa ada yang ditutupinya.
Halwa memijat pelipisnya, tak habis pikir dengan cara berpikirnya mantan mertuanya.
Dulu saja, Bu Imah selalu bersikap dan berkata kasar pada Halwa dan Hasna, lantaran mengira Halwa hanya wanita miskin yang dipungut anaknya dan pantas diperlakukan sebagai pembantu di rumahnya. Namun setelah tau kebenaran tentang siapa Halwa, tanpa tau malu, Bu Imah selalu ingin meminta ini itu, bahkan tak segan menyuruh Halwa kembali pada anak lelakinya.
"Aku jadi pusing dengan sikapnya ibu mas Yudha. Kalau saja bukan orang tua, mungkin aku sudah bersikap diluar batasan ku.
Kalau Bu Imah masih bikin onar di toko, bilang sama satpam untuk membawanya pergi, paksa dan harus di tegasi, biar tidak semakin bersikap seenaknya." sahut Halwa yang mendadak merasakan kepalanya pusing karena sikap Bu Imah yang memang tidak bisa berubah.
"Baik, Bu!
Aku akan bilang sama satpam untuk mengusirnya." sahut Ratna sopan dan merasa iba melihat bosnya selalu di recoki keluarga mantan suaminya.
Ratna meninggalkan ruangan Halwa dan kembali bekerja, namun lebih dulu memilih menelpon satpam yang sedang berjaga, untuk mengatakan apa yang sudah diperintahkan Halwa. Dan satpam pun langsung melaksanakan perintah bosnya dengan sigap dan tegas.
"Aku akan ikut masuk dirumah Halwa dan aku tidak perlu susah payah jualan kue yang uangnya tidak seberapa. Dengan Halwa hidupku pasti akan kembali baik baik saja. Aku harus bisa memanfaatkan kebaikan hati Halwa yang gampang tidak tegaan." Bu Imah terus berbicara pada dirinya sendiri dan menyusun rencana di otaknya agar bisa masuk dirumah Halwa dan menjadi bagian dari keluarganya.
Dengan sangat percaya diri, Bu Imah pasti akan diterima dan diizinkan Halwa untuk tinggal dirumah nya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
POV Bu Imah
Aku sangat hafal kelemahan Halwa mantan menantuku itu, dia memiliki hati yang baik dan sifat tidak tegaan pada penderitaan orang lain. Itulah
kenapa aku berniat untuk mengambil simpatinya dan benar saja, Halwa meskipun terlihat kesal dengan sikapku, dia masih mau memberi ku sembako dengan jumlah yang lumayan banyak. Namun aku juga butuh uang, setidaknya Halwa akan memberikan kembali seperti dulu, lima ratus ribu lumayanlah, bisa buat pegangan. Dan soal semakin dan yang lainnya bisa minta sama Halwa kalau sudah habis.
__ADS_1
Bagaimanapun aku adalah ibu mertuanya, ibu dari laki laki yang membelikan dia putri yang cantik. Jadi wajar kalau Halwa harus membalas Budi padaku.
Tapi pegawainya sombong sekali, lagaknya sok dan menyebalkan, masak suruh menyampaikan kalau aku juga butuh uang sama Halwa, dia pergi begitu saja. Dan sialnya satpam yang berjaga juga ikutan bersikap kasar, aku diusirnya secara paksa seperti pengemis saja.
Kurang ajar sekali!
Nanti kalau Yudha sudah keluar dari penjara, aku akan memintanya untuk memberi pelajaran pada mereka. Biar mereka tau bagaimana menghormati orang yang lebih tua.
Hari ini mungkin aku gagal membujuk Halwa, tapi aku tidak akan pernah menyerah, aku akan melakukan segala cara untuk bisa ikut tinggal bersama Halwa biar hidupku kembali terjamin dan nyaman seperti ratu yang tinggal perintah semua beres.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1
Happy ending ❤️