Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
rencana jahat Wati dan ibunya


__ADS_3

"Jarwo meminta kita membayar ganti rugi, karena sudah menghajar dan membuat kerusuhan dirumahnya, sebesar dua puluh lima juta.


Dan dia juga mengancam kita untuk tidak menganggu keluarganya lagi, kalau kita masih melanggar, maka kita akan masuk penjara lagi." terang Yudha dengan tangan yang mengepal erat, masih emosi dengan kelakuan Jarwo yang dianggapnya memanfaatkan keadaan dan bersikap curang.


"Bayar saja, dan biarkan dia merasa menang untuk sementara. Aku sudah punya rencana untuk menghancurkan hidup mereka tanpa harus mengotori tanganku." sinis Yeni dingin dengan kilatan benci di kedua bola matanya, rasa sakit hatinya bisa membuatnya melakukan apa saja demi membalas dendam pada mantan suaminya dan selingkuhannya.


"Uang dari mana mbak?


Kita bahkan tidak punya penghasilan dan baru keluar dari penjara." sahut Yudha menegang, tak habis pikir dengan pikiran kakaknya yang bahkan dengan santai menyuruh untuk mengabulkan keinginan Jarwo.


"Kamu tidak usah khawatir Yudha!


Bukankah Mas Jarwo sudah memberikan uang lima belas jutanya pada ibu?


Tinggal sepuluh juta, itu biar jadi urusanku, kamu tenang saja!" sahut Yeni tenang dengan wajahnya yang kaku, menyimpan kebencian dan kecewa yang teramat dalam pada Jarwo dan istri mudanya.


"Tapi mbak Yeni punya uang dari mana sebanyak itu?" sahut Yudha masih dengan perasaan ragu, karena selama ini kakaknya sangat pelit dan perhitungan dan perhitungan dalam hal apapun.


"Kamu tidak pernah tau, berapa harta yang sudah aku kumpulkan selama jadi istrinya mas Jarwo. Jadi tenanglah, biar semua jadi urusanku!" sahut Yeni tegas dan memilih berlalu menyusul ibunya keluar dari kantor polisi, tanpa memikirkan Yudha yang masih terpaku tak percaya dengan apa yang diucapkan kakaknya.


"Arrgh sudahlah, semoga mbak Yeni tidak hanya membual." Yudha dengan langkah lebarnya menyusul kepergian ibu dan kakaknya menunggu angkutan umum untuk kembali pulang kerumah.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Wati sangat marah dengan penghinaan Dafi padanya, Wati mengatakan semua ucapan Dafi pada ibunya.


"Kurang ajar, jadi mereka sudah mengalihkan aset itu pada anak anaknya mas Suko!


Ini tidak bisa dibiarkan. Pantesan Mas Suko sekarang terlihat tenang dan tak perduli jika aku mulai mengancamnya. Ternyata mereka sudah menyelamatkan hartanya dan membuat Candra dan hanifah tidak tinggal dirumah ini, memilih tinggal dirumah orangtuanya Dafi. Dasar licik!" Sungut Bu Wati tak terima, merasa dibodohi.


"Lalu kita harus bagaimana, Bu?


Rugi dong kita bertahan di keluarga ini, kalau ujung ujungnya tidak dapat apa apa juga!" balas Wati cemberut dan kecewa karena merasa gagal menguras harta ayah tirinya.


"Kamu tenang saja, bukankah hidup kita selama ini masih aman aman saja dan tidak kekurangan apapun. Lagian anak anak Suko masih dibawah umur, jadi harta itu masih dipegang oleh bapaknya. Dan untuk sementara kita masih bisa menikmati uang mereka.


Dan kita masih punya waktu menyusun rencana untuk membuat pernikahan Dafi gagal.

__ADS_1


Kamu harus bisa menjebak Dafi agar tidur sama kamu! Masak pekerjaan mudah saja kamu gak bisa, dari dulu selalu gagal terus!" sungut Bu Tria mencibir anaknya yang dinilai bodoh dan terlalu gegabah dalam menjalankan rencananya.


"Aku sudah berusaha Bu, dasar mas Dafi saja yang selalu jual mahal dan terus menghindari ku.


Sebenarnya aku tidak mau menjebaknya dan mendapatkan dia dengan cara seperti ini, tapi karena dia mencintai perempuan itu dan akan menikahinya, tidak ada pilihan lain selain menjalankan rencana awal kita." sahut Wati penuh dengan ambisi. Setelah mendengar ucapan Dafi yang menghina dirinya dan juga ibunya, Wati semakin ingin membuat Dafi bertekuk lutut apapun caranya.


"Jangan hanya ngomong saja kamu. Ibu tunggu berita baiknya, jebak dia agar mau tidur sama kamu. Kasih obat perangsang di minumannya. Hal remeh kayak gitu saja kamu tidak mengerti." Bu Tria bicara dengan nada ketus pada anaknya sendiri. Bukannya menuntun anaknya ke arah yang baik, tapi Bu Tria justru membawa anaknya dalam rencana jahatnya untuk dapat menguasai harta keluarga Dafi agar hidupnya enak dan tidak kekurangan.


"Ibu tenang saja, kali ini aku tidak akan gagal.


Dafi akan aku pastikan tidur denganku. Dan calon istrinya pasti histeris dan meminta mengakhiri hubungan mereka." hahahaaa tawa keduanya pecah, membayangkan keberhasilannya dalam menjebak Dafi, dan sudah membayangkan menjadi istri seorang pria tampan yang memiliki harta melimpah, membuat Wati tak menyadari jika sedari tadi obrolannya dengan sang ibu ada yang merekamnya diam diam.


Candra yang pulang sekolah ingin bertemu dengan ayahnya langsung menuju rumah pak Suko. Candra berniat meminta uang jajan dan uang bayar lesnya. Namun saat melewati kamar Wati, Candra mendengar suara yang membuatnya ingin mendengarkan, dan saat mereka mulai membicarakan soal rencana jahatnya, Candra yang memang sudah remaja langsung paham kalau harus merekam obrolan mereka. Dan untuk memuluskan rencananya, Candra memasang mode senyap di ponselnya, agar tidak bunyi saat ada pesan atau panggilan masuk.


Setelah mendapatkan rekamannya, Candra langsung mengirimkannya ke nomor Dafi, agar aman dan Dafi bisa waspada dengan ibu dan anak yang sangat licik itu.


Candra melenggang pergi mencari ayahnya ke dalam seluruh ruangan, hingga Candra melihat ayahnya tengah duduk santai di halaman belakang dengan ikan ikannya di kolam.


"Asalamualaikum, ayah!" Candra langsung menghampiri pak Suko dan mencium tangannya takzim.


"Iya, ayah! Candra sengaja langsung kerumah , karena hari ini ada les jam tiga sore.


Lesnya sudah waktunya membayar dan Candra juga mau minta uang jajan, yang kemarin sudah habis. Sebenarnya dikasih juga sama mas Dafi, tapi Candra buat benerin montor." sahut Candra jujur mengatakan apa adanya pada sang ayah.


"Sebentar ayah ambilkan uangnya. Kamu makan dulu sana, tadi bibi masak soto ayam kesukaan kamu, kok pas kamu nya juga pulang." Pak suka menepuk pundak anak lelakinya, sejak ibunya meninggal dan pak Suko menikah dengan Bu Tria, Candra dan Hanifah, anak anak pak Suko, memilih tinggal dirumah orang tuanya Dafi, alasannya karena tidak betah dengan sikap Wati dan ibunya yang suka mengatur dan memerintah.


Dan alasan lainnya, karena pak Suko ingin melindungi kedua anaknya dari sikap kejam Bu Tria, karena bagaimanapun Candra dan Hanifah adalah pewaris hartanya.


Dirumah keluarga Dafi mereka pasti akan aman dan mendapatkan didikan yang baik juga kasih sayang dari seluruh keluarga Dafi. Meskipun dengan sangat berat, pak Suko merelakan anak anaknya jauh darinya demi menjaga mental mereka.


Candra langsung berjalan ke dapur dan menemui Bi Sumi, pembantu yang sudah bekerja belasan tahun dirumahnya, perempuan berusia lima puluh tahun itu adalah saksi kelicikan Bu Tria dalam menjebak pak Suko.


"Loh, mas Candra ada disini toh?


Kok pas kebetulan bibi masak soto ayam kesukaan mas Candra, mana mbak Hanifah kok gak ikut?" Bi Sumi menatap rindu Candra yang sedari kecil dirawatnya saat ayah dan ibunya sibuk bekerja.


"Iya, Bi! seperti ada yang menuntun aku pulang kerumahnya ayah. Candra mau makan soto bikinan bi Sumi, pasti enak. Apalagi pas lapar kayak gini." Sahut Candra senang dan mulai mengambil piring, di isi nasi dan menuangkan kuah soto di atasnya.

__ADS_1


Melihat Candra makan dengan lahap, Bi Sumi sangat senang dan ikut duduk menemani bocah remaja yang tumbuh begitu cepat, tampan dan juga pintar. Wajahnya sangat mirip dengan ibunya.


"Ini uang jajan dan juga uang lesnya. Simpan baik baik, jangan sampai hilang.


Amplop satunya berikan pada adikmu. Hari Minggu ajaklah dia kerumah, ayah kangen sekali dengan kalian." Pak Suko menatap rindu pada anak laki lakinya.


Candra langsung memasukkan amplop pemberian ayahnya ke dalam tas, sebelum ibu tirinya melihatnya dan akan jadi masalah. Candra bukannya takut, tapi malas ribut dengan orang yang tidak tau malu seperti Bu Tria dan Wati.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2