
"Semoga Halwa mau kembali lagi dengan Yudha.
Biar aku tidak lagi repot repot memasak kayak gini.
Huh repot sekali, sudah tua bukannya istirahat dan duduk manis saja dirumah, tapi ini seolah menjadi pembantu untuk anak anaknya, kenapa nasibku buruk sekali?" gerutu Bu Imah sambil menggoreng ayam di dalam wajan. Untuk menu sarapannya bersama kedua anaknya.
Pukul tujuh pagi, Bu Imah dan kedua anaknya tengah menikmati sarapan dengan menu sederhana, sebisa Bu Imah memasaknya.
Ayam goreng, telor dadar, sambal terasi, lalapan dan sayur asem.
"Bu!
Apa gak ada sayur lain, selain sayur asem?
Masak tiap hari, makannya sayur asem terus?" tanya Yudha yang terlihat bosan dengan menu itu itu saja yang disuguhkan ibunya.
"Jangan banyak protes kamu, Yudh!
Makan dan syukuri saja apa yang ada di meja.
Dari pada tidak ada makanan sama sekali.
Lagian ibumu ini bukan pembantu kalian, syukur syukur ibu mau masak! Tinggal makan saja kok banyak ngomong!" sahut Bu Imah bersungut sungut, tak terima dengan protes anak lelakinya. Sementara Yeni, memilih diam dan menikmati nasi dalam piringnya tanpa respon apapun.
"Iya! Iya!
Yudha kan juga pingin sayur yang lain, Bu.
Bukan sayur asem terus, kan kecut lama lama!" sahut Yudha lemah, namun memilih tetap memakan makanan yang sudah ibunya masak.
"Iya! asem, kecut! kayak hidupmu yang selalu tidak beruntung itu!" sahut Bu Imah kesal dengan mencebikkan mulutnya dan tak perduli dengan ekspresi terkejut dari putranya dengan ucapannya.
"Kamu jadi menemui mantan istri kamu, yudh?" Yeni berkomentar, mengalihkan perdebatan ibu dan adiknya.
"Iya, setelah ini aku akan pergi ke tokonya Halwa.
Mencarinya disana, dia sudah pindah rumah dan aku tidak tau alamat baru rumahnya." sahut Yudha cuek, dengan mulutnya mengunyah makanan.
"Kamu harus bisa meyakinkan Halwa!
Dia itu aset berharga, pinter cari uang, dan juga pinter ngurus rumah. Apalagi sekarang sudah cantik, gak buluk kayak dulu." sahut Bu Imah yang ikut menimpali.
__ADS_1
"Iya Yudha tau, Yudha sudah punya rencana untuk membuat Halwa rujuk. Cara baik baik atau cara tidak baik, karena Yudha tidak iklas, kalau Halwa menikah dengan laki laki lain. Dia itu milikku, dan aku akan jadi bos yang hebat menggantikan posisinya, tokonya makin maju pesat." Sahut Yudha dengan percaya diri dan membuat Bu Imah senang dengan semangat anak laki-laki nya itu.
"Maksud kamu dengan cara tidak baik itu apa?
Apa kamu akan menculik Halwa, yudh?
Jangan bodoh kamu, mau masuk penjara lagi?" sahut Yeni ketus, dan memperingatkan adiknya agar tidak berbuat gegabah.
"Bukan Halwa! Tapi Hasna!" sahut Yudha serius dengan seringai miring dari bibirnya.
"Maksudmu, kamu akan menculik Hasna! begitu?" sambar Bu Imah dengan dahi mengerut.
"Iya!
Hasna itu kelemahannya Halwa, Bu!
Dengan membawa Hasna, Halwa pasti akan menyerah dan ikuti apa yang Yudha mau.
Yudha yakin, Halwa pasti tak bisa melihat anaknya menangis dan tertekan dengan ancaman kita.
Nanti mbak sama ibu bantu Yudha menjalankan rencana, itu kalau Halwa tidak bisa diajak bicara baik baik!" balas Yudha dengan sikapnya yang selalu angkuh, penjara ternyata belum mampu menyadarkan nya untuk merubah perangai buruknya itu.
"Ibu akan dukung dan bantu kamu!
"Tapi kita juga harus hati hati dan dengan rencana yang matang, jangan sampai masuk penjara lagi.
Aku gak mau, penjara sangat membuat hidupku kacau!" sahut Yeni yang ragu dengan rencananya Yudha, penjara membuatnya trauma karena kehidupan disana benar benar membuat hidupnya tertekan.
"Kamu tenang saja, Yen!
Hasna kan juga anaknya Yudha!
Yudha punya hak kalau mau bawa Hasna kembali kerumah ini. Jadi Halwa tidak bisa menuntut apapun pada kita." sahut Bu Imah dengan yakinnya, membuat Yudha mengangguk dan membenarkan ucapan sang ibu.
"Ya terserah kalian, aku tidak mau ikut ikutan kalau itu berkaitan dengan hukum. Malas berurusan dengan namanya penjara. Aku ingin membalaskan sakit hatiku pada Jarwo dan pelakor itu. Tidak rela mereka hidup aman, apalagi bahagia!" balas Yeni penuh dengan dendam pada kedua matanya, tangannya mengepal erat. Mengingat perselingkuhan suaminya, membuat Yeni kembali diselimuti dengan rasa sakit juga dendam.
"Iya ibu tau, ibu juga akan mendukung kamu untuk membalas sakit hati kamu sama si Jarwo dan istri ondel ondel nya itu. Biar mereka juga hidup menderita!" sahut Bu Imah berapi api dan menatap satu persatu kedua anaknya.
"Besok antar mbak ke Lamongan yudh!
Hari ini, setelah urusan kamu dengan Halwa selesai, antar mbak cari mobil bekas, dan menemui si Jarwo brengsek itu. Aku akan datang dengan penampilan paripurna, biar dia menyesal karena sudah membuang ku dan memilih pelakor buruk itu!" Yeni dengan kebenciannya menatap tajam ke arah adiknya, memintanya untuk mengikuti apa yang dia inginkan tanpa harus ada bantahan. Yudha paham dengan sikap kakaknya kalau sudah sangat marah, akan sangat mengerikan dan tak mau dibantah.
__ADS_1
"Iya!
Mbak Yeni tenang saja! Yudha pasti akan anter dan dukung mbak kok!
Kita itu punya tujuan yang sama, mbak dengan rencana ingin menghancurkan Jarwo, sedangkan aku ingin menghancurkan rencana pernikahan Halwa dengan laki laki sialan itu!" sahut Yudha tajam, dan mereka saling diam, larut dengan pikirannya masing masing.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Kenapa feeling ku gak enak dari tadi ya?" gumam Halwa lirih, duduk termenung di depan laptopnya. Menatap kata demi kata yang dia ketik dari layar datarnya itu.
"Semoga semua akan baik baik saja. Entahlah apa yang aku khawatirkan, kenapa dada ini tiba tiba rasanya begitu sesak?
Ya Tuhan, jauhkan aku dari niat tidak baik orang yang memiliki niat jahat padaku dan keluargaku!" doa Halwa di dalam hatinya, mengambil cangkir yang bersih kopi di hadapannya, meneguknya ringan dan menikmati aroma dari kopi sesaat, hingga pikirannya sedikit merasa tenang. Karena kopi selalu menjadi inspirasi dan teman di hari Halwa selama ini.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
New karya Hawa
#Negeri dongeng Alisia
#Kasih sayang yang salah
#Cinta berbalut Nafsu
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1
Happy ending ❤️