Pembalasan Istri Yang Terhina

Pembalasan Istri Yang Terhina
Wati dilamar pak Tarman


__ADS_3

"Kami itu sayang banget sama ayah!


insyaallah, Bu Tria segera mendapatkan hukuman dari apa yang sudah di lakukan. Ayah sabar ya, jangan terlalu dipikirkan, Alloh itu maha tau dan melihat, jadi ayah gak perlu takut dan sedih. Insyaallah kebenaran dan nama baik ayah akan bersih kembali. Kita harus terus berdoa memohon keadilan dan petunjuk dari Alloh SWT." Candra bersikap begitu dewasa padahal baru sekolah di SMA, namun cara berpikirnya sudah layaknya laki laki dewasa, bijak dan tenang dalam menyikapi persoalan yang ada.


"Terimakasih, Nak!


Ayah bangga punya anak anak seperti kalian, kalian itu hebat dan baik. Terimakasih sudah jadi kekuatan untuk ayah!" balas pak Suko terharu dan air matanya masih berjatuhan, mereka saling berpelukan menyalurkan kekuatan lewat bahasa tubuh.


Saat mereka larut dengan pikiran dan perasaan masing masing, tiba tiba ponsel Candra berbunyi, ada pesan masuk dari Dafi, yang memberi kabar, kalau kasus penyebaran Vidio ayahnya sudah mulai di proses, polisi sedang mencari keberadaan Bu Tria.


"Alhamdulillah!" Candra mengusap wajahnya dan tersenyum ke arah sang ayah.


"Ada apa, mas?" tanya Hanifah menatap kakaknya penuh penasaran.


"Mas Dafi memberi kabar, kalau kasusnya sudah mulai di proses dan sekarang polisi sedang mencari keberadaan Bu Tria. Semoga segera tertangkap dan nama baik ayah segera bersih dari fitnah yang di tebar. Aamiin!" Candra menatap dalam pada pria paruh baya, yang begitu ia hormati dan sayangi itu dengan perasaan sedikit lega.


"Alhamdulillah, Aamiin. Semoga!" sahut Hanifah dan pak Suko bersamaan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Wati tengah merayu pak Tarman, dan mereka saling tatap seolah sedang sama sama jatuh cinta. Pak Tarman yang begitu tergila gila begitu bahagia, karena Wati merespon perasaannya dan rela memberikan apapun jika Wati mau menikah dengannya.


Dan kesempatan itu tidak disia siakan oleh Wati begitu saja.


"Aku mau menikah sama mas Tarman dengan syarat, Mas Tarman harus rutin merawat diri, biar bersih dan wangi.


Terus aku juga minta uang jatah belanja lebih biar aku bisa merawat tubuh dan wajahku biar terus tampil cantik dan wangi, kan kalau aku cantik yang suka mas Tarman." sahut Wati saat pak Tarman mengutarakan keinginannya untuk melamarnya.


"Itu sih soal gampang, uangku banyak. Kamu gak usah khawatir.


Kaku kamu jadi Istriku, kontrakan ini aku serahkan sama kamu, kamu bisa kelola uangnya. Biar aku fokus sama tambak dan bengkel saja. Gimana?" sahut pak Tarman sombong dan bangga memamerkan kekayaannya, membuat Wati semakin yakin menikah dengan pak Tarman, karena bukan hanya kontrakan, tapi juga punya bengkel dan tambak.


"Mas yakin, mau serahkan urusan semua kontrakan ke aku?" sahut Wati pura pura tak percaya, padahal di dalam hatinya sudah melonjak kesenangan, karena rencananya tercapai untuk bisa menguasai harta pak Tarman.


"Yakin dong, ku kan istriku. Ya wajarlah kalau aku beri kamu hartaku.


Kalau untuk rumah, sebaiknya kita tinggal terpisah dari anak anakku, takutnya kalian gak cocok. Bisa runyam urusannya." sambung pak Tarno yakin dan memang tak jadi soal untuknya, hartanya benar. entar melimpah. Anak anaknya masih kuliah, tapi mereka sudah begitu mandiri, dengan dibekali usaha Mading masing, rumah mewahnya ditempati kedua anaknya, Kelvin dan Toni. Mereka juga cuek kalau bapaknya mau nikah lagi, asal tidak mengganggu apa yang sudah jadi milik mereka dan jatah bulanan mereka.


"Terus kita akan tinggal dimana?


Masak iya di kontrakan ini, kan sempit?" rengek Wati sambil memajukan bibirnya manja, membuat pak Tarman semakin gemas dan tergila gila dengan perempuan di hadapannya yang usianya jauh lebih muda darinya.

__ADS_1


"Gak dong sayang, aku sudah punya rumah lain yang tak kalah mewah dengan rumah satunya yang ditempati anakku.


Biar aku suruh tukang untuk merenovasi agar terlihat fresh dan mewah lagi. Kamu tenang saja.


Paling satu bulan semua beres dan kita akan tinggal disana setelah sah jadi suami istri." sahut pak Tarman dengan senyum sumringah, membuat Wati semakin melayang, tak sabar untuk cepat cepat jadi istri pak Tarman. Biarpun tua tak jadi soal, asal uang terus mengalir deras, pikir Wati dalam hatinya.


"Wah, beneran mas?


Duh aku jadi gak sabar jadi istrimu." balas Wati dengan tersenyum lebar dan menyender di pundak pak Tarno dengan senang, Hingga membuat pak Tarno bahagia dan percaya kalau wanita juga menyukainya.


"Kita bisa nikah siri dulu, yang penting halal.


Aku akan kasih mahar dua ratus juta dan perhiasan nanti kamu pilih sendiri.


Lusa kita menikah, gimana?" sahut pak Tarman semangat dan berharap segera bisa menikahi Wati, memiliki istri cantik dan muda adalah impiannya selama ini.


"Mau, aku mau, mas!


Kita beli perhiasannya hari ini saja ya, aku sudah gak sabar." sahut Wati senang dan terus bergelayut di lengan pak Tarman, hatinya sudah benar benar buta dengan harta yang ditawarkan pak Tarman. Cinta dia sudah tak perduli, asal bisa hidup mewah Tania harus sengsara. Menikah dengan orang tua dan jelek, bodoh amat pikirnya.


"Baiklah, kita pergi sekarang!


"Kamu tunggu disini sebentar, aku mau ambil mobil dulu. Takutnya kamu kepanasan kalau kita naik motor." sambung pak Tarman dan melangkah pergi menaiki motornya, lalu pergi kerumahnya untuk mengambil mobilnya.


"Bapak mau kemana siang siang gini?" tanya Toni yang tengah duduk santai di halaman teras rumahnya.


"Mau beli mahar untuk calon istri bapak. Kamu gak usah khawatir, dia tidak akan tinggal disini. Kalian juga akan tetap dapat hak kalian tanpa bapak kurangin. Tolong biarkan bapak bahagia dengan pilihan bapak, ya nak?" sahut pak Tarno dengan menatap lekat anak keduanya.


Toni menarik nafasnya kasar dan membalas tatapan bapaknya dalam.


"Bapak yakin dia juga cinta sama bapak, dan apa dia perempuan baik baik?


Toni cuma gak mau bapak di sakiti, itu saja!" sahut Toni cemas, karena rasa sayangnya sama bapak begitu besar.


"Bapak bahagia sama dia, kamu cukup restui dan dukung bapak ya!


Lusa bapak akan menikah siri, nanti sebulan lagi baru nikah KUA. Bapak ingin halal dulu agar tidak jatuh fitnah dan dosa." balas pak Tarman tegas dan tak ingin dibantah lagi.


"Baiklah, jika memang itu keputusan bapak, Toni akan dukung dan setuju. Semoga bapak bahagia, dan Toni harap, bapak tidak berubah sama Toni dan mas Celvin." sahut Toni pasrah dan berharap bapaknya bahagia dengan perempuan pilihannya.


"Baik janji, bapak tidak akan melupakan kewajiban bapak pada kalian.

__ADS_1


Bapak sudah memindahkan sebagian aset bapak atas nama kamu dan kakakmu, termasuk usaha yang sudah kalian jalankan, semua sudah berbalik atas nama kalian, juga dengan rumah ini, sudah pindah atas nama kalian berdua.


Dan untuk jatah bulanan dari bapak untuk kalian, akan tetap bapak kasih selama kalian belum menikah." sahut pak Tarman yakin dan tegas, membuat Toni terharu dan semakin menyayangi bapaknya yang sudah luar biasa dalam mendidik dan merawatnya sejak kecil selama ditinggal oleh ibunya.


"Makasih, Pak! Toni itu sayang banget sama bapak, Toni cuma ingin lihat bapak itu bahagia!" Toni memeluk bapaknya dan berharap bapaknya benar benar menemukan kebahagiaan dengan wanita pilihannya.


"Bapak tau, sudah jangan cengeng.


Calon istri bapak sudah menunggu, bapak pergi dulu ya. Nanti kasih tau kakak kamu. Biar dia gak salah paham dengan keputusan bapak yang mendadak." balas pak Tarno melepas pelukannya dan memasuki mobil Pajero sportnya.


Toni hanya bisa menahan kecemasannya dan berharap bapaknya tidak salah pilih.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


New karya Hawa


#Negeri dongeng Alisia


#Kasih sayang yang salah


#Cinta berbalut Nafsu


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


Happy ending ❤️

__ADS_1


__ADS_2