
"Tidak perlu pura pura kamu!
Aku sudah tau rahasia kalian yang menjebak pamanku, agar ibumu bisa menjadi istri pamanku.
Dan tujuan kalian adalah uang dan ingin menguasai harta pamanku.
Tapi jangan harap kalian akan mendapatkannya, karena semua aset pamanku sudah beralih atas nama anak anaknya, aku yang sudah mengurusnya. Dan semua berkasnya sudah aman, kalian tidak akan bisa macam macam, jadi jangan harap dapat apapun dari harta pamanku. Karena anak anak pamanku lebih berhak." Dafi mengatakan semua tanpa terkecuali, membuat Wati luruh dengan kebencian yang semakin menjadi. Apalagi rencananya dengan sang ibu sudah tercium Dafi duluan.
"Sialan!
Aku benci kamu, Mas!" Wati keluar dari ruangan Halwa dengan menangis, tak perduli tatapan para karyawan dan pembeli yang ada di tokonya Halwa.
Dafi menghembuskan nafasnya kasar, menatap Halwa yang tengah menatapnya juga.
"Maaf! Kalau semua ini membuat kamu tidak nyaman!" ucap Dafi pada akhirnya.
"Gak papa, Mas!
Aku bisa memahaminya!" Halwa tersenyum menatap Dafi yang masih terlihat menahan amarah dalam dirinya.
Dafi mengambil tempat duduk tak jauh dari Halwa, dan membiarkan pintu tetap terbuka.
"Dia dan ibunya sudah menekan paman dengan sesuatu yang tidak pamanku lakukan.
Wati dan ibunya adalah orang orang yang licik dan gila harta. Mereka mengincar harta paman, namun mereka tidak lebih cerdik dari kami.
Aset yang dipunya paman, sudah beralih pada anak anaknya. Dan aku yakin, saat Wati sudah mengetahui kebenaran itu, dia akan melaporkan pada ibunya dan aku yakin, mereka akan melakukan sesuatu pada paman." Dafi menatap kosong dengan rasa yang masih tak menentu di hatinya.
"Aku memang tak memahami persoalan keluarga mas Dafi, tapi dari cerita mas, kenapa paman tidak menceraikan istrinya saja. Dari pada harus tertekan dan bikin masalah terus." Sahut Halwa dengan tatapan lekat pada Dafi.
"Itulah yang jadi masalahnya, entah bagaimana awalnya, paman telah menandatangani surat perjanjian dengan perempuan itu, yang isinya menyudutkan paman." Dafi mengusap wajahnya kasar dan berusaha menampakkan senyum pada calon istrinya.
"Kamu baik baik saja kan?
Dan aku minta, jangan pernah tanggapi Wati kalau dia ingin bicara atau mencari celah untuk kalian berdua. Aku gak mau, wanita itu menyakiti kamu. Dia perempuan yang berbahaya, yang bisa melakukan apapun untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan." Dafi menatap penuh pada Halwa yang justru terlihat begitu tenang, dengan senyum manis yang terlihat meneduhkan.
__ADS_1
"Insyaallah, Mas!
Aku akan berhati hati dan jaga diri. Mas Dafi tidak perlu khawatir ya!" sahut Halwa yang tak merasa takut sedikitpun dengan Wati, karena percaya, tidak ada kejahatan yang akan menang melawan kebaikan.
"Iya, aku percaya sama kamu.
Kalau ada apa apa, langsung hubungi aku, apapun itu!" Dafi tersenyum dengan binar cinta yang terpancar di kedua matanya.
"Aku kembali ke kantor ya?
Hati hati, Asalamualaikum!" Dafi menatap dengan menahan dirinya untuk tidak menyentuh wanita yang sudah sangat ingin disentuh nya. Namun Dafi paham jika Halwa belumlah menjadi muhrim nya. Sekuat tenaga Dafi harus bisa menahannya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bu Imah bersiap siap akan kerumah Jarwo, namun sebelumnya menelpon Bu Sarah yang akan menemaninya.
"Hallo Bu Sarah, asalamualaikum!" sapa Bu Imah dengan sumringah.
"Waalaikumsallm Bu Imah, iya bagaimana Bu?" sahut Bu Sarah sopan.
"Hari ini jadi temani saya kan Bu?
"Haduh, gimana ya Bu!
Maaf, saya gak jadi bisa ikut Bu Imah, karena harus menemani suami pulang ke kampung, ibu mertua sedang sakit, dan dirawat dirumah sakit. Ini saya sudah dalam perjalanan Bu, sekali lagi saya minta maaf ya Bu!" balas Bu Sarah yang merasa tak enak hati, tapi karena memang keadaannya tidak memungkinkan, ibu mertuanya masuk rumah sakit semalam, karena penyakitnya kambuh.
"Owh gitu ya Bu. Yasudah gak papa Bu Sarah.
Semoga mertuanya cepat sehat ya Bu. Asalamualaikum!" Bu Imah menutup sambungan teleponnya, dan mendadak cemas karena harus pergi sendiri menghadapi Jarwo, perasaannya mulai terasa tidak enak.
"Duh bagaimana ini?
Bu Sarah gak bisa ikut, kalau Jarwo curang aku kan yang rugi, gak dapat uang lima belas juta.
Bagaimana ya, aku harus apa?
__ADS_1
Aaah kenapa Sial begini sih!" sungut Bu Imah kesal dan mendadak cemas.
"Halwa sudah punya calon dan akan menikah.
Kalau Yudha tidak secepatnya keluar dari penjara pasti pernikahan mereka akan berjalan dan Yudha kehilangan kesempatan untuk hidup enak menikmati harta mantan istrinya itu, huh kenapa jadi ribet gini?" Bu Imah mengacak rambutnya frustasi, kesal dengan keadaan yang seolah tidak mendukung rencana yang sudah di susunnya.
Bu Imah terus mondar mandir, memikirkan cara agar tidak dicurangi Jarwo, dan bisa menjalankan rencananya, anak anaknya keluar dari penjara dan dia mendapatkan uang ganti rugi. Menikahkan Yeni dengan pilihannya, dan membuat Yudha kembali dengan Halwa. Pikiran itu terus menari nari di pikirannya.
"Sekarang yang penting, Yudha sama Yeni keluar dulu dari penjara. Aku harus bisa menekan Jarwo untuk mencabut tuntutannya dan mengakui perselingkuhan nya dengan perempuan itu. Agar Yeni mendapatkan keadilannya, enak saja, mereka selingkuh dan senang senang, anakku dipenjara karena membela haknya sebagai istri. Apapun yang dilakukan Yeni adalah haknya sebagai istri, Jarwo saja yang banyak menuntut, dasar laki laki kurang ajar dan mata keranjang!" sungut Bu Imah berapi-api, rasa tak suka dan kebencian dihatinya membuatnya lupa, jika dirinya dan anak anaknya juga sudah melakukan sebuah kesalahan yang lebih fatal, menyakiti hati seorang menantu yang begitu baik seperti Halwa dan Yeni sudah menginjak injak harga diri suaminya dengan sikap angkuh dan pembangkangnya pada Jarwo yang dulu begitu mencintainya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
Happy ending ❤️