
"Baiklah, tapi aku akan baca ulang kertas perjanjian itu, sampai kamu menipuku, aku tidak akan segan segan menyeret kalian ke penjara dan akan aku buat hidup kalian sengsara." sahut Bu Imah lantang dan belum berhenti untuk memberi ancaman ke Jarwo.
"Jangan kamu pikir aku takut dengan orang seperti kamu, Jarwo. Aku punya bukti perselingkuhan kalian!" sambung Bu Imah sinis dengan menarik bibirnya keatas, penuh intimidasi.
"Ibu tenang saja, aku tidak akan menipu, uang lima belas juta akan aku siapkan, lusa ibu kembalilah kesini, sekalian kita melakukan perjanjian di atas materai, aku akan meminta pak RT untuk jadi saksi dan juga mengundang beberapa warga agar ikut menandatangani perjanjian kita sebagai saksi.
Gimana, ibu sanggup datang lusa?" sahut Jarwo tenang, karena sudah terlintas rencana di otaknya, Bu Imah licik, Jarwo jauh lebih cerdik.
"Baiklah, Lusa aku akan kembali kesini.
Jangan lupa kamu siapkan uangnya yang lima juta itu, cash ya!" tekan Bu Imah dengan sikap angkuhnya.
"Aku akan siapkan, ibu tidak perlu khawatir, asal kalian tidak mengusikku lagi, uang itu pasti akan aku berikan." sahut Jarwo masih dengan sikapnya yang tenang dan terkesan dingin.
"Aku akan pulang, ingat jangan macam macam atau berpikir untuk menipuku, karena kalian akan menyesalinya." Bu Imah berdiri dan langsung keluar dari kontrakan Jarwo dengan sombong, tanpa permisi, Bu Imah pergi begitu saja dengan wajah diangkat dan senyuman penuh kemenangan.
Jarwo hanya diam terpaku, menyesal telah masuk dalam keluarga yang selalu membuatnya tersiksa.
"Mas! Kamu yakin akan menuruti permintaan Bu Imah?
Lima belas juta itu banyak loh!" istri muda Jarwo mendekat dan cemas dengan keputusan Jarwo yang mengiyakan keinginan mantan ibu mertuanya.
Jarwo tersenyum dan menanggapi dengan santai.
"Aku tidak sebodoh itu sayang! Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal bodoh begitu saja.
Bertahun tahun aku tersiksa dengan tingkah mereka, sekarang itu tidak akan terjadi lagi.
Aku punya rencana yang justru membuat Bu Imah membayar ganti rugi yang lebih besar jumlahnya dari pada uang yang akan kita keluarkan." sahut Jarwo santai dan menatap istrinya dengan senyuman penuh arti.
"Aku percaya sama kamu, mas!
__ADS_1
Semoga mereka tidak akan mengganggu kita lagi. Lelah dan malu rasanya berurusan dengan mereka." Sahut Dian istrinya Jarwo.
"Kamu tidak usah memikirkan hal yang aneh aneh, biarkan saja mereka dengan kelakuan nya itu, karena setelah ini kita akan pindah kontrakan, aku di pindahkan ke pabrik cabang baru di Gresik. Kita akan menetap di sana mulai bulan depan, dua Minggu lagi." sahut Jarwo dengan senyuman tipis dan menatap sayang pada istrinya yang mengangguk patuh.
"Iya, Mas!
Aku akan ikut kemanapun suamiku pergi." sahut Dian senang dan mulai merasa lega karena akan terbebas dari intimidasi dari Bu Imah dan anak anaknya.
"Aku akan pergi sebentar, mau minta tolong ke Yanto untuk mengetikkan surat perjanjian dengan Bu Imah. Kamu dirumah baik baik, kunci pintunya dari dalam, jangan dibuka kecuali aku yang datang." pesan Jarwo pada istrinya agar berhati hati. Masih cemas dengan sikap nekad dari keluarga Bu Imah.
"Iya, mas!
Pulangnya jangan malam malam ya, aku takut!" rengek Dian manja, dan Jarwo semakin dibuat jatuh cinta dengan sikap Dian yang berbeda jauh dari Yeni mantan istrinya.
"Iya sayang, gak usah khawatir, aku cuma mau bikin surat perjanjian saja dirumahnya Yanto. Habis itu langsung balik pulang." sahut Jarwo dengan sikapnya yang lembut dan penuh perhatian.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Bayangan uang lima belas juta terus menari nari di pikirannya, beraneka macam khayalan sudah tercipta di benaknya. Ingin beli ini itu dan ingin cepat kembali saat dirinya masih hidup berkecukupan, banyak yang iri dengan keberuntungan dirinya, padahal tetangganya banyak yang mengelus dada dengan sikapnya itu.
"Aku sudah tidak sabar mengabarkan ini pada Yudha dan Yeni.
Besok aku akan menemui mereka dan memberikan kabar gembira ini, pasti mereka sangat senang dan bangga memiliki ibu sehebat diriku." Bu Imah bergumam di dalam hatinya dan merasa bangga karena bisa menekan Jarwo dan mendapatkan ganti rugi yang cukup besar.
Tanpa Bu Imah sadari, kalau Jarwo juga punya rencana yang jauh lebih licik dari dirinya.
Bu Imah yang sangking bahagianya sampai tidak bisa memejamkan matanya, menunggu pagi agar cepat datang, dan segera bisa bertemu dengan anak anaknya. Kabar menggembirakan harus segera di sampaikan pikirnya.
Agar Yudha dan Yeni juga senang karena akan bebas dari penjara dan kembali menjalani kehidupan yang nyaman seperti dulu.
"Aku akan mencarikan Yeni jodoh, laki laki yang bertanggung jawab dan tentunya juga harus kaya, biar tidak terjadi seperti Jarwo yang seenaknya menyakiti anakku.
__ADS_1
Yeni pantas bahagia dan mendapatkan yang lebih baik, dia cantik dan masih terlihat sangat muda. Banyak laki laki mapan yang ingin menikahinya." sungut Bu Imah berapi api di dalam hatinya
"Menjodohkan Yeni dengan si Yudhi adalah pilihan yang tepat, Yudhi duda yang belum punya anak, sudah punya rumah dan mobil, sawah dan tambaknya luas, belum lagi punya toko kelontong yang cukup rame di pasar. Meskipun Yudhi tidak ganteng, yang penting dia banyak uang, pasti Yeni juga setuju dengan pilihanku." gumam Bu Imah yang tersenyum sendirian menikmati malam yang terasa sangat lama baginya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1
Happy ending ❤️